Not You

Not You
63. Given Tidak Bersemangat



...~ Happy Reading ~...


...____________________...


...***...


Hari menggulung gelap, sang fajar mulai mengintip di ufuk timur. Vlora kembali terbangun dan bergegas menyiapkan segala kebutuhan anaknya untuk ke sekolah, juga kebutuhan dirinya sendiri.


Beberapa kali ia membangunkan sang putra, tetapi bocah itu tampak anteng dalam tidurnya.


"Giv," panggil Vlora sekali lagi. "Ayo, bangun, Sayang! Kita bisa terlambat," ucap Vlora dengan sentuhan lembut di kepala sang putra.


Bocah itu masih juga belum mau bergerak. Vlora bahkan mengguncang tubuhnya beberapa kali. Tidak dapat lagi menahan, ia pun menggelitik putranya.


"Mommy!" pekik Given dibarengi tawa kecil. Ia langsung terbangun dan duduk.


Vlora ikut tertawa melihat itu. "Pura-pura tidur yah? Iyah?" tanyanya curiga dan anak lelaki itu mengangguk tanpa beban. "Why?" Keningnya mengerut.


"Tidak ada semangat, Mom. Giv ingin bersama uncle. Tapi kenapa dia bilang Giv tidak boleh terlalu dekat dengannya? Dia juga bilang Giv akan punya daddy baru. Benar begitu, Mom?" tanya si bocah yang tidak tahu apa-apa sama sekali.


Vlora terdiam untuk sesaat. Ia menunduk lalu memejamkan mata sejenak, mengambil nafas dalam-dalam sebelum bangkit berdiri dari tempat tidur putranya, tanpa berniat menjawab sedikitpun.


"Maaf, Sayang! Mommy belum siap lagi untuk mengatakan apapun. Tapi, mungkin sebentar lagi Giv akan tahu saat dia sudah di sini," ucap Vlora dan hendak pergi. Namun, suara sang putra menahannya.


"Kenapa bukan uncle tampan saja yang jadi daddy-nya Giv, Mom?" tanyanya dengan suara lantang.


Jantung Vlora seketika berdegup kencang dan ia mematung di tempatnya. Seraut wajah tampan tiba-tiba saja terlintas di hadapannya. Vlora menggeleng dan merutuk diri.


"Pertanyaan macam apa itu, Giv? Tidak ada seorang pun yang bisa meminta sama Tuhan, orang tuanya harus siapa sebelum dia terlahir. Itu hak dan ketentuan Tuhan, kita terima dan jalani saja, Sayang." Vlora sedikit menjelaskan pada anaknya.


Ia berbalik dan melangkah keluar dengan sebuah ultimatum.


"Jangan menanyakan hal ini lagi! Dan cepat bersiap, 5 menit mommy tunggu!"


Bahu kecil bocah itu langsung merosot dengan nafas panjang yang terdengar berat. Dengan gerakan malas, ia turun dari tempat tidur dan segera berlalu ke kamar mandi.


Lima belas menit berlalu, ibu dan anak itu sudah siap berangkat. Begitu keluar dari rumah, Vlora kaget dengan keberadaan dua orang berbadan kekar yang berdiri tegap di depan rumahnya.


"Uncle! Kalian di sini?"


Berbeda dari ibunya, Given malah antusias dengan keberadaan dua orang itu. Bocah itu celingukan ke sana-kemari seolah mencari sesuatu. Raut antusias tadi berubah sendu, begitu yang ingin dilihatnya tidak ada.


"Kenapa, Giv? Siapa mereka?" tanya Vlora yang bertambah bingung melihat tingkah putranya.


"Uncle tampannya Giv di mana?" Bukannya menjawab pertanyaan sang ibu, ia malah mendongak menatap dia pria di depannya bergantian.


"Tuan sedang banyak urusan. Dia menyuruh kami untuk mengantar serta menjagamu dan ibumu," ucap salah satu dari mereka.


"Setelah itu, bisakah antarkan aku bertemu dengan uncle?" tanya Given dengan penuh harap.


Vlora menjadi tampak kesal merasa bodoh, karena tidak ada yang berniat menjawab pertanyaannya sama sekali. Ia merasa tak dianggap tiga laki-laki berbeda generasi di sana.


"Mari ikut kami, Nona dan Tuan kecil!" ucap keduanya tanpa menjawab pertanyaan Given, maupun kebingungan Vlora.


"Hei! Ini maksudnya apa? Bisakah kau jelaskan lebih dulu? Saya tidak akan ikut jika tidak ada penjelasan sama sekali!" tegas Vlora.


...🌷🌷🌷...


...To be continued .......


...___________________...


...✨...


...✨...


...✨...


Jangan lupa like dan komen yah sayang-sayangku ❤️


Sambil menunggu bab selanjutnya, mampir di karya teman AG juga yah 😍