
nunu baru sampai di kediaman Zee, membayangkan akan tinggal disini membuat Nunu takut. Kenangan buruk dirumah Om Fluke tiba tiba berputar di otak Nunu seperti sebuah Film. Tubuh Nunu tiba tiba bergetar hebat, dia takut kejadian yang serupa terulang kembali.
"Silahkan masuk Khun, sebentar lagi Khun Zee akan sampai di sini"
"Khab, khop kun na khun" Jawab Nunew sopan
setelah mengantar Nunew, orang suruhan Zee langsung pergi dari sana. Tinggal Nunew sendiri di sana, nunew sangat gelisah menunggu kedatangan Zee. Sebenar nya apartemen Zee ada yang ngurusin, ada beberapa Maid yang Zee tugaskan disana. Cuma beberapa hari ini mereka diizinkan libur dan baru mulai kerja esok hari.
Sekitar setengah jam Nunew menunggu sang pemilik rumah, tapi belum ada tanda tanda dia muncul. Dari luar Nunew mendengar seseorang memasukan kata sandi apartemen, dia yakin itu pasti Tuan Zee pemilik dari apartemen ini. Ternyata benar, tidak lama kemudian Zee muncul dari pintu masuk dan berjalan menuju Nunew.
Saat Zee berjalan kearah nya, tiba tiba tubuh Nunew jadi tegang. Keringat dingin keluar dari pelipis nya, Nunew tidak bisa duduk dengan nyaman lagi. Setelah Zee sampai didekat Nunew, dia menatap Nunu dengan sorot mata yang tajam. Seolah olah ingin menelan Nunu hidup hidup.
"Sampai kapan kamu akan menunduk seperti itu? " Tanya Zee dingin
"Anu khun, apa yang harus saya lakukan? "Tanya Nunew dengan nada yang bergetar karena takut
"Kamu bekerja dengan saya sebagai asisten pribadi saya. Baik itu dirumah maupun di kantor, kamu harus memenuhi semua kebutuhan saya. ingat saya tidak menerima kesalahan dalam bentuk apa pun, sampai kamu melakukan kesalahan cukup ucapkan selamat tinggal kepada dunia" Ujar Zee dengan kejam nya
"khab khun" Jawab Nunew dengan mata yang sudah berkaca kaca. Nunu sekarang sangat takut, takut memikirkan kemungkinan kemungkinan yang akan terjadi. Kalo bisa Nunu rasa nya ingin menyerah dan mengakhiri hidup nya sendiri. Tapi setiap kali ingin bunuh diri perkataan orang tua nya selalu terlintas difikiran Nunu. Membuat Nunu kembali sadar bahwa dia harus berjuang demi masa depan nya. Harus berjuang demi keadilan.
Zee bukan nya tidak tau dengan keadaan Nunew, dia tau wanita mungil didepan nya ini pasti merasa ketakutan. Itu bisa Zee lihat dari sorot mata nya, tapi lagi lagi Zee tidak peduli. Meskipun hati nya berteriak untuk berhenti, tapi logika nya tidak bisa menghentikan semua ini. Untuk kesekian kali nya Zee lebih mementingkan Logika dari pada kebenaran hati nya.
"Ikut saya, saya akan tunjukan dimana kamu akan tidur. " Ujar Zee dingin sambil melangkah pergi yang diikuti Nunew dari belakang.
"Ini kamar kamu, tapi ingat saya tidak suka keributan dan saya tidak ingin kamu pergi keruangan itu dan itu tanpa seiizin dari saya. Mengerti " Ucap Zee dengan nada penuh ancaman
"Khab Khun"
***
Pagi pagi sekali Nunew bangun dari tidur nya, dia langsung menuju ke dapur untuk memasak sesuatu buat sarapan khun Zee. Lima belas menit Nunew berkutat dengan peralatan dapur akhir nya masakan yang dia buat selesai juga. Setelah menata makanan diatas meja Nunu naik keatas untuk membangun kan khun Zee.
"tok.. tok..tok.. Khun" Ujar Nunew pelan
emang dasar nya Zee tidak susah dibangunkan, saat Nunu mengetuk pintu nya untuk pertama kali Zee sudah bangun.
"Masuk "
mendengar jawaban Zee, Nunu masuk ke kamar Zee. Saat memasuki kamar Zee, wangi maskulin tercium di oleh Nunew. Benar benar menunjukkan kamar seorang pria. Ternyata Zee orang nya sangat lah rapi, Nunu bisa melihat dari tata letak dari kamar khun Zee.
Puas memandangi seluruh penjuru kamar Zee, Nunew mulai menjalankan tugas nya. Pertama tama merapikan kembali tempat tidur Zee setelah itu menyiapkan baju yang akan di gunakan Zee saat ke kantor. Setelah semua nya selesai, Nunu beranjak keluar dari kamar Zee.
Saat Nunu keluar, bersamaan dengan Zee yang selesai dengan ritual mandi nya. Melihat kamar nya kembali bersih Zee merasa puas. Saat Zee melihat kearah tempat tidur ternyata sudah ada baju kerja nya disana. Tiba tiba perasaan hangat menyelusup kehati Zee, tapi lagi lagi dia abaikan.
Skip :
Zee selesai makan, dan saat itulah Nunu juga muncul dengan penampilan nya yang cukup sederhana tapi sangat cocok bagi Nunu. Zee terdiam seperkian detik, tapi kemudian dia tersadar dan buru buru mengalihkan pandangan nya ke arah lain.
"Kamu ikut saya ke kantor" Perintah Zee
"Khab" Jawab Nunu sambil menunduk
"Kamu turun di sini dan berjalan sendiri ke kantor." Ujar Zee dingin menurunkan Nunew dijalan yang cukup jauh dari kantor
"Khab"
dengan perlahan Nunew berjalan menuju kantor Zee, sebenar nya Nunew sangat lelah. Dari semalam tidak ada sedikitpun makanan yang masuk kedalam tubuh nya. Bahkan pagi ini dia juga tidak sempat sarapan, ternyata itu sangat berpengaruh kepada tubuh nya.
tidak lama kemudian Nunew sampai dikantor Zee, sesampai disana sudah ada seseorang yang menuntun Nunu untuk menuju ruangan nya. Nunu satu ruangan dengan Zee, hanya terhalang sebuah dinding kaca. Saat Nunu mengedarkan pandangan nya keseluruh ruangan Nunu tidak melihat Zee sama sekali. Seperti nya Zee tidak ada didalam ruangan nya.
"Kemana dia? Seharus nya dia yang lebih dulu tiba disini " Ujar Nunu pelan dengan nada yang heran
tanpa Nunu ketahui ternyata Zee dari tadi menunggu Nunu diparkiran kantor. Zee ingin melihat keadaan Nunu setelah dia suruh berjalan cukup jauh.
"Kenapa dia? Kenapa dia tampak pucat gitu? "Gumam Zee pelan
setelah melihat Nunu memasuki kantor nya, Zee menelfon seseorang untuk mengarahkan Nunu kemeja kerja nya. Setelah itu baru Zee turun dan berjalan menuju keruangan nya.
***
Zee tengah sibuk memeriksa beberapa Berkas kantor, sedangkan Nunew mengerjakan beberapa berkas yang diperintahkan oleh Zee. Meskipun belum menyelesaikan kuliah nya, tapi Nunew paham dengan dunia bisnis. Karena ia mengambil jurusan yang sama. Hanya dijelaskan sedikit saja Nunew sudah paham dengan apa yang harus dia kerjakan.
saat mereka sibuk dengan pekerjaan masing masing, tiba tiba Davika masuk ke dalam ruangan Zee tanpa permisi. Sehingga menyebabkan Zee dan Nunu sangat terkejut.
apa lagi Zee, dia sudah berteriak dengan lantang karena kelakuan wanita ular di depan nya ini.
"SIAPA YANG MENGIZINKAN KAMU MASUK KE RUANGAN SAYA ******? "Teriak Zee dengan aura yang siap membunuh
Zee sangat muak melihat tingkah wanita yang didepan nya ini. sedangkan Nunu sudah pucat melihat kemarahan Si Bos sinting nya itu.
"Sayang jangan ngomong gitu, aku kan calon istri kamu" Jawab Davika dengan tidak tau malu nya
"Siapa yang kamu sebut calon istri ha? sadar lah, kau tidak hanya lebih dari seorang jalan yang tidak akan pernah pantas bersanding dengan saya" Ujar Zee dengan nada yang berkali kali lipat sangat dingin
Nunew hanya bisa menyimak kemarahan bosa nya terhadap wanita cantik ini. Nunew sebenar nya juga takut, takut nanti nya bos gila nya itu akan semakin gila.
"Sekarang kamu keluar, dan jangan pernah menginjak kan kaki kamu lagi di kantor saya" Ujar Zee Final
dengan rasa kesal Davika pergi dari ruangan Zee, tapi sebelum itu dia menatap Nunu dengan tajam.Nunu yang mendapat tatapan seperti itu merasa sangat ketakutan. Dengan cepat Nunu mengalihkan pandangan nya kearah lain.
"Nunu kesini " Perintah Zee pelan
"Khab Khun "
"Tolong kamu teruskan berkas ini, saya mau istirahat sebentar. Kepala saya rasa nya mau pecah" Ujar Zee tanpa sadar seolah mengadu kepada Nunu
"Khab Khun"
next...