Not You

Not You
62. Bartender dan Waiter



...~ Happy Reading ~...


...____________________...


...***...


Kerlap-kerlip lampu hias berwarna warni disertai lampu sorot yang berputar-putar, dentuman musik yang keras dan menghentak, menggiring langkah seorang pria tampan memasuki sebuah klub malam.


Di bawah pencahayaan yang remang, sepasang mata elang tengah bergerak menyapu segala sudut, seolah mencari mangsa. Pemandangan sensual dalam ruangan itu membuatnya muak dan tidak ingin berlama-lama.


Langkah kakinya bergerak menghampiri meja bar. Pria yang sedang aktif meracik minuman di balik meja itu, seketika tersentak melihat kehadirannya.


Tampak jelas di wajahnya, ketakutan yang mendominasi. Bartender itu mundur dengan perlahan hendak berlari, tetapi dengan cepat laki-laki itu menahannya.


Dicengkeramnya kerah baju bartender itu dengan kuat, membuat si empunya gemetar takut.


"Tu-Tuan! A-Anda kemari?" Bartender itu gugup dan terbata.


"Kenapa kau begitu kaget, Luke? Kau tidak ingin menyambutku?" Seringai tercetak di wajah tampannya.


Bartender yang dipanggil Luke tampak pasi. "Se-selamat datang, Tuan!" ucapnya mencoba bersikap biasa saja.


"Kemana kau menghilang beberapa hari ini?" Luke tampak kaget mendengar pertanyaan itu. "Kau sengaja menghindari Zack, bukan begitu?" Lagi ia bertanya dan itu membuat lelaki di hadapannya membeku.


Sorot matanya tajam berkilat penuh amarah yang tertahan, bagai samurai yang siap menghunus, memangkas habis keberanian yang tersisa pada lawan.


"Bukan saya, Tuan ... Ampunilah saya!" Luke memohon dengan tiba-tiba. Seluruh tubuhnya yang kaku, kini bergetar hebat.


Gelak tawa yang menyeramkan, memecah di salah satu sudut klub malam tersebut, berbaur bersama dentuman musik keras.


Sejenak tawa itu mereda, memancarkan kembali aura membunuh dari pria dengan busana serba hitam itu.


"Kau pasti tahu segalanya. Katakan, katakan sekarang juga!" perintahnya dengan nada pelan tetapi tegas.


Lelaki bernama Luke menggeleng dan berusaha memundurkan tubuhnya, seraya melepaskan cengkraman lelaki di hadapannya. Meja bar yang cukup tinggi di sana, memudahkan Luke untuk melepaskan diri.


Tidak ingin kehilangan kesempatan, pria tampan itu lalu menyingkirkan semua gelas dan minuman yang ada di atas meja secara kasar. Dengan cekatan, ia melompat dan melangkahi meja di depannya, lalu segera menangkap kembali target yang sudah ia duga selama beberapa hari ini.


Keributan pun tak terelakkan. Orang-orang yang sedari tadi sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing, kini mulai mendekat dan mengitari meja.


Beberapa wanita di sana, histeris melihat bartender andalan mereka babak belur di hajar pria asing.


"Hey, hentikan! Apa yang kau lakukan, Bajingan?" teriak seorang perempuan.


Tiba-tiba di antara kerumunan itu, seorang wanita dengan kostum waiters, pun tampak gemetaran. Sesegera mungkin ia berlari ke arah luar hendak memanggil para penjaga.


Namun, pemandangan di luar malah semakin mencekiknya. Kembali wanita dengan tampilan sek*si itu hendak berlari, tetapi seseorang dengan cepat menahannya.


"Mau kemana, Nona? Apa tidak sebaiknya kita bercerita sedikit tentang memori tujuh tahun silam?" ucap seorang lelaki.


"Ma-maafkan saya, Tuan! Sa-saya hanya disuruh waktu itu!" Karena takut, ia pun tidak punya pilihan.


Saat ia baru hendak membuka mulut, suara pria dari arah dalam sana, lebih dulu menghentikannya.


"I get it, Zack! Biarkan dia, saatnya kita kembali. Ada seekor nyamuk yang harus kau basmi di Edi."


Lelaki itu melangkah keluar lebih dulu, setelah selesai membuat kekacauan di dalam sana. Sementara itu, yang satunya tidak langsung keluar begitu saja. Ia lebih dulu memberikan hukuman bagi bartender dan waiters tadi.


“Luke, Luke ... menyusahkan saja kau ini. Kenapa kau bersembunyi dariku, baji*ngan?" Menepuk pelan pipi lelaki yang sedang tergeletak tak berdaya di atas lantai klub.


Ia berpindah menatap waiter. "Hanya karena uang yang tidak seberapa, kalian nekat melakukan hal sehina ini? Ckckck, bahkan kalian melupakan siapa yang sedang kalian permainkan?" dengusan keluar dari mulutnya.


Kembali ia menatap bartender yan sedikit babak belur dibuat tuannya tadi.


"Kau Luke ... kepa*rat!" Satu pukulan lagi mengenai rahang bartender itu. "Sekali lagi kau mengkhianati Tuan Muda?" Dicengkeramnya kerja baju sang bartender. "Tuan dan keluarganya berbaik hati memaafkanmu, tapi tidak denganku. Urusan kita masih ada setelah ini, Keparat."


Sesudah itu ia segera menyusul tuannya yang sudah lebih dulu keluar.


Suara pintu mobil yang terbuka, menyadarkan pria tampan yang termenung di dalam sana.


"Anda baik-baik saja, Tuan?"


Terdengar helaan nafas panjang dan berat. "Menurutmu, takdir macam apa ini? Apa kau pernah membayangkan ini sebelumnya?"


Mobil bergerak meninggalkan area klub malam, karena .Zack tidak mampu menjawab pertanyaan tuannya.


"Tapi aku tetap harus memastikan dengan bukti yang lebih kuat lagi. Kau mengerti Zack?" Lelaki itu hanya mengangguk.


"Rebecca! Cari dan temukan, lalu bawa dia kepadaku!"


...🌷🌷🌷...


...To be continued .......


...____________________...


...✨...


...✨...


...✨...


Halo semuanya 👋 wuaaaaa AG kangen banget 🤗 AG minta maaf karena terlalu sibuk sampai gak sempat up 2 hari ini 🙏🙏 Maafkan yah, sayang-sayangku 😘


Tapi AG seneng, ada yang nungguin 😁 Ma'aciih 😍😍 Dukung AG terus yah ❤️ Ma'aciih juga buat yang ngasih vote 💋💋 lope se-Indonesia deh ❤️❤️❤️😁😁


#####


Oh iya, sambil nunggu update selanjutnya, mampir di karya teman AG dong 😁 Hehehe