
...🌷SELAMAT MEMBACA🌷...
...----------------...
...----------------...
Sampai di kamar ia tak melihat istrinya. “Sayang! Kamu gak lagi ngumpet kan!” Axel memanggil istrinya takutnya benaran ngumpet.
“Siapa yang ngumpet, kamu pikir aku anak kecil” pekik Bianca galak dari arah kamar mandi.
“Kira in” ucap Axel cuek sambil membuka kancing setelan nya satu persatu.
Ceklek
Bianca keluar dengan rambut digulung handuk kecil dan memakai kimono hello Kitty sambil menatap tajam pada Axel.
“Ngapain natap aku begitu!” Axel keheranan.
“Kamu kayak setan” jawabnya santai tanpa di filter.
Axel cengo, “Hah...kamu kenapa sih? Adakah keinginan kamu yang enggak aku turutin ngomong nya kasar banget!”
“Enggak ada. Hush... sana mandi jangan sampai bau parfum kamu tertinggal kalo gak jangan harap bisa dekat aku, Hmp!”
Ia hanya diam dan memasuki kamar mandi tanpa berminat berkomentar.
Setelah melihat Axel masuk kamar mandi, ia langsung beraksi mencari tempat penyimpanan parfum mahal Axel.
“Ck, dimana sih” dumel nya sambil terus mengacak-acak lemari pakaian Axel.
Beberapa saat kemudian akhirnya yang dicarinya dapat. “Hm...bau nya gak enak. Tapi selama ini mas Axel pakai Fine aja tapi kenapa sekarang jadi aneh begini, buang aja deh. Ehehe...bodoamat orang nya marah” Lalu tanpa takut ia membuangnya ke tong sampah, tak tau jika Axel mengetahuinya pasti marah banget tapi sang pelaku tak takut sama sekali.
Kemudian mengambil parfum nya sendiri dan menyemprotkan ke semua pakaian Axel.
“Akhirnya selesai, Hm... Wangi pikiran jadi tenang”  Dan menyiapkan baju kaos oblong dan celana pendek untuk dipakai Axel.
Beberapa saat setelah itu Axel keluar dari kamar hanya memakai handuk sebatas pinggang.
Gluk
“Kok mas Axel makin seksi sih!” batin Bianca sambil meneguk Saliva susah payah. Padahal sudah sering ia lihat tapi entah kenapa sekarang terlihat sangat seksi dimatanya.
“Dia pasti sengaja, Hmp!” Tuduhnya julit.
Axel sendiri semakin mengernyit melihat reaksi istrinya. “Kamu kenapa?”
“Aku kenapa” sewotnya malah bertanya balik sambil menatap Axel julit.
Axel hanya memutar bola matanya lalu memakai baju dan celananya tanpa memikirkan tingkah istri nya.
Bianca hanya terus melirik-lirik kearah Axel dengan sebelah mata dengan mulut komat-kamit tak jelas.
“Kok wanginya beda, kamu kasih parfum yang mana?” Axel bertanya saat sadar mencium bau bajunya sambil menatap bingung sang istri.
“Kenapa, gak suka. Ya udah gak usah dipakai”
Axel menghela nafas dengan panjang, semenjak pulang tadi istrinya sewot dan marah-marah gak jelas terus.
“Enggak aku suka kok. Kamu kenapa sih sewot terus dari tadi, ada masalah” ucap Axel lembut sambil merangkul sayang istrinya.
“Hm...udah wangi, kenapa lagi Hm?”
Cup
Cup
“iiihh... jangan cium-cium!” galaknya sambil mendorong muka Axel yang lagi sibuk mencium wajah nya.
“Marah lagi aku cium terus”
“Enggak. janji gak bakal marah lagi, hahaha...geli mas”
“Awas kalo di ulang lagi”
“Iya iya gak bakal lagi”
Axel tertawa melihat wajah ngos-ngosan istrinya.
“Kamu kejam banget” cemberutnya.
Axel hanya terkekeh pelan, “sudah sana pakai baju”
“ini udah pakai baju kok. kamu pikir aku pakai apa coba?” bantahnya.
“Bukan, itu sekali tarik langsung ke buka. Udah sana ganti” kemudian ia melangkah keluar dari kamar.
Bianca terus mendumel, “Cih, enak aja sekali tarik langsung ke buka, Hmp!” walaupun begitu dia tetap mengambil baju ganti nya.
🌿🌿🌿
Sekarang semuanya sedang menikmati makan malam bersama tanpa ada boleh berbicara selama makan hanya dentingan sendok terdengar.
Beberapa menit kemudian selesai makan semua berkumpul di ruangan keluarga kecuali Daniel yang sudah ngacir ke kamar nya.
“Bianca gak boleh terlalu lelah kandungan kamu masih terlalu muda sayang” ujar Alina pada Bianca.
“Iya, soal kuliah kamu gak usah terlalu di pikirkan nanti siap lahiran masih bisa dilanjut” Amanda ikut menambah.
Bianca yang lagi mengotak-atik laptop langsung menghentikan nya dan menganggukkan kepala.
“Iya mom, bunda tenang aja aku sama debay Fine aja kok” jawabnya sambil tersenyum hangat.
Â
Axel juga lagi sibuk mengobrol bersama Daddy, Ayah, Wiliam dan Michael.
“bagaimana Radit Xel? Dia masih hidup kan?!” Reynand bertanya walaupun Radit jahat padanya dan keluarga nya tapi rasa persahabatan tetap masih terasa sampai sekarang.
Axel tersenyum sinis, “mungkin bisa bilang sekarat”
Reynand mendesah lemah mendengar nya hatinya sedikit sakit mendengar.
“biarin aja mati gara-gara dia kita harus menderita!” ucap Michael pedas dengan rahang mengeras mengingat kejadian waktu itu.
Zayn hanya mengusap lembut bahu putranya.
Axel tersenyum sinis, “apa Lo sanggup menguliti hidup-hidup. Kalo sanggup silakan! Jangan lupa cincang kepala dan tubuh nya untuk Joy” bisiknya tepat dekat telinga Wiliam.
Wiliam langsung melotot, “gila! Walaupun gue pernah bunuh orang tapi gak sekejam itu juga kali” gumamnya rada jijik membayangkan nya.
“Dad gawat! Om Radit gak bakalan selamat lagi dia pasti sudah jadi mayat hidup, tau lah si cunguk satu ini kejam banget kek pscyopat! Malahan lebih kejam dari iblis”
Axel hanya memutar bola matanya melas mendengar penuturan lebay Wiliam.
Reynand, Zayn dan Michael malah ikut memandang Axel aneh ada rasa takut begitu.
“Heh...kau bisa diam tidak jika tidak ingin mulutmu melebar seperti ini!” sambil melihat kan gambar Joker di ponselnya.
“Anjiing!” umpat Wiliam heboh.
“*Cih, katanya mantan mafia tapi penakut” cibir Axel dalam hati*.
“Wili kamu ngapain ngumpat begitu, sudah tua gak sadar umur!” omel Alina galak sambil berkecak pinggang.
Wiliam cengengesan, “gak sengaja mom, salahin putra kurang ajar mom ini masa abang sendiri di nistain!” adunya sambil menunjuk Axel.
“malah nuduh adik kamu segala ngaca dulu udah tua kelakuan seperti anak kecil!”
Yang lain hanya menahan tawanya mendengar Omelan emak-emak.
“kok aku terus di omelin sih, coba deh mom omelin tuh anak kurang ajar. Dia itu kejam mom masak nyawa orang mau dimain-mainkan”  Mulai lagi mengadunya.
“Bukannya kamu juga pernah, kita dengar kamu juga mantan mafia tapi malah di kalahin sama adik sendiri, Cih Cemen!” bukan Alina tapi Amanda mencibir Wiliam.
Wiliam langsung terbengong dengan mata melotot lebar. “siapa yang kasih info itu sama kalian!” pekik Wiliam heboh antara malu dan kesal.
“Aku yang cerita kenapa? Mau marah!” Axel cukup kaget dengan keberanian istri nakalnya. Yap dia Bianca.
“Adik ipar!” Wiliam kaget menatap Bianca dengan tatapan kasihan nya.
Yang lain menatap Axel, “*istri kamu xel*” kira-kira seperti itulah pemikiran mereka semua.
“Bii...sini!” tanpa banyak bicara ia duduk dekat suaminya.
“Apa? Mau marah karena aku mempermalukan Abang kamu!” sewot nya.
Axel tersenyum kecil sambil mengusap sayang puncak kepala istrinya.
“Enggak, aku gak marah cuman mau kasih jempol. Ini baru istri Axel”
Bianca langsung tersenyum lebar mendengar pujian suaminya.
Wiliam hanya menggeram kesal melihatnya, “huhu...apa dosa gue dibully terus dari tadi” dramatis Wiliam.
“*Eh, tunggu apa jangan-jangan gue mau ultah ya makanya mereka bully gue” pikirnya dengan PD nya*.
Saat mengingat tanggal lahirnya ia langsung menunduk lemas.
“*Ini mah emang niat banget bully gue. Udah ah mending gue cabut aja dari sini. Lama-lama bertambah penderita gue*”
Dengan dongkol ia beranjak dari sana.
Mereka melihat kepergian Wiliam hanya geleng-geleng kepala, padahal cuman bercanda doang malah dianggap serius, dasar Wiliam.
Â
**BERSAMBUNG**...
**LIKE \>\> KOMEN \>\> VOTE \>\> FAVORIT**
Â