My Obsession Is You

My Obsession Is You
Season II = Keadaan Caroline



Di Indonesia...


Keadaan Caroline semakin terpuruk, bahkan keracunan alkohol itu sangat berdampak bagi dirinya. Keadaan kritisnya ini membuat pilu hati Mama Meldo, biar bagaimanapun Caroline adalah keponakannya. Setiap hari Mama selalu mengirimi pesan untuk Meldo, namun tidak ada satupun yang dibalas oleh Meldo, Dia sungguh tidak peduli dengan keadaan sepupunya itu.


Kini Mama sedang duduk di pinggir ranjang Caroline dengan melihat keadaan Caroline yang begitu memprihatinkan. Tak lama, pintu ruangan itu terbuka, dan tampak Cleo bersama dengan Johan yang masuk kedalam.


"Omaa.." ucap Cleo dengan riang nya.


"Eh, cucu Oma datang." ucap Mama sambil memeluk Cleo.


"Oma, Mama udah bangun belum?."


"Belum sayang. Kamu berdoa yang terbaik untuk Mama, ya?."


"Iya, Oma. Cleo selalu berdoa untuk semuanya, untuk Mama, untuk Papa juga. Cleo sayang sama Mama Papa."


Ucapan Cleo membuat Johan dan Mama begitu terharu, anak ini benar-benar anak baik, tetapi kurang kasih sayang dari orang tua nya. Masih untung nasib baik menghampirinya, ada Oma dan Om nya yang sangat menyayangi nya sehingga Cleo tidak begitu merasa terpuruk.


Tiba-tiba nafas Caroline sesak, ia memompa nafasnya dengan luar biasa. Itu jelas membuat kaget Mama dan Johan. Dengan secepat kilat Johan menekan bell darurat guna untuk memanggil tim medis untuk memeriksa Caroline. Tak lama, datang lah seorang Dokter dan juga jajaran para perawat yang berlari-lari masuk kedalam ruangan Caroline.


"Maaf, silahkan keluar dulu." ucap salah satu perawat yang kepada Mama dan juga Johan.


Mama dan Johan sedang menunggu dengan paniknya. Cleo sudah menangis melihat keadaan Caroline yang kembali sekarat. Johan berusaha untuk menenangkan nya dan mengatakan kalau semua akan baik-baik saja.


45 menit sudah Caroline di periksa dan pada akhirnya Dokter keluar bersama jajarannya. Johan dan Mama langsung mendekat untuk meminta penjelasan lebih dari Dokter.


"Bagaimana, Dok?."


"Ini memang akan rentan terjadi. Karena mungkin selama ini Ibu Caroline mengonsumsi alkohol dalam kuantitas yang besar, baik disengaja ataupun tidak disengaja. Keracunan alkohol termasuk masalah yang serius dan mematikan. Kondisi ini dapat memengaruhi pernapasan, denyut jantung, suhu tubuh, dan gangguan saraf. Tentu itu bisa rentan terjadi. Seperti tadi misalnya, pernapasan Ibu Caroline yang tidak teratur. Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk memulihkan keadaan Ibu Caroline. Banyak berdoa saja, Pak, Bu." ucap Dokter itu pada Johan dan Mama.


Mama dan Johan saling melempar pandang dan menarik nafas mereka dengan dalam.


"Baik, Dok. Terimakasih."


"Sama-sama,Pak. Ibu Caroline sebentar lagi akan segera sadar. Tetapi saat dia sadar nanti, mohon jangan terlalu di tekan, jangan sampai banyak pikiran menganggu dirinya."


"Baik, Dok."


____


Hari sudah sore, Tesi tersentak bangun karena dirinya ketiduran usai mendapat kejutan dari Juan yang bikin ia menjadi tidak mood melakukan sesuatu. Tak lama Tesi juga terkejut saat ia sadar kalau Nathan masih bersama Meldo. Dengan secepat kilat Tesi merapikan rambutnya dan bergegas menuju apartment Meldo.


Di ruang tamu, terdapat Juan, Ibu dan juga Nita. Suasana rumah ini mendadak begitu mencekam semenjak Tesi menolak Juan saat tadi. Ibu menatap Tesi dengan tajam sementara Juan menatap Tesi penuh dengan permohonan. Tesi menelan salivanya dengan gugup saat semua memperhatikannya seperti itu.


"Mau kemana kamu?." tanya Ibu dengan ketus.


"Mau jemput Nathan, Bu."


"Aku anterin ya, Tes?." ucap Juan tiba-tiba.


"Gak usah, Ju. Beneran gak usah. Lagian cuma dekat doang kok dan gak lama. Yaudah, kalo gitu permisi semuanya."


Tesi langsung beranjak dan keluar mencari taxi. Beberapa menit menunggu taxi, akhirnya ia lega bisa masuk kedalam taxi dan menuju apartment Meldo. 20 menit kemudian, Tesi sampai dan langsung menaiki lift. Sesampainya, Tesi langsung menekan bell nya berkali-kali dan keluar lah sosok Meldo yang membukakan pintu dengan senyuman dan mempersilahkan Tesi untuk masuk.


"Kamu gak nyiksa anak aku kan?." ucap Tesi dengan ketus.


"Awas aja kalo macam-macam."


Tesi menghampiri Nathan dan mendekatinya. Nathan sedang asyik bermain robot-robotan yang di belikan oleh Meldo. Nathan sangat senang dengan mainan itu karena kecanggihan nya yang bisa diajak berbicara layaknya manusia.


"Nathan, pulang yuk?." ajak Tesi pada anaknya.


"Ih Mama.. Kenapa cepat banget? Bentar lagi deh, Ma."


"Sayang, ini udah sore loh."


"Gimana kalau kita bertiga jalan-jalan dulu?." sambung Meldo dan bergabung duduk di karpet bulu-bulu bersama Nathan dan Tesi.


"Mau kemana lagi sih, Do? Ini udah sore banget."


"Wah ketauan nih, kamu pasti gak pernah diajak jalan-jalan sama Mama kan, sayang? Hidup kamu pasti penuh dengan kebosanan." ucap Meldo dengan maksud maksud memprovokatori.


"Heh, bagus-bagus ya lu kalo ngomong." balas Tesi dengan ketus.


Ini yang Meldo rindukan dari sosok Tesi. Dia cerewet dan suka berbicara ketus. Meldo tertawa terbahak-bahak karena itu sementara Tesi memasang wajah masam nya.


"Ayo Nathan kita pulang, kamu gak takut? Ada orang gila loh disini. Tuh, lagi ketawa gede banget padahal gak ada yang lucu."


"Jangan pulang dulu dong, kita jalan-jalan dulu. Bentar aku siap-siap." Meldo langsung beranjak untuk mengganti bajunya.


Setelah beberapa menit menunggu, Meldo telah selesai dengan penampilan nya yang begitu menawan. Ketampanan Meldo tidak pernah pudar dimakan waktu, bahkan Tesi melihatnya Meldo semakin tampan dari yang dulu.


"Yuk." ajak Meldo dengan semangat.


"Gak berubah juga ya, tetap lama kalo dandan." ucap Tesi dengan jutek.


"Oh, jadi ceritanya rindu nih?."


"Udah ya gak usah aneh-aneh! Jadi jalan-jalan gak? Kalo jadi, ayo."


"Lah? Kan aku udah ngajakin tadi."


Kini mereka berjalan menuju bassment dan parkiran untuk mengambil mobil Meldo.


"Kamu ada mobil disini?." tanya Tesi dengan heran.


"Hahaha, asal kamu tahu ya? Korea dan seisi nya pun bisa aku beli."


"Dih, songong banget."


Kini mereka masuk kedalam mobil dan Nathan bahagia dengan itu. Meldo pun melajukan mobilnya dengan kecepatan standart.


Tbc..


@@@@@


Mohon maaf karena saya tidak update beberapa hari, dikarenakan saya sedang sakit kemarin. Semoga kita semua diberi kesehatan selalu yaaa 🙏 happy reading, jangan lupa di like , komen dan vote yaa. Terimakasih sudah mampir 🙏