Not You

Not You
50. Tidak Sengaja



...~ Happy Reading ~...


...____________________...


...***...


Kedatangan Vlora di hotel tempatnya bekerja hari ini, cukup mengundang perhatian beberapa karyawan lainnya. Penampilan dirinya yang baru, membuat banyak pasang mata menatap kagum.


Wanita cantik yang baru saja menyandang status janda muda beberapa waktu lalu itu, memang miliki daya tarik tersendiri di mata kaum adam. Pesonanya berkali-kali lipat setelah dimodifikasi oleh sahabatnya.


Tidak tanggung-tanggung, beberapa karyawan pria iseng menggodanya, yang hanya ditanggapi Vlora dengan senyuman manis. Di tempat kerjanya, tidak ada yang tahu bahwa si cantik itu sudah pernah berumahtangga dan pada akhirnya karam.


Sekarang hanyalah sosok seorang Yura yang mereka kenal.


"Selamat pagi, Mba-"


"Oh, thank you so much sudah datang di waktu yang tepat, Yura!"


Seseorang dengan cepat menarik tangan Vlora dan membawanya menuju ruang kantor room service. Baru saja masuk dalam ruangan tersebut, dering telepon sudah menyambut mereka.


Seorag yang tidak lain adalah order taker, segera mendorong tubuh kurus Vlora untuk maju dan menerima telepon.


Vlora bingung dan berbalik ingin bertanya, tetapi wanita dengan jabatan order taker itu terus saja membalikan tubuhnya disertai dorongan kecil.


Tidak punya pilihan, ragu-ragu Vlora menerima panggilan itu dengan bingung, sementara dia yang bertugas pada bagian itu hanya berdiri dan menyaksikan yang dilakukan Vlora.


☎️ "Good morning, Room service, this is Yura. How may i help you?"


Vlora berbicara sambil matanya melirik wanita cantik yang berdiri di sampingnya. Tangannya bergerak cepat mencatat pesanan dari seseorang di balik telepon.


Kebingungannya ternyata baru terjawab setelah menyudahi penggilan dari costumer.


"Ooohhh, jadi itu? Aku pikir ada kesalahan apa gitu dan bakal dimarahin," ucap Vlora sembari terkekeh.


Namun, tidak ada respon dari order taker yang masih berdiri di sana, maupun beberapa teman kerja lainnya yang juga ada di sana. Keningnya mengernyit memihat tatapan aneh yang tertuju padanya.


"Hellow, ada apa?" tanya Vlora sembari menggoyangkan tangan di hadapan orang-orang di sana.


"Aku masih gak percaya ini beneran kamu, Yura. Aku pikir, salah orang tadi. Tapi pas dengar kamu ngong sama costumer, baru percaya aku." Ucapan order taker itu membuat yang lain mengangguk, seolah setuju dengan pernyataan itu.


"Iya, Mba Yura. Mba-nya cantik banget hari ini," ucap salah satu dari teman room service dari bagian waiter.


Vlora menanggapinya dengan senyuman disertai gelengan kecil.


"Ah, tidak perlu, Ra! Biar yang lain saja, kamu tinggal mengantarkan ke kamar yang bersangkutan," ucap wanita itu.


Vlora hanya menuruti dan melakukan seperti apa yang diperintahkan. Namun, ia bingung, mengapa sampai costumer tadi yang menelpon, ingin dilayani olehnya.


Beberapa menit berlalu, pesanan pun siap dan giliran Vlora yang mengantarkannya ke kamar nomor xxx.


Beberapa meter masih jauh dari kamar yang ia tuju, di sebelahnya Vlora menangkap sosok dua orang yang ia temui beberapa hari lalu di lobi, hendak keluar dari kamar.


Ia berhenti sejenak lalu bergegas menaikan masker yang terselip di bawah dagu, memasangkan dengan sempurna, menutupi sebagian wajahnya.


Ia kemudian menunduk dan melihat pesanan yang masih tertata di atas trolly. Entah apa yang dilakukanya, hingga sebuah senyuman terukir di balik masker yang ia kenakan.


Vlora kembali melanjutkan langkahnya sambil mendorong trolly. Saat tiba di dekat dua orang itu, tiba-tiba saja ....


"Aaauh ... aauuuhh ... panas, panas, aduh duh," pekik seorang wanita disertai ringisan.


"Sayang ... oh ****! Apa kau buta huh?" umpat seorang lelaki yang baru saja hendak menolong pasangannya. Namun, accident yang sama kembali menimpanya.


"Ah, ma-maaf, Mba! Maaf, Mas! Saya tidak sengaja," ucap Vlora terbata sambil menunduk.


"Aaaarrrrggghhhhh, waiters kurang ajar, gak tau diri. Kamu bilang gak sengaja? Ini jelas-jelas kamu dorongnya gak bener, tujuannya ke kita. Matamu buta, gak liat tuh di sana masih luas jalannya?" geram seorang wanita sambil memegang bajunya yang tampak basah dan kotor.


"Honey, kamu liat perbuatan wanita bo*doh ini, baju aku jadi kotor, penampilanku jadi rusak 'kan," adunya pada pria yang diduga kekasihnya.


Di balik masker yang dikenakannya, segaris senyum semakin mengembang.


Baru permulaan. Let's play the game ....


...🌷🌷🌷...


...To be continued .......


...____________________...


Bab selanjutnya, AG bakal kasih visual buat kian yah 🤩🤩 Semoga suka ❤️


Oh iya, AG punya rekomendasi bacaan buat kalian nih. Sambil nunggu bab selanjutnya yah 🤗