
...~ Happy Reading ~...
...____________________...
...*...
...*...
...*...
"Mommy!"
Vlora tersenyum sembari merentangkan kedua tangan menyambut anaknya yang baru saja keluar kelas. Ibu dan anak itu berpelukan sebentar lalu melangkahkan kaki keluar gerbang.
Wanita ceking itu lalu menggandeng tangan sang putra hingga masuk ke dalam mobil, dengan mengabaikan wajah-wajah heran yang menatapnya.
Sejujurnya, Vlora risih dengan hal itu tetapi, ia memaklumi. Ini adalah pertama kali ia mengantar-jemput sang anak, wajar saja para orang tua yang juga mengantar jemput anak mereka, menatap ia seperti itu.
"Thank you, Mommy!" ucap Given sembari memeluk ibunya.
Keduanya kini telah berada di dalam mobil, dengan wajah Given yang teramat bahagia.
"Buat apa, Sayang?" tanya Vlora sambil mengusap kepala bocah itu.
"Udah mau datang di sekolah buat nganter jemput Giv." Si kecil berwajah tampan itu bergelung manja dalam pelukan sang ibu.
"Apa ini? Katanya sudah gede, gak mau dipeluk-peluk lagi sama mommy," goda Vlora terhadap anaknya.
Bocah menggemaskan itu seketika melepas pelukannya dan menjauh dari sang ibu. Ia lalu membenahi cara duduk dengan baik, sementara Vlora tertawa melihat tingkah putranya.
"Giv, mau sampai kamu sebesar apapun, usia berapapun, kamu tetap jadi Given kecilnya mommy, Sayang." Tangan Vlora terangkat, kembali mengusap kepala putranya.
"Sekarang mommy mau tanya, boleh 'kan?" Vlora memastikan terlebih dahulu. Begitu mendapat anggukan dari anaknya, baru ia bertanya.
"Kemarin, Giv sama onty Jihan kemana?" Vlora memposisikan tubuhnya agak miring supaya dapat melihat wajah putranya dengan sepenuh.
Pertanyaan Vlora membuat wajah tampan Given yang tadinya berubah datar, seketika berseri. Ada binar menggebu tersirat di manik hitamnya.
Bocah lelaki itu menatap sang ibu dengan raut bahagia.
"Giv sama onty kemarin habis jalan-jalan di istananya grandma. Keren banget istananya, Mom. Seperti dalam dongeng yang sering Mommy ceritakan buat Giv. Semuanya indah sekali, apalagi ada onty Hil yang cantik dan baik. Given mau ke sana lagi, Mom," tutur bocah itu panjang lebar dengan penuh semangat.
Ekspresi Vlora menganga tidak percaya, melihat sang putra yang tampak berbeda dari biasanya. Jangankan dengan orang lain, dengannya saja, anak lelaki itu masih bersikap seperti sebongkah es di Kutub Utara.
Namun, yang membuat Vlora tidak habis pikir, bisa-bisanya anak itu menyebut orang lain dengan panggilan grandma dan juga onty selain Jihan.
"Grandma dan onty Hil? Siapa mereka?" tanya Vlora penasaran.
"Mommy tau gak? Grandma sangat baik sekali, begitu juga dengan onty Hil. Katanya, mereka suka dan sayang sama Giv. Grandma bilang, nanti Given boleh main lagi ke sana. Kapan onty Jihan ke sana lagi, Mom? Giv mau ikut." Bocah itu berbicara dengan sangat cepat.
Vlora sampai speechless dibuatnya. Wanita cantik itu tidak tahu harus menanyakan apa lagi pada sang anak saking herannya. Akan tetapi, ada perasaan senang yang menyelip di antara ketidakpercayaannya. Senang karena anaknya sudah bisa beradaptasi dengan orang lain selain dirinya dan beberapa orang terdekat.
"Em, terus ada siapa lagi di sana, Sayang? Apa hanya ada grandma dan onty Hil?" tanya Vlora.
Sebenarnya ia hanya ingin memastikan sesuatu, seperti yang diceritakan oleh Jihan.
Mereka itu Tuan dan Nona Muda Alexander. Rumornya, lelaki yang kamu caci maki itu adalah gunung es di Kutub Utara. Dia sangat berbahaya, Vlora. I think ... kamu akan ada dalam masalah.
Vlora mengingat perkataan Jihan saat di butik tadi. Sejujurnya, ada sedikit takut yang menggerayangi jiwanya.
Given tampak berpikir, sebelum menjawab pertanyaan ibunya. "Ada banyak pelayan, Mom. Dan juga ... ada uncle tampan tapi sangat membosankan," ucapnya.
"Eh, kok membosankan? Memangnya apa yang dilakukan uncle itu?" tanya Vlora semakin penasaran.
Sepertinya, sedikit dari cerita Jihan di butik tadi, sudah bisa ia terawang dari jawaban Given. Di samping itu, pertemuan yang berawal kesialan pagi tadi, cukup untuk menambah penjelasan.
"Uncle-nya tidak suka ngomong, sudah gitu tatapannya seram sekali, Mom. Tapi Given tidak takut, malah Given seneng liat uncle ganteng," ujar si bocah.
Hmm, bener-bener persis seperti kejadian tadi. Menyebalkan sekali memang, Giv. Tapi gimana dengan yang dikatakan onty Jihan? Masalah apa yang akan menimpa mommy?
Vlora membatin sambil manggut-manggut memahami cerita anaknya. Namun, rasa khawatir pun semakin besar menaungi perasaannya.
Ia kemudian merogoh ponsel dari dalam tas kecilnya, lalu mendial beberapa digit pada screen, kemudian melakukan panggilan.
📲 "Gimana caranya aku minta maaf ini, nes? Bantuin ...."
...🌷🌷🌷...
...To be continued .......
...*...
...*...
...*...
...Jangan lupa jejaknya yah ❤️...
..._____________________________...
Promo lagi gaesss, mampir yah kalo suka 😍