Not You

Not You
75. Ada Apa Dengan Mommy?



...~ Happy Reading ~...


...____________________...


...***...


Mendengar jawaban calon menantunya, jantung wanita tua nan cantik itu berdetak sekali saja. Namun, teramat kuat membenturkan kekejutan besar hingga melemahkan seluruh tulangnya.


Matanya membola tak percaya dengan bibir yang bergetar kaku. Ia hendak mengatakan sesuatu, tetapi rasanya terlalu berat dan sulit, hingga tiba-tiba semuanya terasa gelap dan tubuhnya pun ambruk.


"Mommy!" pekik Vlora histeris.


Vlora tersentak dan secepat kilat menahan tubuh sang calon mertua agar tidak terjerembab ke lantai.


"Mom, Mommy!" pekiknya lagi. Vlora mendadak ketakutan karena membuat nyonya besar itu pingsan.


"Riss! Hariss!" teriak Vlora dengan kencang. "Siapapun di sana, tolong aku!" Lagi ia berteriak karena tidak mampu lagi menahan bobot tubuh calon mertuanya.


Mendengar teriakan calon menantu Alexander, membuat semua pelayan berlari kocar-kacir dari dalam sana.


"Ya, Tuhan! Nyonya!" seru kepala pelayan di rumah besar itu begitu kaget.


"Tolong aku, Lori," ucap Vlora dengan cepat.


Namun, para pelayan itu tidak ada yang bergegas menolongnya. Semua mereka hanya menatap dengan diam dan panik.


"Kenapa kalian diam saja? Apa yang kalian tunggu?" bentak Vlora karena kesal.


"Ta-tapi, Nona ... ka-kami tidak berani menyentuh–"


"Riss! Hariss!" teriak Vlora lebih kencang lagi menghentikan ucapan kepala pelayan.


Tidak lama setelah itu, Hariss muncul dengan tergesa-gesa dari dalam, dengan seorang pelayan yang tergopoh-gopoh mengikuti langkahnya.


Pria tampan itu langsung meraih tubuh ibunya lalu membopong masuk ke dalam rumah. Tidak lupa ia menyuruh Lori memanggil dokter keluarga untuk segera datang.


"Apa yang terjadi?" tanya Hill yang ikutan panik.


"Tidak apa-apa, Sayang. Mommy hanya pingsan," jawab Hariss menenangkan.


Setelah membaringkan sang ibu di kamar, Hariss meminta Hill dan Lori menjaganya sebentar. Ia lalu menarik lembut tangan Vlora, membawanya agak menjauh dari kamar.


"Ada apa dengan mommy? Kenapa bisa sampai pingsang?" tanya Hariss dengan penasaran.


"Gak tau, Riss. Mommy tadi ngajak ke taman, trus nanya nama mama dan papa. Ya, aku bilang, habis itu mommy diam aja kaya kaget dan tiba-tiba ... itu pingsan. Beneran aku gak ngapa-ngapain," jelas Vlora dengan nada lirih di akhir kalimatnya. Setiap berbicara dengan Hariss berdua saja, ia selalu menggunakan bahasa Indonesia dengan aksen Jakarta.


Hariss membawa ibu satu anak itu ke dalam pelukannya, sekedar mengusir ketakutannya.


"Tenanglah! Tidak apa-apa, Sayang. Ini bukan salahmu," ucap Hariss lembut, tetapi pikirannya sedang bergelut dengan kata-kata Vlora tadi.


Mommy menanyakan orang tuamu? Rasanya wajar saja karena tidak lama lagi mereka akan menjadi besan. Tapi ... kenapa kaget sampai pingsang?


...***...


"Bagaimana keadaan mommy, Dokter Douglas?" tanya Hariss. Saat melihat sang dokter yang tidak lain adalah teman baik kakaknya keluar dari kamar sang ibu, Hariss mendekat dan menanyakan keadaan ibunya.


"Beliau hanya sedikit kecapean dan butuh istirahat," jawab sang dokter. Sebenarnya Nyonya Glad sudah siuman, tetapi ia berpesan untuk tidak ingin menemui siapapun.


Dokter Itu pun berpesan pada Hariss dan yang lainnya untuk tidak mengganggu beliau saat ini. Dia pun berpamitan karena masih ada jadwal periksa dengan banyak pasien lainnya.


Saat Hariss kembali ke kamar ibunya setelah mengantarkan sang dokter ke depan, ia kaget mendapati sang ibu yang tengah terisak pilu. Tidak ingin mengusik, Hariss pun berniat menutup kembali pintu itu.


"Kenapa? Ada apa dengan mommy?" tanya Hariss, entah pada siapa.


Pikirannya teralihkan begitu melihat Hae dan asisten setianya berjalan cepat ke arahnya.


"Kakak," ucapnya lirih.


"Apa yang terjadi dengan mommy?" tanya Hae begitu tiba di depan pintu kamar ibunya.


"Mommy ha–" Belum juga menjawab, kakaknya sudah menyelonong masuk ke dalam kamar.


Hariss menganga sambil beralih menatap Zack yang masih berdiri di hadapannya. Kebingungannya sedikit terjawab begitu melihat tatapan tajam lelaki itu pada Vlora yang baru saja datang dan berdiri di sampingnya.


"Bagaimana dengan mommy?" tanya Vlora pada Hariss. Wanita cantik itu mengabaikan Zack yang masih ada di sana. Sejujurnya, ia hanya berdalih dari rasa yang mendadak tak keruan saat melihat mantan tuannya ada di sana.


Melihat situasi yang tidak bersahabat, Hariss lalu menarik Vlora dengan lembut dan meninggalkan tempat itu. Zack masih menatap hingga keduanya menghilang dari sana.


Apa dia merasakan sesuatu? ....


...🌷🌷🌷...


...To be continued .......


...***...


...Jangan lupa like dan komen 📌...