Not You

Not You
64. Bukankah Sudah Jelas?



...~ Happy Reading ~...


...____________________...


...***...


Vlora yang masih bingung sempat menolak, tetapi pada akhirnya ia menurut karena tidak punya pilihan dan tidak bisa berbuat apa-apa.


Sepanjang perjalanan, perasaan sedih menguasainya begitu mendengar alasan dua orang itu mengantarkan dirinya dan juga Given.


Sebentar lagi Tuan Muda Hariss sudah tiba di sini, sedangkan Tuan Muda Hae akan kembali saat itu juga. Dia takut jika Anda melarikan diri, karena itu kita disuruh mengantarkan Anda dan Tuan kecil.


Entah mengapa, hati ibu satu anak itu tidak ingin menerima semua yang terjadi belakangan ini. Ada kecewa yang tersembunyi rapat dan dalam. Ada perih yang tidak bisa tuk diungkapkan.


Bersamaan dengan itu, dua buah pesan masuk di ponselnya. Vlora mengernyit melihat nomer tak dikenal yang kemarin malam sempat menelponnya.


Meskipun belum sempat menyimpan, tetapi sudah tak lagi asing baginya.


✉️ Unknown Number :


Jangan lari lagi darinya. Dia sangat mencintaimu. Maafkan kesalahannya dan terimalah dia. Aku yang menjamin, jika dia tidak akan sama seperti mantan suamimu.


✉️ Unknown Number :


Jangan berpikir untuk kembali pada suamimu lagi. Hanya karena dahaga sebentar, tak lantas membuatmu harus meminum racun bukan? Aku senang jika dirimu menjadi bagian dari Alexander. Sampai bertemu di Edinburgh, adik ipar.


Vlora meremas ponsel di tangannya dengan kuat. Ia berpikir, mungkin lelaki itu selalu tahu dengan apa yang ia pikirkan. Tentang ia yang selalu ingin melarikan diri, bahkan tentang dirinya yang bodoh sempat masih berharap tuk kembali pada Tristan.


Tiba di sekolah, Vlora meminta dua orang tadi supaya tidak mengikutinya lagi, melainkan tetap di sekolah menunggu sampai Given pulang.


"Hati-hati, Sayang! Nanti pulang langsung ke butik diantar uncle-uncle itu yah."


Sesudah itu, ia keluar dari mobil dua pria tadi dan mencari taksi yang lain untuk membawanya sampai di butik. Entah alasan apa yang pasti, tetapi perasaan Vlora mendadak gelisah dan kacau sepanjang perjalanan menuju butik.


"Good morning, Sayangku! Ada apa lagi? Mukanya kok gitu?" tanya Jihan yang langsung membaca air muka sahabatnya.


Vlora mengedikan bahu sebagai jawaban. Ia mendaratkan tubuhnya dengan malas pada sofa kecil dalam ruangan itu.


"Ji," sapa Vlora pelan.


"Hmm? Mau cerita?" Jihan sudah sangat antusias.


Terdengar embusan nafas berat mulut ibu satu anak itu. "Menurut Lo, gue orangnya gimana sih? Plin plan yah? Gak punya pendirian, gak jelas, rada-rada gak waras, bodoh, atau ...."


"Stop!" ucap Jihan setengah teriak. Vlora pun langsung terdiam dan menunduk. "Lo kenapa? Kalo Lo gak to the point, fix Lo gaje!"


"Lo pernah ngerasain kayak gini gak sih? Orang-orang di sekitar Lo, yang Lo sayang, yang katanya juga sayang sama Lo, tapi ... mereka itu gak pernah ngetiin hidup Lo. Malah sebaliknya, orang asing yang belum pernah Lo temuin dan hanya kenal dalam waktu singkat, tapi paling tau dan paling ngertiin Lo. Bahkan dia tau perasaan dan niat Lo yang belum terucap sama sekali. Rasanya gimana sih?"


Vlora semakin menunduk dan mendaratkan kepalannya pada meja kerja, sembari membenturkan jidatnya dengan pelan beberapa kali di sana.


"Sedang ngomongin siapa Lo?" Jihan memicingkan matanya. "Jangan bilang Lo yang Lo maksud ... Tuan Muda itu!"


...***...


"Semuanya sudah siap, Zack?"


"Sudah, Tuan!"


"Ayo, berangkat!"


Lelaki tampan dengan setelan semi formal saat itu, langsung beranjak dari tempat duduknya. Ia telah melangkah sampai di depan pintu hendak keluar, tetapi seseorang di belakang sana, tak jua bergerak mengikutinya.


Ia berhenti sejenak dan menoleh ke belakang. "Kenapa masih di situ? Apa yang kau tunggu?" tanyanya dengan sebelah alis yang terangkat.


Beberapa detik berlalu dalam keheningan, pada akhirnya suara lelaki yang adalah asistennya itu pun keluar.


"Kenapa Tuan tidak katakan saja yang sejujurnya pada wanita itu? Bukankah sudah jelas dia orangnya? Berarti anak itu ...."


...🌷🌷🌷...


...To be continued .......


...***...


...Jangan lupa tinggalkan jejaknya 📌...


..._________________...


...✨...


...✨...


...✨...


Sambil menunggu up selanjutnya nanti siang, bolehlah mampir di karya teman AG yang satu ini :