My Obsession Is You

My Obsession Is You
Di terima interview



Sesampai nya dikantor, Meldo dan Johan disambut dengan baik oleh para staff maupun karyawan nya. Dengan gaya nya yang menarik dan berkharisma, Dia berjalan menuju ruangannya.



Seperti biasa, Meldo tidak selalu menggubris sapaan dari para karyawannya. Dia membalas hanya dengan mengangguk tanpa senyuman. Hal itu kadang membuat Johan kesal dengan sang Kakak.


"Kak, lu gak bosen hidup dengan ekspresi kayak gitu terus?." ucap Johan sambil berjalan mengikuti langkah Meldo.


"Bisa diem gak?." ucap Meldo yang seketika berhenti dan menatap sinis sang Adik.


Sesampainya di ruangannya, Meldo telah disambut oleh Sekretaris pribadinya, yaitu Ruslan.


"Hei, bro! Nih, gue udah selesaiin proposal yang lu minta." ucap Ruslan dengan bangganya.


"Udah, ya? Gue balik keruangan gue dulu. Bye." ucap Johan sambil berlalu pergi.


"Ya ngapain juga lu disini?." ucap Meldo dengan ketus nya.


Johan sambil menatap sinis sang Kakak dan berlalu pergi begitu saja dan menutup pintu dengan kasarnya.


"Oh ya, gue mau ngasih data yang mau ngelamar jadi Personal Assistant. Ntar gue kirimin ya ke email lu." ucap Ruslan.


"Sekarang!." ucap Meldo sambil menatap layar laptopnya.


"Yaudah iya, sekarang!." ucap Ruslan dengan kesal sambil berlalu pergi meninggalkan ruangan Meldo.


--------


Siang hari pukul 12.00 wib.


"Nit, gue izin pulang dulu, boleh ya?." ucap Tesi.


"Oke, emang lu mau ngapain?." ucap Nita.


"Hehe. Ini.. Gue mau nyiapin berkas-berkas buat ngelamar di perusahaan Christopelago Group."


"Yeay, akhirnya lu turutin juga apa yg gue mau. Semoga kali ini sukses ya, Tes."


"Aamin, makasih Nit."


Tesi berlalu pergi meninggalkan laundry dan bergegas menuju rumah nya.


Sesampai nya dirumah, Dia sangat bersemangat menyiapkan segala sesuatunya untuk melamar di perusahaan ternama tersebut. Dia pun mengupload satu-persatu berkas yang menjadi persyaratan untuk bekerja di perusahaan tersebut.


Klik..


"Selesai. Semoga ini keberuntungan yang baik." gumam Tesi penuh harap.


---------


"Lah? Ada tambahan pendaftar." ucap Ruslan


"Yaudah deh gapapa. Kali aja Dia punya pengalaman yang bagus." lanjut Ruslan sambil mengotak atik komputer yang ada didepannya.


Disisi lain, diruangan Johan..


"Ya? Hallo tante?." ucap Johan yang berbicara dengan Tante nya lewat telfon yang sedari tadi berdering.


"Jo, kamu tolong bawain gaun Tante ke Flower Laundry, ya?." ucap sang Tante.


"Lah? Kan ada mesin cuci dirumah, Tan? Kurang canggih apalagi tu mesin cuci? Masa iya gak bisa nyuci gaun?."


"Bukan itu masalahnya! Bi Inah gak tau cara nyuci gaun nya, gaun itu gak sembarangan nyucinya, Jo! Makanya Tante suruh kamu bawain ke Flower Laundry."


"Yaudah deh, Tan! Johan otw."


Johan menatap layar ponsel nya sejenak dengan malas dan bangkit dari duduknya. Johan berjalan menuju parkiran untuk mengambil mobilnya, dengan langkah gontai Ia menyusuri mobilnya. Namun tiba-tiba langkahnya terhenti saat Meldo memanggil nya.


"Heh, mau kemana lu?." ucap Meldo.


"Tadi Tante nyuruh gue anter gaun nya ke laundry. Yaudah, gue jalan dulu."


"Eh tunggu! Ngapain? Kan ada mesin cuci dirumah?."


"Tau tuh, emak lu ribet. Udah ah, gue cabut dulu ya."


Tanpa menggubris lagi, Johan langsung masuk ke mobil nya dan melajukannya dengan kecepatan sedang. 30 menit kemudian, Johan sampai dirumah dan mengambil gaun yang akan dibawa ke laundry lalu melaju menuju laundry. Saat sampai di laundry, ada Tesi disana yang sudah kembali lagi ke Laundry untuk melanjutkan pekerjaan nya.


"Mbak, nyuci dong?." ucap Johan dengan santai.


"Oh iya, Mas. Bentar ya." ucap Tesi yg segera merapikan beberapa pakaian.



Seketika Johan bengong dan terpana menatap gadis yang ada didepan nya.


"Cantik.." ucap Johan dalam hati sambil tersenyum.


"Mas? Hallow? Jadi nyuci gak?." ucap Tesi yang membuyarkan lamunan indah Johan.


"Oh ini Mbak, yang mau di cuci."


"Oke di timbang dulu ya."


Selesai menimbang..


"Buset, gaun apaan berat nya 3 kg? Wkwk." tanya Tesi yang merasa heran.


"Itu gaun Tante saya, Mbak. Ribet emang orangnya."


"Mau ekspress apa gimana, Mas?."


"Hah? Maksudnya?." ucap Johan heran karena Dia memang tidak pernah melakukan hal ini sebelumnya.


"Maksudnya, mau di cuci cepat siap, apa gimana? Dan itu harganya beda ya, Mas."


"Yang cepat siap aja deh, Mbak."


"Ok. Mau di tunggu? Apa diambil nanti aja? Soalnya saya liat dari penampilan, Mas nya masih harus kerja deh."


"Nanti aja Mbak saya ambil. Btw, nama Mbak siapa? Hehe."


"Saya Tesi. Nama Mas nya siapa?."


"Ehem, ngajak kenalan balik nih ceritanya?." ucap Johan dengan pede nya.


"Ini, untuk nama baju nya, biar tanda. Kan yang mau nyuci banyak, Mas."


Seketika kepercayaan diri Johan ambyar mendengar penjelasan dari Tesi.


"Emm.. Nama saya Johan. hehe."


"Oh, oke. Ambil aja nanti kalo Mas nya udah pulang kerja! Kita tutup jam 8 malem ya, Mas. Jadi Mas nya harus dateng jemput bajunya sebelum jam 8."


"Oke." Ucap Johan sambil menyelesaikan transaksi perlaundryan itu.


----------


Diruangan Meldo..


"Besok suruh semua yang daftar dateng untuk interview." ucap Meldo sambil mengecek data-data orang yang mendaftar sebagai Personal Asssistant nya.


"Hah? Semua? Lu yakin?." ucap Ruslan heran.


"Yang daftar cuma 4 orang! Ya gak masalah lah semua dateng interview."


"Yaudah, iya."


----------


Pukul 20.00 wib..


"Eh, Mbak! jangan tutup dulu. Saya mau ambil baju yang tadi." ucap Johan yang mengahalangi Tesi menutup pintu laundry nya.


"Yaelah, Mas! Bukannya daritadi datengnya. Yaudah bentar." ucap Tesi yang sedikit kesal.


"Hehe. Maaf, Mbak. Saya banyak kerjaan jadinya baru bisa sekarang."


Saat sedang memberikan gaun itu kepada Johan, handphone Tesi berbunyi dan mendapatkan notifikasi berupa email yang berisikan tentang interview di Christopelago Group. Tesi pun senang bukan kepalang, dengan buru-buru Dia memberikan gaun itu pada Johan dan bergegas menutup laundry, lalu pulang memberi tau kabar bahagia ini kepada Ibu nya.


"Mas, udah ya, saya balik dulu." ucap Tesi dengan bahagianya.


"Lah? Kenapa, Mbak? Tiba-tiba bahagia gitu?." ucap Johan heran.


"Saya dipanggil interview di Christopelago Group. Perusahaan ternama ituloh."


"Hah? Serius? Mbak, saya itu....." ucap Johan yang di potong oleh Tesi.


"Udah ah Mas, saya mau balik. Byee." ucap Tesi yang berlalu pergi.


Awalnya, Johan mau bilang bahwa dirinya bagian terpenting dari perusahaan itu.


Tbc..