
...~ Happy Reading ~...
...____________________...
...***...
Tubuh wanita berusia senja itu menegang. Sesuatu di balik dadanya berdentum kuat dan lebih cepat. Untuk sesaat, nafas wanita tua yang masih saja cantik itu pun tertahan. Udara di sekitarnya seolah berkurang dan membuat sesak.
Ia lalu menjatuhkan bobot tubuhnya pada ranjang king size milik sang putra. Ditatapnya benda cantik dan berkilau yang berada dalam genggamannya.
Pikiran dan perasaan nyonya besar Alexander itu mendadak kacau tak karuan.
Aku harus memastikannya ....
Ia membatin dan bergegas bangkit lalu berjalan cepat keluar dari kamar putranya.
"Mom, Mommy!" Hill cukup kaget dengan sikap sang ibu yang tiba-tiba saja keluar tanpa mengajaknya. Gadis itu sedari tadi sibuk memainkan ponsel di tangannya, sehingga tidak melihat reaksi berbeda yang ditunjukkan sang ibu sedari tadi.
Hill berlari kecil mengikuti langkah sang ibu yang tampak sangat tergesa-gesa.
"Mommy, Wait me!" pekik Hill.
Wanita tua itu tidak menggubris dan terus melangkah dengan cepat. Sampai di mobil, wajahnya semakin menegang. Begitu Hill menyusul masuk, ia pun langsung memerintahkan sang sopir menjalankan mobil.
"Kenapa terburu-buru begini, Mom?" tanya Hill yang bingung.
"Mommy ada keperluan mendadak, Sayang." Hanya itu jawabannya.
Hill pun mengangguk tanpa ingin mengetahui lebih jauh. Gadis cantik itu terbiasa tidak mau ikut campur dalam setiap urusan orang tua maupun kedua kakaknya.
Mobil melaju dengan kecepatan sedang menuju kediaman Alexander di The Grange. Sepanjang perjalanan, Hill hanya duduk tenang menikmati pemandangan, sementara Nyonya Glad tampak begitu gelisah.
Tidak lama setelah itu, mobil pun memasuki gerbang besar kediaman Alexander. Nyonya Glad membuka pintu mobil dengan kilat dan segera keluar tanpa menunggu sang sopir membukanya.
"Ada apa dengan mommy?" Hill terheran-heran melihat sikap ibunya yang tak biasa. "Terima kasih, Pak," ucapnya pada sang sopir yang membuka pintu. Gadis itu pun keluar dari mobil dan berjalan santai masuk ke dalam rumah besar.
Di dalam sana, Nyonya Glad celingukan mencari-cari seseorang, tetapi tidak nampak jua dia yang dimaksud.
"Sudah kembali, Sayang?" Suara berat itu sungguh sangat mengagetkan Nyonya Glad.
"Ah, ya, sudah. Baru saja." Wanita itu menjawab pertanyaan suaminya dengan kikuk. "Anak-anak ke mana?" imbuhnya bertanya.
"Hai, Mom! Dari mana saja? Aku mencari sejak pagi." Itu suara Hariss. Ucapannya mendadak menghentikan perkataan ayahnya.
Dari arah depan, Hariss tengah melenggang sembari menggenggam sebelah tangan Vlora. Nyonya Glad yang mendengar suaranya lantas berbalik.
Nyonya besar itu terpaku melihat perempuan cantik yang berjalan di samping putranya. Lagi-lagi jantungnya berdetak kuat, membenturkan sebuah rasa keingintahuan yang semakin menggelisahkan dirinya.
"Mommy cantik sekali hari ini," puji Vlora yang sama sekali tidak sampai masuk di pendengaran sang calon mertua.
"Memangnya hari-hari sebelumnya Mommy tidak cantik?" tanya Tuan besar Alexander. Lelaki paruh baya yang cukup tempramen itu sedikit berkelakar.
"Ah, cantik, Dad. Setiap hari Mommy selalu cantik. Hanya saja ... hari ini sepertinya berbeda. Cantiknya Mommy dua kali lipat, Dad." Vlora menjawab serius kelakar sang ayah mertua. Masih calon.
"Hmm ... daddy setuju kali ini, Sayang."
Mereka pun kompak tertawa bersamaan, tetapi tidak dengan Nyonya Glad. Suara-suara itu seperti desau angin yang hanya melintas sejenak di sekitarnya, kemudian menghilang begitu saja.
Vlora yang menyadari itu pun merasa bingung dan ada yang mengganjal. Apalagi, tatapan mata calon ibu mertuanya itu hanya tertuju padanya.
"Mom ... Mommy," tegur Vlora begitu pelan. Tidak ada respon, ia pun menyentuh telapak tangan wanita paruh baya nan cantik itu. "Mommy kenapa?" tanyanya.
"Oh, ha? Tidak apa-apa," jawab ibu tiga orang anak itu. "Bolehkah kita berbicara sebentar?" lanjutnya lagi.
Kening Vlora dan yang lainnya mengerut. "Bicara sama aku, Mom? Berdua saja?" tunjuk Vlora pada dirinya sendiri. Begitu mendapat anggukan, ia pun menyetujui.
Keduanya kini berada di taman samping rumah, dekat kolam ikan yang menjadi tempat favorit Nyonya Glad. Vlora yang bingung hanya mengikuti saja.
Lama keduanya hanya terdiam dengan pandangan Nyonya Glad yang terus tertuju pada Vlora, hingga sebuah pertanyaan membuat Vlora semakin kebingungan.
"Sebelumnya, maafkan mommy jika menanyakan hal ini." Ia menjeda. "Siapa nama orangtuamu? Bolehkah mommy tahu?"
...🌷🌷🌷...
...To be continued .......
...***...
...Jangan lupa like dan komen yah 📌...