
pagi ini Nunew bangun dalam keadaan mata yang bengkak. Nunu semalam menangis sampai dia tertidur karena kelehan. Melihat kondisi nya seperti ini, Nunu tidak bisa berangkat kerja. Bukan nya membantu yang ada nanti Nunew mengacaukan semua nya. Biarlah hari ini dia libur dan izin kepada p'Nat sekaligus dia ingin menyelesaikan masalah yang kemaren. Nunew segera menghubungi bos tempat dia bekerja untuk meminta izin.
"Halo phi hari ini Nunu izin tidak masuk kerja, Nunu ada keperluan yang mendesak hari ini" ujar Nunew
"baiklah nong, apa kamu butuh bantuan phi? kalo ada yang bisa phi bantu, phi akan bantu kamu. Ingat kamu udah phi anggap seperti keluarga sendiri." ujar Nat diseberang sana
"Mai chai, khop kun krap phi. Untuk saat ini Nunu bisa menyelesaikan nya sendiri " jawab Nunew lagi
"ah na na, phi percaya. Tapi ingat jika kamu perlu bantuan jangan sungkan untuk meminta tolong, ok khab? "Ujar Nat dengan nada tegas nya
"khab phi, ya sudah Nunu tutup ya phi babay p'Nat " jawa Nunew
selepas menelfon p'Nat Nunu bergegas mandi dan siap siap kealamat yang ditujukan.
***
Dikantor Zee sedang memeriksa beberapa berkas nya. Saat Zee sedang fokus memeriksa beberapa laporan dari bawahan nya, tiba tiba ruangan Zee dibuka dengan paksa.
"Sayang, aku rindu" Ujar seorang gadis yang tidak lain tidak bukan salah satu wanita yang sangat menyukai Zee.
menyukai Zee dalam artian menyukai uang Zee. Nama gadis itu ialah Davika, gadis yang selalu gencar menggoda dan mengejar Zee. Dia tidak pernah lelah akan itu, meskipun yang dia dapatkan hanya penolakan. Jangan lupakan umpatan dan kata kata kasar yang keluar dari mulut Zee. Meskipun begitu itu tidak membuat dia menyerah, Dia terus melakukan pendekatan terhadap Zee.
"ow shiitttt" umpat Zee kasar
dia benar benar lelah menghadapi wanita jadi jadian yang satu ini. Jika bukan putri dari rekan bisnis papa nya sudah dari dulu kepala gadis itu dia tebas. Sekarang masih bisa dia kasih toleransi, tapi jika ****** ini berbuat terlalu jauh maka tidak ada ampun bagi bagi nya.
"sayang kok diam saja sih? "tanya nya dengan suara yang mendayu dayu
Zee manatap jijik kearah Davika. Jangankan melihat wajah nya, mendengar suara Davika saja sudah membuat Zee ingin muntah. Zee heran dengan jalan fikiran wanita ****** didepan nya ini, sudah dikasari berkali kali tapi tetap saja tidak mempan.
"Bisakah kamu diam wanita ******. Dan siapa yang yang menyuruh kamu masuk keruangan saya? "Ujar Zee dingin
"Sayang"ujar Davika sambil hendak melangkah Kearah Zee. Tapi sebelum kaki nya melangkah suara ingin Zee yang menusuk menghentikan langkah nya
"Selangkah lagi kamu maju aku pastikan besok kamu hanya akan tinggal nama. Dan sebelum kesabaran saya habis segera tinggalkan kantor saya jika masih ingin melihat dunia untuk esok hari nya. "Ujar Zee lagi dengan dingin nya
Davika yang tau Zee tidak main main dengan perkataannya, melangkah keluar dari ruangan Zee. Sebelum benar benar keluar dari ruangan Zee, Davika sempat berkata
"Besok aku datang lagi, babay Zee "
Zee tidak memperdulikan ucapan wanita gila itu, dia kembali berkutat dengan berkas berkas didepan nya. Zee dengan serius melihat dokumen dokumen tersebut, tidak lama dia menyeringai seperti ibis.
"Ternyata ada yang ingin bermain main dengan saya. Kalian salah mencari lawan tikus kecil, baiklah saya akan ikuti permainan kalian" Gumam Zee dengan seringain jahat nya
dia tidak sabar ingin bermain main dengan darah, lihat saja nasib buruk yang akan menimpa mereka
"Max keruangan saya sekarang" masih dengan nada dingin nya
"Ada apa Bos? "Tanya Max setelah memasuki ruangan Zee. Dengan tanpa permisi nya Max duduk disana tanpa disuruh terlebih dahulu
Zee hanya memutar bola mata nya dengan malas, sudah terbiasa melihat kelakuan Max yang seperti ini.
"Ada yang ingin bermain main dengan aku Max "Ujar Zee
"aku tau bahkan aku susah mendapatkan informasi yang lengkap tentang mereka
"Wah wah, ternyata kamu sudah bergerak duluan"
"hhhmmm"
***
Didepan kantor Zee, Nunew terdiam kaku disana. Gedung yang menjulang tinggi didepan nya membuat Nunew terkagum kagum. Nunew dengan perlahan memasuki kantor Zee dan bertanya kepada satpam yang disana.
"Sawaddi kab khun"Ujar Nunew ramah
"sawaddi kab, ada yang bisa saya bantu nak? "ujar satpam itu ramah
"Begini khun, saya kesini mau ketemu dengan khun Zee "Jawab Nunew lagi
"Coba kamu tanyakan sama resepsionis disana, dia akan menunjukan kamu dimana ruangan pak Zee "Ujar satpam itu lagi
"khop kun krap khun, kalo begitu saya permisi dulu"Nunew berjalan menuju meja resepsionis
*Khop kun krap(terimakasih)
"Sawaddi kab phi "sapa Nunew ramah
"begini phi kemaren saya disuruh kun Zee kasini, dia meminta saya untuk menemui nya. Dan ini (memperlihatkan kartun nama Zee) kun Zee memberikan ini kepada saya phi "Jawab nunew ramah
"Baiklah nong, mati saya antar keruangan pak Zee "
Nunew dan nona resepsionis berjalan menuju ruangan Zee. Sesampai nda disana resepsionis tersebut mengetuk pintu terlebih dahulu
Tok.. tok.. tok..
"masuk"perintah dari dalam
resepsionis tersebut masuk dan berkata kepada Zee.
"maaf pak diluar ada seorang gadis mencari bapak, kata nya bapak sudah membuat janji dengan dia "
"Suruh masuk," tetap dengan nada dingin nya.
tidak beberapa lama Nunew masuk kedalam ruangan Zee. Nunew tidak berani mengangkat wajah nya untuk melihat Zee didepan nya.
sedangkan Zee hanya menyeringai kecil melihat kedatangan gadis didepan nya ini.
lain hal nya dengan Max menatap heran kearah gadis tersebut. Kalo dilihat dari penampilan nya kayak nya dia bukan salah satu penggemar Zee deh. Terus siapa dia? dan apa yang diinginkan Zee terhadap gadis ini. Melihat seringai iblis Zee seperti nya itu pertanda tidak baik. mudah mudahan Zee tidak merencanakan hal yang jahat lagi.
"Besar juga nyali wanita ini? "ujar Zee dalam hati
"Gimana apakah kamu sudah punya uang untuk ganti rugi terhadap kekacauan yang kamu timbulkan kemaren? "Tanya Zee dengan dingin nya
mendengar ucapan Zee,Max sangat terkejut. Sejak kapan Zee suka dengan yang ribet ribet. Biasa nya Zee akan langsung membunuh siapa saja yang menganggu ketenangan nya. Dan sekarang apa? Bahkan dia menyuruh gadis itu menemui nya dikantor. Benar benar ajaib sifat Bos nya ini.
Sedangkan Nunew sudah bergetar hebat mendengar suara Zee yang berat dan dingin. Rasa nya dia sudah tidak berpijak dibumi lagi. Sebelum Nunew menjawab, terdengar suara lain yang lebih bersahabat mengubris omongan mereka.
"duduk dulu nong, Manusia Es ini tidak akan mempersalahkan kamu duduk"Ujar Max ramah
"khab khun" Jawab nunew pelan.
Zee mendelik tajam kearah Max, bukan nya takut Max menganggap angin lalu pelototan tajam dari Zee. Toh dia sudah pernah melihat nya bahkan lebih menakutkan dari ini.
"Kaw tot krap khun, saya belum memiliki uang. Tapi saya janji akan mengganti nya "Cicit nunew pelan
*Kaw tot krap(saya minta maaf)
*khun(Tuan)
"Aouw kamu kira saya percaya dengan gadis licik seperti kamu. Jangan mimpi, itu hanya akan membuang waktu saja uang beharga."
mendengar jawaban Zee, nunew semakin takut. dia menundukan kepala nnya dalam takut dengan suara Zee yang kian mendingin.
sedangkan Max hanya geleng geleng pelan terhadap sifat otoriter Zee. Dia tidak habis fikir kapan Zee akan keluar dari bayang masa lalu nya dan menganggap setiap orang itu tidak lah sama.
"Begini saja, kamu akan bekerja dengan saya sampai hutang kamu lunas." Ujar Zee lagi masih dengan nada dingin nya
"Khab khun "Jawab Nunew pasrah
"sekarang kamu boleh pergi, Dan ingat selama kamu bekerja dengan saya kamu akan tinggal di Apartemen saya. Kemasi barang barang kamu nanti Sore anak buah saya akan menjemput kamu "Ujar Zee lagi
"khab khun "Jawab Nunew pelan
"Tinggalkan alamat kamu disini "
Setelah melaksakan perintah Zee, nunew bergegas perginya dari perusahaan tersebut.
Sedangkan Max Cengo melihat tingkah ajaib sahabat nya hari ini. Mulai dari kalimat panjang yang keluar dari mulut Zee semenjak peristiwa itu, dan apa tadi? dia membiarkan orang asing memasuki apartemen nya. Bahkan dia yang sahabat Zee tidak dikasih izin untuk masuk.
Max yakin, pasti sesuatu telah terjadi antara Zee dan Gadis tersebut. lamunan Max buyar ketika Suara Zee mengintrupsi dia.
'Kamu cari tau biodata dari gadis tadi..!!! "
"khab"
"Aku ingin kabar secepat nya Max "
"ok"
next...