My Obsession Is You

My Obsession Is You
Mencari Tesi



Sesampainya di jogja, Tesi dan Ibu nya langsung bergegas menuju rumah Nenek. Tak terlalu lama untuk menempuh jarak menuju rumah Nenek. Akhirnya mereka sampai dan langsung mengetuk pintu. Alangkah terkejutnya Nenek saat tau anak dan cucu nya akhirnya mampir kerumah setelah sekian lama.


"Nenek apa kabar?." tanya Tesi pada sang Nenek.


"Baik, Nak. Kamu sendiri apa kabar?."


"Baik juga kok, Nek."


Mereka masuk kedalam sambil mengobrol kecil. Sesudah itu Nenek menyuruh mereka untuk beristirahat. Tesi merasa senang karena Ia masih bisa berkunjung kerumah Neneknya. Tapi Ia juga takut kalau sewaktu-waktu Meldo akan menemukannya disini. Namun Ia tetap berpikir positif mengenai itu semua.


"Nak? Sebenarnya ada apa? Kenapa kamu kok mendadak ngajak Ibu berkunjung kerumah Nenek?." tanya Ibu yang membuyarkan lamuman Tesi.


"Emm.. Ibu istirahat aja dulu ya? Ibu kan cape abis jalan jauh." ucap Tesi yang mengalihkan pembicaraan sambil membopong Ibu nya menuju ranjang.


Ibu merasa sangat heran dengan sikap Tesi yang sepertinya sedang ada masalah sekaligus ketakutan. Tak lama Ibu terpejam namun tidak dengan Tesi. Begitu banyak pertanyaan yang menggerogoti otaknya. Dia pun berpikir kalau Ia dan Ibunya tidak bisa tinggal disini dengan begitu saja. Ia merasa Ia harus bekerja untuk membantu Ibu dan Neneknya.


--------


Meldo kembali datang ke laundry untuk menemui Nita. Ia ingin mencari tau lebih tentang alamat keluarga Tesi yang ada di jogja.


Dari kejauhan, Nita melihat kedatangan Meldo. Ia pun panik dan merasa takut.


"Itu kan orang gila tadi? Ngapain lagi Dia kesini?." gumam Nita dengan panik nya.


Ia pun berinisiatif mencari tempat persembunyian. Ia tidak mau harus berhadapan dengan monster itu lagi. Dengan sigap Ia berlari kecil menuju tangga di samping.


"Eh, Tina..Tina.. Sini deh bentar." panggil Nita.


"Ya, kenapa Mbak?." ucap Tina salah satu karyawan di laundry itu.


"Itu didepan ada yang dateng. Cowo, naik mobil sedan, gaya anak kantoran! Nah, kalo misalkan Dia nyariin aku, bilang aja aku udah pulang ya? Oke?." ucap Nita dengan memohon.


"Oh, oke."


"Sip, makasih ya." ucap Nita yang langsung bergegas menuju tangga samping sebagai tempat persembunyiannya, namun sekalian nguping juga dari atas sana.



Tina segera menjumpai Meldo didepan.


"Ada yang bisa saya bantu, Pak? ucap Tina menyambut Meldo dengan ramah.


Ternyata, Meldo tidak datang sendirian. Ia ditemani Ruslan untuk mencari info tentang Tesi.


"Mana si Nita Nita itu?." tanya Meldo dengan ketus.


Di seberang sana Nita mendengar Meldo yang menyebut namanya. 'Dari mana Dia tau nama ku?.' gumam Nita.


"Eumm.. Anu.. Dia udah pulang, Pak." ucap Tina dengan gugup dan tidak menyangka bahwa yang dihadapi nya sekarang adalah manusia es.


"Jangan bohong! Mana Dia? Suruh Dia keluar! Kalo pun Dia beneran pulang, suruh Dia kemari." ucap Meldo kepada Tina.


"Mbak? Ngapain disitu?." tanya Ruslan.


"Hah? Eh? Ssssstttttt. Jangan berisik!." ucap Nita memarahi Ruslan.


Meldo merasa penasaran dengan apa yang dilakukan Ruslan disana. Ia pun ikut mendekat dan langsung Ia mendapati Nita yang sedang meringkuk di tangga itu.


"Heh!! Berani-berani nya kamu bohong ya? Kemari." ucap Meldo dengan ketus kepada Nita.


Nita pun turun mendekati Meldo dengan tertunduk dan takut.


"Dia yang lu cari, Bro?." tanya Ruslan pada Meldo.


"Hm." jawab Meldo dengan ketus.


"Bilang ke gue sekarang alamat rumah Neneknya Tesi di jogja." tanya Meldo sambil menatap Nita dengan tajam.


"Eng...enggak tau." jawab Nita dengan gugup dan masih dalam keadaan menunduk.


"JAWAB!!!." Meldo membentak Nita.


"Bro, jangan gitulah. Dia ketakutan." ucap Ruslan yang berusaha menenangkan Meldo


Meldo tidak menggubris. Dia terus saja memaksa Nita untuk menjawab apa yang menjadi pertanyaan nya. Pada akhirnya Nita pun menyerah dan tidak ingin berlama-lama berhadapan dengan Meldo.


"Iya iya. Rumah nenek nya di jalan XXXX di kota jogja. Tapi saya gak tau dimana nya, Pak. Dulu saya sama Tesi cuma cerita-cerita gitu aja. Beneran, saya gak bohong." jawab Nita yang masih menundukkan kepalanya.


"Udah lah, Bro. Jangan maksa Dia lagi. Seengganya kita udah dapat petunjuk yang cukup besar buat nemuin Tesi." ucap Ruslan kepada Meldo.


"Ayo cabut!." ucap Meldo pada Ruslan yang langsung memutarkan badannya menuju mobil.


"Eumm.. Mbak? Makasih banyak ya atas penjelasannya, hehe. Maaf gara-gara saya Mbak nya jadi ke-gep sama Meldo." ucap Ruslan.


"Emang Tesi ada masalah apa sih sama kalian? Kok sampe segitunya nyariin Dia?." tanya Nita pada Ruslan.


"Yang ngebentak kamu tadi namanya Meldo. Dia CEO ditempat perusahaan saya dan Tesi bekerja. Nah, Meldo rencana mau menikahi Tesi, tapi Tesi nya malah kabur." jelas Ruslan.


"Yaampun! Jadi gara-gara itu? Ya iyalah kabur! Siapa juga yang mau kawin sama monster kayak gitu? Memang sih ganteng, tapi kalo galak nya melebihi emak tiri kayak gitu yaa orang jadi males liat nya. Aduh, bodoh banget sih aku? Kenapa aku malah ngasih tau ke Dia alamat rumah Nenek Tesi? Tau gitu tadi aku lawan aja si monster sialan itu!." ucap Nita yang merasa bersalah.


"Lu kalo masih diem disitu, gue pecat ya, Slan!." teriak Meldo yang kesal melihat Ruslan tak kunjung datang kearah mobil.


"Eh? Iya iya. Yaudah deh, Mbak. Saya pamit ya? Makasih banyak dan Permisi." ucap Ruslan pada Nita dan bergegas meninggalkan Nita.


Mobil mereka pun melaju dengan cepat dan tak menampakkan diri lagi.


"Yaampun, Tesi? Semoga lu baik-baik aja ya." gumam Nita dengan sedikit panik.


Tbc..