My Husband Is Mafia

My Husband Is Mafia
40



"Tidak istri saya pasti masih hidup, saya akan mencari nya" gumam Zee, dia berdiri dari duduk nya dan berjalan menuju ke tepi jurang. Belum sempat Zee melangkah, tubuh nya ditahan oleh aparat keamanan.


"Kho thod, anda tidak bisa turun kebawah. Karena kita tidak tau bahaya apa yang akan menimpa di bawah sana. Hanya petugas yang mempunyai peralatan lengkap yang diizinkan kebawah."


"Lepaskan, lepaskan saya. Disana istri saya berada, saya harus menolong nya. Lepaskan" Teriak Zee marah


"Anda harus tenang dulu khun, ini tidak sesederhana yang anda fikirkan"


"Tidak sesederhana yang saya fikirkan anda bilang? Kalian tau dia itu istri saya. Dan kalian seenak nya menahan saya di sini, lepaskan sebelum saya musnahkan semua orang di sini" ujar Zee dingin.


Dia tidak pernah main main dengan semua ucapan nya.


"Lepaskan" ujar Zee


"Tapi khun"


"Ada apa ini? Zee kamu kenapa?" tanya Max yang baru tiba bersama kelompok mafia nya, yang jumlah nya sangat banyak.


"Max kamu urus para bajingan ini, dan kalian semua turun kebawah dan cari keberadaan istri saya" Perintah Zee


"Khab khun"


"Dan untuk kalian semua( Menunjuk kearah petugas) Kali ini saya maafkan, jadi bergegas lah melakukan tigas kalian" Ujar Zee lagi


Setelah itu Zee ikut turun kebawah mencari keberadaan istri nya.


"Sebenar nya ada apa ini?" tanya Max


"Begini khun, kami dapat laporan jika disini terjadi kecelakaan. Mobil nya masuk kejurang dan terbakar, setelah diselidiki ternyata istri dari Khun Zee" Petugas kepolisian menjelaskan nya kepada Max


"Apa?" Max terkejut mendengar iformasi tersebut. Dengan cepat dia berlari kearah jurang, dan ikut terjun ke sana.


"Nunu, Nunu" teriak Zee


" Ayo keluar sayang, aku yakin kamu pasti masih hidup. Ini ngk lucu Nu, aku akan marah jika kamu seperti ini. Kembali Nu, aku tau kamu marah sama aku. Tapi tidak begini cara nya, disaat aku sudah mulai mencintai kamu. kamu malah pergi, aku tidak rela Nu." teriak Zee prustasi


seluruh anak buah Zee berpencar, ditambah lagi para petugas tapi pencarian mereka tidak membuahkan hasil.


"Kho thod khun, sudah kami cari dimana mana tapi tidak ada tanda tanda khun Nunew" lapor anak buah Zee


"lapor khun, disebelah sana ada sesosok mayat ditemukan. Tapi kami tidak bisa mengenali wajah nya dan tubuh nya. Karena tubuh nya setengah hancur akibat terbakar" lapor Salah satu petugas kepada atasan nya


Deg,,deg,,


mendengar ucapan tersebut, jantung Zee berhenti berdetak. Dia merasa dunia nya sudah hancur mendengar kabar tersebut.


"Tidak, itu pasti bukan Nunew" Zee berlari menuju tempat yang dikatakan petugas tadi. Dari belakang tidak lupa Max mengikuti Zee, dia sama syok nya seperti Zee. Dia tidak menyangka jika akhir nya akan seperti ini.


Setiba nya Zee di sana, Zee bisa melihat mayat yang dikatakan orang tadi.


"Hiks,,hiks,,tidak ini pasti bukan kamu kan Nu? bukan, ini bukan kamu." tangis Zee pecah di samping mayat tersebut


"Zee" Max menepuk pundak Zee


" Max, ini bukan Nunew kan Max? tolong bilang sama mereka, itu bukan Nunew" Ujar Zee disela sela tangis nya


"Zee"


Melihat keadaan Zee yang seperti ini, tentu membuat Max sedih. Zee seperti orang kehilangan arah. Dengan sekali tarikan, Max membawa Zee kedalam pelukan nya.


" Zee kamu harus tenang, tenangkan fikiran kamu dulu. Aku bukan nya ingin mematahkan semangat kamu, tapi coba kamu fikir pakai akal sehat Zee. Mobil Nunew jatuh dari atas sana, dan setiba nya di bawah mobil tersebut meledak dan terbakar. Menurut kamu ini Nunew atau bukan?. Jangan siksa tubuh kamu seperti ini Zee, kamu harus kuat" Nasehat Max


" Tidak Max, Nunew masih hidup. Dia masih hidup, dan aku yakin itu" Zee berlari menjauh dari Max


"Zee mau kemana kamu? tunggu Zee" Max ikut berlari untuk mengejar Zee


" Zee awas, di sana itu licin" Teriak Max, terlambat. Zee sudah tergelincir dan terjatuh. Tubuh nya mengelinding kebawah, setiba nya disana kepala Zee terbentur kebatu.


" Zee" teriak Max, dia berlari menuju Zee.


"Kalian, bantu saya mengangkat Zee keatas. Cepat" teriak Max kepada anak buah nya


" Khab khun"


"Dan untuk kalian, bawa jasad Istri Zee ke kediaman panich. Urus semua proses untuk mengkremasi jasad nya"


"khab khun"


Setelah memberikan intruksi kepada bawahan nya, Max ikut menyusul Zee keatas. Dia akan membawa Zee kerumah sakit.


**


"loh kita mau kemana ini?" tanya Nata


"Kita mau putar balik kerumah sakit khun"


" Siapa yang sakit?" tanya Nata


" Khun Zee"


" phi Zee? kok bisa?"


"Dari informasi yang saya dapat, Khun Zee terjatuh di jurang kemudian kepala nya terbentur."


"Apa? kenapa bisa phi Zee berada di sekitar kejurang?"


"Itu karena mobil Khun Nunew kecelakaan, dan masuk kejurang. Setiba nya di sana, mobil tersebut meledak. Dan Khun Zee tidak percaya jika Khun Nunew sudah meninggal, padahal jasad nya sudah ditemukan"


" Apa? phi Nunu meninggal? kecelakaan?" Nata terekjut mendengar informasi tersebut


"Ya tuhan, phi Nunu" Nata menagis sejadi jadi nya mendengar berita kematian Nunew. Baru saja dia meraskan bahagia nya punya kakak, tapi sekarang semua hilang tidak tersisa.


"Hiks,,hiks,z phi Nunu" Tangis Nata


" Dedek bayi nya, dedek bayi nya juga pergi. Phi hiks,,,hiks,,," Nata semakin menangis ketika teringat jika Nunew saat ini sedang hamil.


" Tolong percepat kerumah sakit, jangan lupa hubungi mama dan papa panich" Ujar Nata


" khab khun"


"Pasti phi Zee saat ini sangat terpuruk" Batin Nata