My Husband Is Mafia

My Husband Is Mafia
9



"Zee, Zee" Teriak Max dari luar sambil membuka pintu ruangan Zee dengan keras


"Max bisa ngk buka pintu yang elit dikit" Ujar Zee dengan dingin


"aduh besok aja deh, ini gawat Zee markas kita di serang Mafia Black fores" Ujar Max


"Aku sudah tau" Jawab Zee santai


"ha? " Max memasang tampang cengo. Dia tidak habis fikir dengan cara fikir Zee. Kata nya tau, tapi kok masih santai gitu.


"ngk usah pasang tampang bodoh seperti itu"Ujar Zee lagi dengan tanpa dosa nya


"Apa kata kamu? dasar ketua sinting. sekarang jelaskan" ujar Max dengan nada ketus


Jika bukan karena sahabat, sudah Max kubur hidup hidup ini orang. Dari tadi dia berteriak seperti orang gila, dan ternyata si Kulkas berjalan ini sudah tau permasalahan nya. Dan malah membiarkan dia seperti orang kesetanan. Benar benar Daebak, kalo kata orang korea.


"Itu hanya jebakan buat mereka, aku sudah tau dari jauh hari jika Black fores ingin menyerang.Maka dari itu aku aku memindahkan Markas kita ke tempat baru. Nanti aku Share Loc. Dan orang orang di markas lama itu bukan orang orang kita, tapi para pengkhianat yang sengaja aku tempat kan di sana. Setiap sudut ruangan sudah terpasang Bom. Saya mereka memasuki ruangan tersebut untuk melakukan penyerangan disaatt itu lah, semua nya berakhir. Tempat itu akan meledak dan hancur seperti debu." Jelas Zee dengan panjang lebar


"wahhh benar benar sempurna. Strategi kamu dalam dunia Mafia memang tidak akan ada tandingan nya. Semua orang tidak bisa memprediksi apa yang ada dalam fikiran mu" Jawab Max lagi


"hhhhmmmm"


"kalo begitu, aku tenang. ya sudah deh aku pulang aja. lama lama di sini sama kamu bikin aku tambah puyeng"


"maxx" ujar Zee dengan nada yang memperingatai


tapi emang dasar Max tidak akan pernah takut dengan Zee, dengan cuek nya tetap melangkah keluar tanpa mengindahkan omongan Zee.


"Dasar teman gila, ngk ada sopan santun nya"


ujar Zee kesal sambil beranjak dari duduk nya untuk pulang ke apartemen


***


Zee baru memasuki apartemen nya, terdengar suara Mama nya sedang mengobrol sambil bercanda dengan seseorang. Siapa lagi kalo bukan Nunu, Zee heran kenapa mama nya begitu suka dengan gadis itu.


"ohh Zee kamu sudah pulang? kalo begitu ayo kita makan.Kita semua lagi nungguin kamu buat makan malam" Ujar Ny.Pruk


"hhhhmmm"


"cksh anak kamu tu pa, kulkas berjalan. Mama nya sudah berbicara panjang lebar dia cuma bilang Hhhmm. ngeselin ngk tu" Ujar Ny.Pruk lagi


"udah, ayo sekarang kita makan. Nanti saja di lanjut debat nya."


Nunu hanya memandang sendu melihat interaksi keluarga dari Zee. seandainnya kedua orang tua nya masih hidup pasti keluarga nya jauh lebih manis dari pada ini.


"kenapa sayang?" Tanya Ny.Pruk panich


"bukan apa apa Mom"


"kalo bukan apa apa, ayo sekarang kita makan. kamu harus makan yang banyak"


"khab mom"


skip


"zee kesini dulu mama ingin bicara"


"apa ma"


"mama sudah memutuskan pernikahan kalian akan di adakan seminggu lagi, masalah ini itu nya biar mama yang ngurus."


"Apa?" tariak Zee terkejut


"plaakkk" Ny.Pruk menggeplak kepala anak nya pelan.


"sakit ma" ujar Zee pelan


"siapa suruh kamu teriak gitu, kamu mau bikin mama jantungan"


zee hanya memutar bola mata nya malas melihat mama nya yang terlalu hiperbola.


"apa sih ma"


"udah, pokok nya ngk ada bantahan"


"emang dia setuju?" tanya Zee memastikan


"setuju kok, iya kan sayang?" Tanya Ny.Pruk kepada Nunu


"hhmm itu Mom, hhhmm terserah Mom aja."


"Sudah kan ma, Zee mau istirahat"


"ok, mama juga mau pulang. Nunu mama pulang dulu ya, nanti kalo Zee ngapa ngapain kamu bilang sama mama. Biar mama hanyutkan dia ke sungai amazon"


"khab Ma"


selepas kepergian kedua orang tua nya, Nunu ingin kembali ke kamar tapi langkah nya di hentikan oleh Zee.


"ikut saya sebentar"


"khab"


sesampai diruang kerja Zee.


"sekarang kamu jujur, apa tujuan kamu menerima pernikahan ini?" Tanya Zee dengan nada dingin. jangan lupakan sorot mata nya yang tajam melihat kearah Nunew


"ngk ada Khun" Jawab Nunu pelan sambil menunduk. Dia merasa sedih karena Zee tidak mengingat nya lagi. bertahun tahun dia menunggu moment pertemuan dengan Zee, berharap ketika mereka bertemu Zee akan merangkul nya karena rindu.Ini jangan kan merangkul, menatap Nunu saja seperti menatap musuh.


"kamu ngk usah bohong, ingat ya jika kamu ketahuan berbohong. bersiap lah untuk menerima neraka dunia yang sesungguh nya" Ujar Zee dengan nada yang kejam


Mendengar ucapan Zee, tiba tiba tubuh Nunu bergetar hebat. kalimat itu, kalimat yang sama di ucapkan oleh Om Fluke setiap dia menyiksa Nunu. Tiba tiba tubuh nya merosot kebawah, mata nya terpejam erat dengan air mata yang jatuh dari mata Nunu. Jangan lupakan racauan frustasi nya


"Tidak, tidak, ampun om. jangan pukul Nunu lagi, Ampun Om" Racau Nunu tidak sadar dengan tubuh yang bergetar hebat


"heii kamu kenapa" Tanya Zee khawatir sambil mendekati Nunu


"jangan, jangan, ampun om hiks..hiks..ampun, Nunu janji tidak akan nakal" Ujar Nunu lagi di sela tangis nya. Ya Nunu sekarang seolah olah berada di waktu dia disiksa Om Fluke. kalimat yang di ucapkan Zee membuat trauma Nunu kembali


"Nunu sadar, ini aku Ze bukan Om kamu, Nunu" Teriak Zee khawatir sambil berusaha menyadarkan Nunu


Bukan nya sadar, Tiba tiba tubuh Nunu merosot kebawah dan jatuh pingsan dipelukan Zee. Dengan kalut Zee mengangkat Tubuh Nunu dan membawa nya ke kamar dia. Setelah itu memanggil dokter pribadi keluarga mereka


"Maaf, aku minta maaf" Racau Zee sambil menggenggam tangan Nunu dengan rasa bersalah. Zee yakin pasti Nunew kembali ingat dengan trauma nya.


ting..tong..(Anggap saja bunyi Bell apartemen Zee)


clekk(bunyi pintu dibuka)😂


"silahkan dok" Ujar Zee sambil membawa dokter ke dalam kamar nya. sesampai nya di sana dokter memulai memeriksa keadaan Nunu.


"bagaimana dok?"


"Seperti nya dia terlalu setres dan tertekan sehingga membuat dia mengingat kembali penyebab trauma nya. Usahakan jangan membuat nya tertekan, dan jauhkan dia dari hal hal yang bisa membuat dia mengingat akan trauma yang dia alami. Jika hal ini sering terjadi bukan hanya berefek ke kesehatan mental nya, tapi yang paling fatal bisa menyebabkan kematian. karena kinerja otak nya tidak bisa menerima hal tersebut" Ujar Dokter dengan se jelas jelas nya


"deg..deg.. Apa? Kematian?" Gumam Zee pelan. Tanpa terasa dia memegang dada nya, tiba tiba jantung nya berdenyut sakit, Dia tidak rela jika hal tersebut terjadi kepada Nunew.


"benar Khun, dan Ini beberapa resep obat yang perlu khun tebus. kalo begitu saya undur diri" Ujar Dokter tersebut


"Khab, khop kun khab dok" Jawab Zee sambil mengantar dokter ke depan pintu. setalah itu dia kembali ke kamar untuk menemui Nunu


"Aku minta maaf, maaf" Ujar Zee pelan tanpa sadar air mata nya menetes. Dia tidak mengerti apa yang terjadi dengan diri nya, tapi mendengar penjelasan dokter tentang Nunew, Seolah olah dia ikut merasakan sakit yang dirasakan Nunew.


Seperti ada sebuah ikatan yang mengikat dia dan Nunu. Ikatan yang membuat dia takut akan kehilangan Nunew.


"Sebenar nya kamu siapa?, apa kita pernah bertemu sebelum nya? kenapa rasa ini sangat familir buat aku? kenapa rasa nya aku sudah kenal dekat dengan kamu" Gumam Zee lagi sambil menatap Nunu dengan mata yang teduh


"eughhh" Lenguh Nunu tersadar dari pingsan nya. Dengan perlahan mata Nunu terbuka menyesuaikan cahaya yang masuk ke mata nya.


Nunu mengedarkan pandangannnya ke kiri,


"Dimana ini?" Gumam Nunu pelan


"Ini di kamar saya" Jawab Zee pelan


mendengar suara Zee dari samping kanan nya Nunu sangat terkejut. Dengan cepat Nunu bangkit dari tidur nya


"aakkkk" pekik Nunu pelan karena masih merasa pusing


"kamu ngk apa apa? mana yang sakit?" Tanya Zee dengan nada yang khawatir


"Aku tidak apa apa khun." Jawab Nunu dengan rasa takut. Takut jika Zee melontarkan kata kata yang kembali menyakiti nya.


"kamu istirahat saja dulu di sini, aku akan membeli obat dulu. ingat jangan coba coba bangun dari tempat tidur, ok khab?" Tanya Zee


"Khab Khun"


Setelah melihat Nunu kembali memejamkan mata nya, baru lah Zee pergi untuk membeli obat Nunu.


next.....