
...~ Happy Reading ~...
..._____________________...
...***...
Jarum jam terus berputar tanpa bisa dicegah, waktu setia bergulir hingga pagi menyapa kembali. Rumah kecil Vlora pagi itu, tampak sedikit berbeda dari biasanya.
Wanita cantik itu tampak sibuk berjibaku di dapur dari pagi buta, membuatkan sarapan untuk sang putra dan tamu yang tidak diundang.
"Good morning, Mom! Giv sudah siap!" seru Given mengagetkan ibunya.
Vlora berbalik dan mendapati sang putra sudah siap dengan pakaian seragam sekolahnya.
"Morning, Sayang! Yang pakaikan siapa?" tanya Vlora dengan kening yang mengerut.
Pasalnya, bocah tampan itu belum sepenuhnya bisa berpakaian serapi yang tampak sekarang. Ke sekolah tiap hari pun, Vlora masih harus membantunya untuk bersiap.
"Uncle tampan yang pakaikan," ucapnya dan langsung mengambil tempat duduk.
Vlora lalu bergegas menyajikan sarapan di meja. Dalam hati, ia berharap dua makhluk itu segera pergi dari rumahnya. Bukan apa-apa, tetapi kehadiran mereka membuat tidak dapat tidur dengan nyenyak semalaman. Alhasil, pagi ini ia sangatlah mengantuk.
Ngapain mereka lama-lama di sini? Kek orang susah lagi numpang ....
Sungut Vlora dalam hati. Tidak lama setelah itu, muncul lelaki menyebalkan yang lagi-lagi berhasil membuat jantung Vlora berdegup kencang.
Tanpa permisi atau undangan khusus layaknya tamu pada umumnya, tuan muda itu langsung bergabung dan duduk di samping Given. Kedekatan mereka menimbulkan keheranan bagi Vlora maupun asisten Zack yang juga ada di sana saat itu.
Dua makhluk itu hanya berdiri dan menyaksikan yang dilakukan Given dan Tuan Muda. Meski diajak sang putra untuk bergabung, Vlora menolak dengan mantap.
Tidak lama setalah itu, Given berangkat ke sekolah diantar oleh lelaki yang dipanggilnya uncle. Vlora sempat melarang tetapi anak itu terlihat begitu bersemangat bersama lelaki tampan yang semalam menemani tidurnya.
Vlora lalu membiarkan saja dan ia bergegas ke butik. Sampai di sana, Jihan heran melihat sahabatnya yang datang sedikit telat disertai dengan mata panda. Vlora pun menceritakan apa yang terjadi semalam, membuat Jihan terbelalak tak percaya.
"Seirius dia nginap di rumah Lo?" tanya Jihan antusias.
Vlora mengedikan bahunya acuh. Wanita satu itu tampak sangat mengantuk dan kelelahan.
"Hmm, kek orang susah yang lagi numpang makan dan tidur. Lucu banget," jawab Vlora dan langsung mengerjakan tugasnya.
Jihan bangkit dari duduk dan mendekati Vlora. "Kalian tidur bersama?"
"Lo sin*ting? Periksa kejiwaan gih," hardik Vlora dengan mata melotot. "Dah sana, gua mau kerja cepat biar bisa istirahat dan tidur," imbuhnya.
Jihan tidak lagi bertanya apa-apa meski ia penasaran setengah mati.
...***...
Siang harinya, Given pulang sekolah dijemput lagi oleh uncle tampan. Bocah itu tampak sangat bahagia. Kehadiran lelaki yang ia kagumi itu rupanya mengundang perhatian banyak orang di sekolah. Baik itu teman-temannya, maupun orang tua murid yang datang menjemput anak-anak mereka.
"Hei, Giv! Is he your daddy?" tanya segerombol anak-anak dengan pakaian seragam pada Given.
"Yeah, he is my daddy!" jawab Given dengan senyuman.
"He is very handsome like you," ucap seorang bocah perempuan.
Given tersenyum dan segera berhambur memeluk lelaki yang sepertinya sudah lama menunggu sedari tadi.
"Maafkan Giv, uncle!" ucap Given saat mereka sudah duduk di dalam mobil.
"Maaf untuk apa?" Pria itu mengurutkan kening menatap bocah di sampingnya.
"Teman-teman menanyakan apakah uncle daddy-nya Giv? Giv bilang, iya. Maafkan Given, uncle! Dan tolong jangan beritahu mommy!" Ia menunduk sedih.
Tuan muda itu lalu menepuk pelan pundaknya. "Anggaplah seperti yang kamu mau! Dan ini akan menjadi rahasia kita berdua, tenang saja."
Given senang mendengar itu. Tanpa permisi, sekali lagi ia memeluk lelaki di sampingnya.
"Terima kasih, Uncle!"
...***...
Di belahan benua Eropa, tepatnya di selatan Britania Raya, ibu kota Skotlandia, keluarga besar Alexander tengah membahas rencana mereka untuk ke Indonesia. Tampak sedikit perdebatan dan pertimbangan yang terjadi.
Hariss menolak untuk berangkat bersama orangtuanya. Pikirnya, tidak ada yang akan mengurus dan memantau langsung ALXΒ³H group. Sementara itu, Nyonya Glad berkeras hati ingin ikut dan menemui cucunya yang lama hilang.
"Meraka akan ke sini juga, Mom! Hariss dan kakak akan membawa mereka. Bersabarlah, Mom!" ucap Tuan Muda Alexander yang kedua, menenangkan sang ibu.
Alhasil, mereka sepakat membiarkan Hariss pergi sendiri.
Sementara itu, seorang wanita sedang merencanakan hal buruk bagi Hariss sendiri.
"Aku akan mengikutimu ke manapun kau pergi, Tuan Muda Hariss. Sepeti kau yang menghancurkan harapanku, maka yang kau harapkan pun akan ...." ucap wanita itu lalu meniupkan segenggam debuh di tangannya. "Hancur dan lenyap," imbuhnya dengan tawa jahat.
...π·π·π·...
...To be continued .......
...____________________...
...Jangan lupa like dan komen π...
...β¨...
...β¨...
...β¨...
Baca juga novel karya teman AG yang satu ini guys π