
...~ Happy Reading ~...
...___________________...
...***...
Ada hati yang terluka saat melihat pemandangan di depan ruang IGD saat itu. Ada kecewa yang tidak sepantasnya dirasakan.
"Mau kemana, Tuan?" tanya Zack.
Ia yang melangkah cepat mengikuti langkah sang atasan, mendadak kaget begitu melihat Tuannya berbalik arah.
"Sebaiknya kita kembali saja, Zack," ucap Hae sembari melihat jam di pergelangan tangannya. "Kita langsung saja ke bandara!" perintahnya.
Zack bukannya melangkah mengikuti atasannya itu, ia justru terpaku bingung di tempat.
"Ta-tapi kenapa, Tuan? Bukannya ...."
Hae berhenti sejenak sambil mengepalkan kedua tangannya kuat. Ia menoleh dan menatap horor pada asistennya.
"Berapa kali kau membantahku hari ini, Sia*lan?" Hae tampak geram.
"Maaf, Tuan!" Zack menundukkan kepalanya sejenak.
Saat Hae kembali melangkah pergi, Zack yang masih diliputi penasaran dan kebingungan, menoleh ke dalam sana. Detik berikutnya, ia mulai mengerti dengan perubahan sikap tuannya.
Hmm, aku mencium aroma-aroma kecemburuan di sini.
Zack membatin dengan senyum samar yang terlukis di wajah datarnya. Ia pun segera melebarkan langkahnya menyusul sang atasan.
Sementara itu, di dalam sana, mereka yang masih setia menunggu di depan IGD, tidak menyadari keberadaan dua orang yang baru saja hendak bergabung tetapi batal.
Semua mereka tampak larut dalam kekhawatiran dan kecemasan. Hariss dan Jihan terus saja menenangkan dan menguatkan Vlora yang terlihat begitu hancur.
Hariss lalu meminta Jihan menemani Vlora, sedangkan ia hendak menemui dokter untuk mengambil sampel darah tanpa bertanya apapun pada Vlora.
...***...
Harusnya tadi aku tidak perlu ke sana. Kenapa? Kenapa harus merasa kecewa? Arrrgghh ....
Seseorang yang kini berada dalam taksi, tengah membatin penuh kesal. Kesal pada diri sendiri yang dengan bodohnya membiarkan hati tersakiti.
"Zack," panggilnya pelan. Posisinya tidak berubah, hanya terdengar helaan nafas panjang dan berat.
"Iya, Tuan!" jawab Zack yang selalu sigap.
"Pastikan dua kepa*rat itu mendapat hukuman yang berat!" ucap Hae dengan nada pelan tetapi menyeramkan.
Asisten setia itu lalu merogoh ponsel dan tampak mencari sebuah kontak lalu melakukan panggilan. Taksi yang ditumpangi keduanya melaju menuju bandara.
Hae teringat akan seorang wanita yang ia tinggalkan tadi di dalam mobil di pinggir jalan. Ia pun segera menghubunginya dan meminta untuk menuju tempat yang sama-sama ia tuju.
Mungkin aku harus memaafkan Caroline.
Lagi ia membatin. Meski dirinya berusaha keras untuk tidak menghiraukan situasi yang terjadi, tetapi hati dan pikirannya selalu saja tertuju pada sesosok makhluk cantik di rumah sakit tadi.
Ia pun menggelengkan kepalanya ketika bayangan Vlora saat menangis tadi, kembali berkelebat di matanya. Lelaki itu kembali memperbaiki posisi duduk lalu mengusap kasar wajahnya.
Sungguh, ia telah dibuat gila dengan janda muda beranak satu itu. Mobil terus melaju hingga beberapa meter lagi memasuki kawasan bandara. Hae menunduk dengan mata terpejam kuat, mengingat wajah cantik Vlora sekali lagi.
Selamat tinggal ... kelak kita akan bertemu di Edinburgh, tapi mungkin aku tidak ingin mengenalmu lagi.
...***...
Sementara itu, di rumah sakit, kekejutan besar sedang terjadi di antara Vlora, Hariss, dan juga Jihan. Tiga orang dewasa itu dibuat geger dengan fakta baru yang dibeberkan dokter, bahwa Hariss tidak bisa mendonorkan darahnya pada Given.
"Maaf, Tuan. Anda tidak bisa melakukan transfusi ini karena tidak ada kecocokan darah Anda dan pasien." Ucapan itu seketika menjungkirbalikkan dunia Hariss.
"Anda yakin, Dokter? Saya ayahnya, sudah pasti golongan darah kita sama," ucap Hariss dengan kekehan kecil.
Ia tampak shock mendengar fakta itu, tetapi berusaha menenangkan hati dan tidak ingin percaya dengan yang dikatakan oleh dokter.
Saat mendengar bahwa anak lelaki itu membutuhkan donor darah, tanpa bertanya dan mengetahui golongan darah sang pasien, ia dengan percaya diri mengajukan diri untuk memberikan darahnya.
Dalam pikirannya, sudah pasti golongan darah mereka sama, karena mereka adalah ayah dan anak. Nyatanya yang di sampaikan dokter membuat Hariss kaget dan tidak dapat percaya.
"Saya rasa Anda keliru, Dokter. Coba dicek sekali lagi."
...🌷🌷🌷...
...To be continued .......
...***...
...Jangan lupa LIKE & KOMEN 📌...
...____________________...
Sambil menunggu bab selanjutnya, mampir di sini dulu yuk ....