
...🌷SELAMAT MEMBACA🌷...
...----------------...
...----------------...
Akhirnya mereka sampai di mansion, Bianca terpana melihat mansion mewah tersebut. Entahlah suaminya selalu punya mansion mewah dan megah membuat penglihatan nya semakin nyaman.
“yuk masuk!” Ajak Axel sambil memeluk pinggang ramping istrinya masuk kedalam.
“Mas, kira-kira mau berapa hari disini?” tanya Bianca antusias ia berharap lama-lama disini tapi saat ingat kuliahnya itu tidak mungkin.
“Kamu maunya berapa hari?” Axel balik bertanya karena ingin mendengar keinginan istrinya nanti kalo ia menentukan salah lagi.
“Hm... berapa ya!” Bianca mengetuk telunjuknya pada dagunya berpikir, “serah kamu aja deh” ucap Bianca lesu. Axel tersenyum simpul, “gimana kalo seminggu sekalian honeymoon”
Bianca mengangguk pelan, “oke deh” Lalu ia berjalan-jalan mengitari seisi mansion tersebut.
Axel tidak ikut, ia berbalik keluar, disana telah berdiri rapi beberapa bawahannya menunggu. Pria paling tampan diantara lain berjalan mendekati Axel.  “ Ada info bos, dia mulai bereaksi melakukan rencana selanjutnya!” jelas pria tersebut.
“Dan kedua perusahaan Smith Group bermasalah bos”
“Biarkan saja” dingin Axel tanpa ekspresi.
“Baik bos” patuhnya sambil membungkukkan badannya hormat.
“tetap awasi mereka dengan ketat termasuk dia!” perintah Axel tegas.
Mereka menjawab patuh, kemudian dua orang diantara-Nya pergi tidak tau kemana hanya mereka, Axel dan tuhan yang tau.
“silakan bermain sepuasmu tapi disaat waktu nya tiba terimalah penderitaan mu sesungguhnya!” batin Axel tersenyum devil.
🌿🌿🌿
HAHAHA
Terdengar tawa penuh kemenangan dari seorang pria duduk di kursi kebanggaan nya, dia adalah Raditya. Â Sepasang suami istri yang duduk di kursi depannya juga ikut tersenyum miring.
“Anda memang terbaik tuan Radit, tidak salah kita mengajukan kerja sama dengan anda, Hahaha!” puji si pria dengan hati kesenangan.
“Sayang, tuan Radit dari dulu memang seperti ini setiap rencananya akan berhasil mulus” si wanita ikutan memuji tanpa sepengetahuan suaminya ia mengedipkan matanya pada Radit.
“Hahaha...kalian sangat pandai memujiku tapi memang itulah kenyataannya” Kepala Radit membesar karena pujian itu apalagi saat mendapatkan kedipan nakal dari si wanita.
“Wanita ini benar-benar semakin cantik, ah rasanya aku ingin memakannya” batin Radit, wajarlah ia sudah cukup lama menduda ditinggal istrinya pergi jauh alias mati.
“Jadi bagaimana tuan Radit sesuai kesepakatan kita” ujar si pria menyadarkan lamunan Radit.
“Tenang, saya tidak pernah ingkar janji. Tunggu beberapa hari lagi setelah jatuh ke tangan saya”
“Hm satu lagi jika kalian berhasil menangkap wanita bernama BIANCA A.D ini saya akan berikan lima puluh persen lagi” sambil melemparkan sebuah foto pada mereka berdua.
Mereka melihat cukup lama foto tersebut, “tumben sekali tuan Radit ini meminta pada kami apa bawahan anda kepintarannya menurun” ejeknya sinis.
“Hais...kau jangan mengejekku, ini diluar kemampuan ku dan mereka. Saya yakin dia dilindungi seseorang yang cukup pintar dariku, mungkin sih!”
“Dan jika kalian bisa mendapatkan nya.. ah tidak, kalo perlu langsung culik saja saat dia berada di kampus sama dengan Faisal”
Mereka mengangguk, “anda tenang saja, semuanya akan beres” jawab si wanita dengan percaya diri.
“Bagus”
“Baiklah, sepertinya kami harus pergi tuan Radit, sampai ketemu beberapa hari lagi!”
“Hm” Â
“Ah waktunya bersenang-senang. Nikmati saja penderitaanmu Reynand, HAHAHA” kemudian ia bangkit dari tempat duduknya dan keluar dari ruangan tersebut diikuti oleh dua pria bawahannya.
🌿🌿🌿
Di sisi lain, tepatnya perusahaan Smith Group Reynand dipusingkan dengan masalah mendadak terjadi bukan hanya itu perusahaan yang dikelola Wiliam juga sama. Entah kenapa bisa terjadi seperti ini membuat ia sakit kepala bahkan telah dibantu oleh Zayn dan Michael.
“Kumpulkan semua para pekerja sepertinya ada yang berkhianat!” perintah Reynand pada sekretaris nya dengan nada tinggi.
“Baru pergi sebentar datang lagi masalah” geramnya pelan.
***
Di Hospital terbesar di LA tepatnya dalam ruangan rawat VIP Wiliam terlihat Daniel, Alina, Amanda dan Angel duduk di sofa dengan hati cemas, Yap mereka sudah tau apa yang terjadi dengan perusahaan Smith Group.
“Ya tuhan, kenapa bisa seperti ini? Wili aja belum siuman dari komanya dan sekarang masalah datang lagi!” keluh Alina sangat ingin menangis bahkan putranya satu lagi belum ada info sekecil pun tentang keberadaan nya. Amanda memeluk kakak iparnya tersebut, “kakak yang tenang jangan terlalu dipikirkan kita enggak mau kakak sakit-sakitan lagi” ujar Amanda.
“Iya mom, kita berdoa saja semoga cepat selesai” ucap Angel.
“Mom, apa dulu Daddy ada bermasalah dengan seseorang!” tanya Daniel yang sudah berpindah duduk di kursi dekat brangkar Wiliam.
Alina agak bingung begitupun Amanda dan Angel. “Maksud kamu apa sayang, nanya begitu?” tanya Alina heran.
“Hm...enggak aku cuman merasa ganjal aja, bisa jadi ini ulah musuh Daddy atau orang yang tidak suka ama Keluarga kita dan menghancurkan ketenangan keluarga kita dan bisa saja yang membuat perusahaan kita begitu salah satu dari mereka. Tapi sih ini cuman pemikiran aku aja sih soalnya bang Rafa terusir saja kan disengaja dan semenjak itu selalu muncul masalah dan masalah satu persatu” jelas Daniel tanpa memperhatikan wajah tercengang ketiga wanita itu. Bagaimana tidak pemikiran nya seperti orang dewasa saja bahkan mereka tidak sempat berpikiran kesana.
“Niel, kamu benaran adek kecil kakak kan!” tanya Angel terkagum.
“Apaan sih, aku itu udah besar. Emang kakak udah tua pemikiran kek anak kecil jomblo lagi!” Daniel kesal dan mengejek kakaknya.
Angel sebal, “enak aja kakak masih 27 tahun masih muda tau dan ingat kakak punya pacar bahkan rencana nanti setelah bang Wili sadar...!”
“Nikah ye” Ledek Daniel memotong perkataan kakaknya emang adek dajal.
“ihhh...liat deh, si bontot ngeledek aku mom” rengek Angel mengadu pada Alina. Mereka tertawa geli melihat tingkah ke-duanya membuat mereka melupakan kesedihan tadi.
“Oiya, kemarin kan abang sempat sadar tapi malah sebut nama Axel, kira-kira Axel yang mana ya? Ada hubungan apa ama Abang Wili?!” ujar Daniel kebingungan mengingat kejadian kemarin lalu menatap arah Wiliam yang masih menutup mata dan beberapa alat medis menempel di badannya. Tatapannya berubah sendu, “bang cepat bangun ya! Katanya abang janji bakalan cari bang Rafa, adek kan kangen ama bang Rafa, kira-kira bang Rafa ganteng gak kayak Daniel” ucap Daniel sambil menggenggam telapak tangan Wiliam bahkan air matanya ikut menetes bilang aja ia cengeng tapi emang itulah kenyataannya.
Alina, Amanda dan Angel ikut menangis mendengar nya disini mereka paling merasa bersalah karena telah membuang Rafa yang tidak melakukan kesalahan apa-apa. Angel mendekati sang adik dan mengusapnya dengan sayang. “Adek jangan nangis lagi, kita yakin Rafa pasti katemu dan akan kembali, dia kan sayang banget ama adek bontotnya ini. Kamu harus yakin dan terus berdoa! Jangan sedih lagi dong masa laki nangis” ucap Angel sambil mengusap air mata Daniel.
Daniel mengusap ingusan nya yang hampir keluar dengan sesenggukan ia berkata, “apa benaran bang Rafa sayang ama Daniel tapi kok enggak pernah mau ketemu Daniel seharusnya kan walaupun ia marah tapi Daniel kan enggak salah apa-apa jadi dia harus mau dong ketemu Daniel tapi apa? Sekalipun enggak ada, hiks”  tangis Daniel pecah membuat mereka semakin merasa bersalah.
“Udah adek jangan nangis lagi, malu tau udah besar gini masih cengeng kayak anak kecil. Kita kan semakin merasa bersalah”
Ia tak peduli, “Kan emang kalian yang salah!” ucapnya membenarkan tampak jengkel lalu menghapus air mata dan ingusan nya. Mereka terdiam kaku, mulut Daniel benar-benar jujur tapi menyakitkan.
Â
Di balik pintu kamar tersebut Axel mendengar semuanya ia ikut sedih mendengar kata-kata Daniel. Bianca mengusap lembut bahu tegap suaminya.
“Gimana mas, kita jadi masuk kan!” tanya Bianca pelan, karena awal tujuan mereka memang ingin menjenguk Wiliam dan tentunya Axel masih menutupi wajahnya dengan masker serta topi.
Axel menggeleng, “besok saja” jawab Axel dan berbalik. Bianca ngikut saja. “Semoga saja semua nya cepat selesai dan mas Axel bisa kumpul lagi sama keluarganya” batin Bianca.
“Maafin Abang dek” batin Axel.
Â
Â
BERSAMBUNG...
LIKE >> KOMEN >> VOTE >> FAVORIT
Â