
Nunu masih tertidur pulas di pangkuan Zee, dia sangat nyaman tidur disana, meskipun posisi nya sedikit tidak enak. Zee baru saja selesai menyelesaikan berkas nya, saat dia ingin membawa Nunu pindah ke kamar tidur di dalam ruangan nya, tiba tiba pintu di buka dengan keras. Sehingga menyebabkan Nunu terkejut dan terbangun dari tidur nya.
"Euughh hia, pusing" Adu Nunu manja akibat dari tidur nya yang terganggu
Sedangkan sang pelaku, sangat terkejut melihat pemandangan yang ada di depan nya.
"Sayang aku da__ta_ng" Davika yang semula semangat jadi terdiam melihat Posisi Zee dengan seorang perempuan
"Bisa ngk jangan sembarangan masuk kedalam ruangan saya" Ujar Zee dingin
Setelah itu Zee sibuk menenangkan Nunew yang berada di gendongan nya. Nunu masih belum sadar, efek kantuk dan pusing secara bersamaan membuat Nunu susah untuk membuka mata.
"Apa apa ini Zee? Siapa wanita ini? " Tanya Davika heran
"Istri saya"
"APA? aku ngk percaya. Pasti dia dia wanita penggoda kan?, Atau tidak dia J***ng yang kamu sewa"
"Jaga bicara mu, jika masih ingin menghirup udara segar" Ujar Zee dengan suara yang menyeramkan
"Max keruangan saya sekarang"Zee memanggil Max untuk keruangan nya, supaya bisa mengusir wanita gila yang ada di depan nya ini.
"Ada apa Zee?" Tanya Max sesampai nya di ruangan Zee
"Tolong bawa wanita ular ini jauh jauh dari ruangan saya, dan ingatkan kepada penjaga di depan kantor untuk seterus nya jangan biarkan wanita ini masuk"
"hhhmm jadi karena Hama" ujar Max malas
"ok khab. Mari Nona Davika, saya antar keluar."
"Jangan pegang pegang saya, saya tidak mau keluar sebelum Zee mengusir wanita J***ng yang ada di pangkuan nya itu"
"Ya ampun nona Davika, saya juga ngk mau menyentuh kulit anda. Karena saya ngk sembarangan menyentuh kulit orang, apa lagi jenis kulit seperti anda. Bisa bisa kulit saya alergi. Dan oh iya Nona Davika, apa tadi anda bilang mengusir?. Astaga jangan bilang anda ngk nonton TV sehingga anda tidak tau jika wanita yang ada di pelukan Zee itu adalah istri nya?. Ngk bisa Nonton TV karena sibuk, atau karena tidak mampu membeli TV yang bagus?. Mari Nona davika sebelum kesabaran saya habis dan melobangi kepala anda. Pilih mana? keluar sekarang atau__"
"Saya bisa keluar sendiri" Sela Davika
"Bagus, jadi tidak merepotkan saya. Ingat anda masih punya malu kan, maka jangan pernah datang ke sini lagi. Karena anda tidak diterima di sini" ujar Max santai tapi pedas
"cks." Davika pergi dengan wajah yang sangat kesal. Sedangkan Max tersenyum dengan puas
"Aahhh akhir nya. Ya sudah aku balik, hama sudah pergi"
"hhhhmm" Jawab Zee
Skip.
Nunu baru saja bangun dari tidur nya, sekarang dia sedang menikmati makan siang dia dengan Zee.
Selesai dengan acara makan nya, Zee kembali melanjutkan pekerjaan nya. Sedangkan Nunu berniat keluar untuk beli Ice cream.
"Hia" Panggil Nunu pelan
"hhhhmm" Jawab Zee tanpa mengalihkan pandangan nya kearah Nunu
"Nunu izin keluar sebentar, boleh?"
"kemana?"
"Mau beli Ice cream"
"kemana?"
"Di depan hia"
"ngk usah, biar anak buah hia yang belikan"
"Hia, Tapi Nunu ingin beli sendiri" ujar Nunew lesu
"khab, hati hati dan jangan lama. Setelah itu langsung kesini"
"khab hia, khop kun krap hia" Jawab Nunu riang dan berjalan keluar dari ruangan Zee
"Tunggu" panggil Zee
"khab hia, hia mau nitip?" Tanya Nunu polos
"Tidak. Ini pakai kartu ini" Zee menyerah kan sebuah Black Card kepada Nunu
"Buat apa hia?" Tanya Nunu polos
"Kata nya tadi mau beli ice cream"
"ngk pakek kartu juga kali hia. Uang Nunu ada kok" Jawab Nunu malas
"Tapi hia, Nunu punya kok. Meskipun ngk banyak"
"Simpan saja, kamu kan istri aku jadi semua kebutuhan kamu aku yang tanggung. Sekarang nurut, simpan kartu ini. kamu ngk mau jadi istri yang durhaka kan?"
"khab hia" Jawab Nunu mengalah. Dia mengambil kartu yang di sodorkan Zee dan menyimpan nya kedalam tas. Setelah itu Nunew beranjak dari ruangan Zee.
"Ikuti istri saya" perintah Zee di telfon kepada Bodyguard nya.
"khab khun"
****
Nunu baru selesai membeli Ice Cream, dia berniat kembali keperusahaan suami nya. Tapu tiba tiba tangan nya di tarik oleh seseorang. Kejadian tersebut tidak lupa di rekam oleh Bodyguard Nunew.
"Apa apaan ini" Ujar Nunew kesal
"Diam anak pembawa sial, ini saya" Ujar Fluke sarkas
"om Fluke" Ujar Nunew terkejut
"iya ini saya, Saya peringatkan kepada kamu jangan berani berani nya kamu cerita kepada suami kamu tentang apa yang terjadi dimasa lalu. Jika kamu berani bercerita, maka nasib mu akan sama dengan kedua orang tua mu. Dan tidak hanya itu saja, kamu akan merasakan siksaan yang sama bahkan lebih dari yang pernah kamu rasakan. Mengerti" Setelah mengancam Nunu Fluke segera meninggalkan Nunew di sana.
Sedangkan Nunew sudah bergetar hebat mendengar ancaman Om nya. Tiba tiba pandangan nya kabur dan Nunew jatuh pingsan. Dengan cepat Bodyguard Nunu berlari kearah nya, mengangkat Nunew dan membawa nya kembali ke kantor. Tidak lupa dia menelfon Dokter untuk segera ke kantor Zee.
Sesampai nya di ruangan Zee, betapa terkejut nya dia melihat keadaan istri kecil nya itu.
"Apa yang terjadi dengan istri saya? kamu tidak menjalankan perintah saya dengan baik" Ujar Zee dingin dan mengambil alih tubuh Nunu dari gendongan Bodyguard.
"maaf khun, Saya terlambat sedikit. Saya bersedia menerima hukuman atas kelalaian saya, dan Ini khun saya sempat merekam kejadian sebelum Nona pingsan" Bodyguard tersebut menyerahkan bukti rekaman kepada Zee
Zee melihat rekaman tersebut, dan amarah Zee menjadi mendidih melihat siapa orang yang membuat istri nya pingsan.
"Kurang hajar, berani sekali dia mengancam istri Zee prunk panich" Ujar Zee dengan marah
"Tunggu kehancuran mu Fluke" Ujar Zee penuh kebencian
"panggilkan dokter" Perintah Zee
"Sudah Khun, dokter dalam perjalanan kesini"
"Bagus, untuk kali ini saya maafkan atas kelalaian kamu. Tapi tidak untuk lain kali nya"
"khab khun. khop kun krap"
Skip.
"Bagaimana dok?"
"keadaan nya stabil. Dia hanya syok sehingga kesadarannnya hilang"
"khop kun krap dok"
"Sama sama, kalo begitu saya permisi"
"khab"
Setelah Dokter pergi dari ruangan nya, Zee mendekat kearah Nunu. Dia membelai kepala Nunu dengan sayang.
"Maaf karena kelalaian aku, kamu jadi sakit lagi. Aku janji akan membuat perhitungan dengan Fluke dan keluarga nya. Aku tidak akan melepasakan mereka dengan mudah" Ujar Zee pelan
Zee mengkat Nunu dengan pelan, dan berjalan keluar dari ruangan nya. Dia berniat untuk pulang ke apartemen mereka.
Di lobby kantor dia berpapasan dengan Max.
"Nunu kenapa Zee?" Tanya Max heran
"Bukan apa apa, Dia tadi pingsan. Nanti aku cerita, sekarang aku duluan"
"ok khab"
next
like
coment
Share and
Follow me