
...~ Happy Reading ~...
...____________________...
...***...
Wajah Hariss mendadak pasi begitu melihat dokter menggeleng dengan raut serius.
"Dalam kasus golongan darah Rhesus negatif, hanya bisa menerima transfusi darah dari jenis darah Rh negatif juga. Dan Anda sama sekali tidak bisa melakukan itu, Tuan," papar sang dokter.
Hariss terpaku dengan jantung yang berdentum kuat sekali saja. Lelaki itu mendadak speechless, tidak tahu apa yang harus ia pertanyakan lagi pada sang dokter.
Tiba-tiba saja, pikiran-pikiran aneh menyelinap di kepalanya. Perasaan lelaki itu mendadak tak keruan. Entah memikirkan Given yang akan sulit mendapatkan golongan darah langka itu, atau memikirkan hubungan ayah dan anak yang tidak memiliki kecocokan darah sama sekali.
"Halo, Tuan!" sapa dokter sembari melambaikan tangannya di depan wajah Hariss.
"Maaf, Tuan! Apakah Anda bisa mendengar suara saya?" Lagi tanya sang dokter. Ia masih menunggu respon laki-laki di hadapannya. Akan tetapi, sepertinya orang itu terlalu jauh dalam lamunannya hingga tidak bisa mendengar panggilan dokter.
"Ehm, Tuan. Maaf, tetapi kita tidak bisa membuang-buang waktu lagi. Pasien sudah banyak kehilangan darah dan ini membahayakannya. Halo, Tuan, Tuan!" Dokter kesal dengan bungkamnya Hariss, ia pun sedikit memekik dan mengguncang pundak lelaki berwajah blasteran itu.
"Hah? I-iya, Dokter. Ada apa?" Hariss baru tersadar.
"Kehilangan banyak darah membahayakan kondisi pasien. Karena itu kami membutuhkan pendonor dengan golongan darah yang sama secepatnya. Apalagi, golongan darah ini sangat langka, kami butuh kerjasama keluarga pasien dalam hal ini. Mohon maaf karena rumah sakit ini tidak memiliki ketersediaan golongan darah Rh negatif."
Lagi-lagi penjelasan dokter mengacaubalaukan dunia Hariss.
"Coba tanyakan pada anggota keluarga yang lain, Tuan. Kami pun akan berusaha mendapatkannya."
Hariss keluar dari ruangan dan berjalan menemui Vlora dengan perasaan tak menentu.
"Golongan darahnya pun tidak sama denganku," ucap Vlora yang juga begitu kaget. Wanita itu semakin menangis karena golongan darah anaknya sangat langka. Pikiran buruk berseliweran membuatnya semakin ketakutan.
"Hentikan tangisanmu, Vlora! Mikir bagaimana kita dapatkan golongan darah itu. Kita harus cari ke mana, Ra? Lo juga, Riss. Jangan diam aja! Kalian gak dengar apa kata dokter? Given dalam bahaya woiiii!" Jihan berteriak kesal.
"Lakukan apapun, Riss. Jangan kecewakan aku untuk kedua kalinya!" ucap Vlora dengan suara pelan.
Perkataan itu bagai tamparan yang menyadarkan Hariss atas apa yang pernah ia lakukan, sekaligus menghadirkan sebuah keraguan dalam benaknya. Tidak ada respon apapun darinya. Hanya sebuah sentuhan di kepala Vlora tuk menenangkan wanita itu.
Belum juga Hariss bergerak pergi, seorang perawat berlari keluar memberitahukan kondisi Given yang semakin lemah. Jika tidak mendapatkan donor darah secepatnya, nyawa anak itu mungkin tidak akan tertolong.
Vlora semakin kacau. Ibu muda berparas cantik itu rasanya ingin menangis dan berteriak menyalurkan ketakutan yang menghimpitnya saat itu. Akan tetapi ia sadar, sekeras apapun dia berteriak bahkan meraung, hal itu tidak akan pernah membantu anaknya.
Di tengah-tengah kekacauan, kekhawatiran, dan kepanikan yang tercipta saat itu, seseorang datang dan menawarkan pertolongan pada mereka. Semua mereka yang ada saat itu mematung tidak percaya dengan pikiran-pikiran penuh tanya di benak masing-masing.
"Ambil saja darahku, Suster. AB Rhesus negatif."
...🌷🌷🌷...
...To be continued .......
...***...
...Jangan lupa like dan komen 📌...
...____________________________...
...✨...
...✨...
...✨...
Sambil menunggu bab selanjutnya, mampir di karya temanku juga yah ....