
"Ampuni saya tuan Zee, saya terpaksa melakukan ini karena anak dan istri saya mereka sandra" Ujar salah satu anak buah Zee dengan rasa takut
"Kamu tau saya seperti apa, saya tidak suka pengkhianatan. Apa lagi dilakukan oleh orang kepercayaan saya, Sekarang terimalah akibat nya" Jawab Zee dengan nada dingin
setelah mengucapkan itu, Zee mengangkat pistol nya dan melepaskan nya secara brutal
Dor, dor, dor
"Bereskan mayat nya, ambil organ yang masih bisa di ambil. Sisa nya kasih sama Leon"
Zee melangkah keluar dari markas Deadth Blood, sebelum benar benar pergi Zee berseru dengan kalimat yang super dingin
"Ini berlaku untuk kalian semua, jika kalian masih ingin hidup tenang maka jangan pernah berkhianat dengan saya, kalo tidak tidak Hanya kalian bahkan seluruh anggota keluarga kalian akan ikut musnah" Ujar Zee dengan sorot mata yang dingin
seluruh ruangan mendadak hening sejenak, seluruh anak buah Zee tau jika bos mereka tidak pernah main main dengan ucapan nya.
Skip
"Aku pulang" Teriak zee dengan keras
sudah menjadi kebiasaan zee setiap pulang seperti ini. Dia memang terkenal kejam dan dingin dimuat, tapi itu tidak berlaku jika sudah berada dalam keluarga nya, Zee akan sangat manja kepada mama nya dan sangat Jail seperti ayah nya.
sebenar nya dulu Zee tidak seperti ini, dia sosok yang sangat ramah dan baik kepada setiap orang. Tapi karena sifat nya yang terlalu baik, Zee dimanfaatkan oleh seorang gadis. Dari luar terlihat polos, ternyata dia hanya menjadikan Zee mesin uang dan barang taruhan bersama teman teman nya. sampai sampai dia mempermalukan Zee didepan umum.
semenjak itu lah Zee merubah pandangan nya kepada setiap orang. Dia beranggapan tidak akan ada orang yang tulus selain keluarga nya, Zee mulai menutup diri untuk dunia luar.
"Akhir nya kamu pulang juga anak nakal" Ujar mama Zee sambil menjewer Telinga Zee
"Ampunn ma, tadi zee tempat max dulu"
"bohong kamu"
"Serius ma, kalo mama tidak percaya mama bisa tanyakan langsung kepada max"
"Awas saja jika kamu ketahuan bohong, mama kebiri anu kamu" Ancam mama Zee
Zee menatap horor mama nya, tidak kebayang jika sampai mama mengkebiri anu nya
"Ng-ng Ngk ma, janji" Jawab Zee dengan gugup
"Zee kekamar ya ma"
"Ya sudah, ganti baju habis itu makan"
"iya ma"
*Max sahabat zee sekaligus orang kepercayaan Zee dikantor dan didunia mafia nya.
pagi pagi sekali Zee sudah berangkat ke kantor karena ada rapat yang harus dihadiri nya pagi ini. Tampak Zee tergesa gesa menuruni tangga hendak berlalu pergi. Tapi langkah nya terhenti ketika mendengar suara mama nya.
"Sayang, sarapan dulu. mama tidak menerima penolakan"
"Ma zee sudah telat, kali ini Zee tidak ikut sarapan ya ma"
"Tidak bisa, harus tetap sarapan dulu" ucap mama Zee dengan ngotot
Sedangkan Papa Zee hanya menonton perdebatan anak dan istri nya. Dia tersenyum geli melihat tingkah kedua orang tersayang nya. Dia yakin sebentar lagi Zee pasti akan kalah dengan rayuan mama nya.
"ma ayolah" Ucap Zee dengan muka memeles
"Tidak bisa. kalo kamu Ngk mau sarapan biar mama siapkan bekal untuk mu"
"Ma, apa lagi ini" ucap Zee prustasi melihat kelakuan ajaib mama nya
"Harus, atau sarapan"
"Baiklah" pasrah Zee
see, benar bukan. Zee kalah debat dari mama nya. Dia hanya tertawa geli melihat perdebatan antara ibu dan anak itu.
"Ini sayang, awas saja jika kamu Ngk menghabiskan makanan yang mama bikin. mama tendang kamu ke planet pluto" Ancam Mama Zee dengan galak
zee hanya memutar bola mata nya malas, sambil berkata
Setelah itu Zee berlalu pergi dari hadapan kedua orang tua nya. Tidak lupa juga dia berpamitan dengan papa nya.
"Kamu ini ya suka sekali menjaili anak sendiri"Ucap papa Zee dengan senyum tipis nya
"Habis anak kamu lucu kalo lagi kesal" Jawab mama Zee dengan nada jail
papa Zee hanya geleng geleng kepala melihat kelakuan ajaib istri nya ini.
"Oh iya pa, kamu sudah dapat info mengenai namtan dan keluarga nya? "
"Anak buah ku sedang mencari nya ma, informasi mereka sulit dikumpulkan. Seperti emang ada yang sengaja menyembunyikan keberadaan mereka"
"Semoga mereka baik baik saja ya pa. mama sangat merindukan mereka"
"Iya ma"
Dikantor Zee
"Zee syukur deh kamu sudah datang, mereka sudah menunggu" Ujar Max dengan nafas yang Lega
"Berkas sudah disiapkan?" tanya Zee
"Sudah"
"Bagus, ayo pergi"
tiga jam lebih mereka melakukan pertemuan akhir nya mencapai sebuah kesepakatan.
"Senang bekerja sama dengan anda tuan Zee"sambil berjabat tangan
"Hhhhmm. Kalo begitu saya permisi"
Zee dan Max berlalu dari pertemuan tersebut.
"Aku mau makan siang dulu, kamu ikut Ngk? "Tanya Max
"Ngk bisa, mama buatin bekal buat aku" Jawab Zee dengan singkat
"Ha" otak max Blank sebentar mendengar penuturan Zee
"Wahh,, kayak nya bakalan ada badai Ni. tiba2 Zee bawa bekal dari rumah" ucap Max dalam hati
"Ngk usah kayak orang bodoh gitu" Ujar Zee dan pergi meninggalkan Max
"Sial,,kalo bukan sahabat sudah aku tebas tu kepala batu" Cerocos max dengan kesal
disebuah Cafe tampak nunew sedang bekerja, diusia nya yang masih muda dia seharus nya kuliah dan mengecam pendidikan. Tapi keadaan memaksa dia harus berjuang mati matian untuk kelangsungan hidup nya. Dia harus berhenti kuliah Karena tidak sanggup membayar uang tagihan kuliah nya.
seandai saja kejadian itu tidak terjadi, dia pasti masih bersama kedua orang tua nya. Dia yakin hidup Nya tidak akan seperti ini. tapi apa mau dikata, garis takdir hidup nya seperti ini. Dia hanya bisa berharap semoga ada keajaiban dalam hidup nya. Dia berharap ada seseorang yang membantu nya bangkit dari rasa sakit ini.
Nunew tidak menyalahkan tuhan atas semua yang menimpa nya. Dia yakin akan ada waktu dimana semua berpihak kepada nya. Dia hanya bisa menunggu dan bersabar.
"Nunu" panggil Nat pemilik Cafe tempat nunew bekerja
"Iya Phi" Jawab Nat
"Ini bonus kamu bulan ini, kamu sudah bekerja keras. Dan hari ini Phi perbolehkan kamu bekerja hanya setengah hari"
"phi serius? Jadi nunu sudah boleh pulang" Tanya nunu memastikan
"Iya" jawab Nat dengan seyum tulus nya
"terimakasih phi" ucap nunu disertai senyum tulus nya
"Tidak usah berterimakasih, kamu pantas mendapatkan nya"
setelah mendapat izin dari bos nya, Nunu segera pulang ke flat tempat dia tinggal. semenjak kedua orang tua nya tiada, nunu tinggal disebuah flat kecil. meskipun begitu nunu tetap bersyukur masih ada tempat dia berteduh. diluar sana masih banyak orang yang tidur dijalanan
*phi(kakak)