
Nata baru saja tiba di rumah sakit, bersamaan dengan kedua orang tua Zee.
"Nata, nak" panggil mama Zee
"mama" panggil Nata dan berlari memeluk nyonya pruk panich
"sebenar nya apa yang terjadi Ta, Zee kenapa? dan di mana menantu mama?"
"ma hiks,,hiks,, phi Nunu ma phi Nunu"
"Iya, Nunu kenapa sayang?" tanya Mama Zee dengan panik
"phi Nunu dia_diaaa" belum sempat Nata menjawab, Nata jatuh tak sadarkan diri
"yaa tuhan nak, papa tolongin Nata" perintah mama Zee
Papa Zee mengangkat Nata dan membawa nya kedalam ruangan yang ada di sana,
"Sekarang jelaskan, kenapa anak dan menantu saya?" tanya Tn. Panich kepada anak buah Zee dengan nada yang tegas
"Begini khun sebelum nya kami mendapat perintah dari Tuan Zee untuk menuju lokasi di atas bukit di daerah terpencil, setiba nya kami di sana ternyata khun Zee sedang berusaha mencari jasad istri nya yang menjadi korban kecelakaan di jurang. Kata petugas istri khun Zee tidak selamat. Karena mobil tersebut jatuh ke jurang dan hangus terbakar, khun Zee tidak terima. Sehingga dia dan Khun Max beserta rekan saya yang lain ikut membantu. Tapi ternyata jasad khun Nunew di temukan. Khun Zee masih belum percaya, dia berusaha kembali mencari. tapi naas, dia malah tergelincir dan jatuh dari ketinggian"
"Ya tuhan, Nuuuu" Ny.Panich tiba tiba juga pingsan, dia tidak kuat menerima kenyataan yang dia terima.
"Dear" Tn. Panich mengangkat tubuh istri nya dan membawa nya ke dalam ruangan tempat Nata di rawat
"kenapa jadi seperti ini" batin Tn. Panich
Tn.Panich berjalan keluar dari ruangan istri nya,
"Sekarang di mana jasad menantu saya?"
"di dalam perjalanan menuju mansion panich khun,"
"Max di mana?"
"khun Max dan rekan saya yang lain sedang mencari dalang dari penyerangan ini"
"Ok. sekarang kamu berjaga jaga di depan ruangan Zee dan istri saya"
"Baik khun"
****
"Bagaimana? ketemu?" tanya Max kepada anak buah nya
"ketemu khun"
"Bagus, ayo jalan. jangan sampai kita kehilangan jejak"
"hhmm" Angguk Anak buah Max
mereka memutar arah mobil nya menuju lokasi tempat orang orang yang menyebabkan semua ini.
"Kasihan kamu Zee, kamu baru bisa mencintai seseorang. tapi di saat itu kamu juga harus kehilangan nya" Batin Max
Tidak butuh waktu berjam jam, hanya kurun waktu satu setengah jam Max dan rombongan tiba di sebuah Vila tempat orang orang tersebut bersembunyi
"kalian yakin ini tempat nya?" tanya Max
"yakin Khun"
"Bagus, ayo turun dan ringkus mereka"
"hhmm" Angguk anak buah nya
Max dan orang orang nya berjalan memasuki Vila tersebut.
brak,,,bunyi dobrakan pintu tidak terelakan
"Ohh jadi kalian pelaku nya" Ujar Max dengan nada yang dingin. Dia tidak menyangka jika Love, Tin, Frank pelaku semua ini. Bahkan yang lebih membuat dia terkejut, Zhan Om Zee juga terlibat dalam kasusu pembunuhan Nunew.
"kalian?bagaimana bisa kalian tau tempat ini?" tanya Love dengan nada yang terekjut
"ceks dasar bodoh. Kamu salah jika ingin mencari lawan Love" ejek Max
"jangan banyak bicara, pergi dari sini sebelum kalian lenyap" ujar Tin dengan nada yang marah
"hahahah lenyap, benar benar punya nyali besar. tangkap mereka" perintah Max kepada anak buah nya
terjadi perlawanan ketika mereka hendak menangkap Love dan antek antek nya.
dorr,,,,
dor,,
dor,,
bunyi tembakan di mana mana, membuat suasana yang tadi nya sunyi jadi bising.
hanya dengan hitungan menit, anak buah Max berhasil meringkus Love, Tin, Frank, dan Zhan.
"hanya segitu kemampuan kalian? cekss, ceks,,ckes,, dasar payah. Bahkan hanya hitungan menit, anak buah saya berhasil meringkus kalian." sinis Max
"Bawa mereka ke markas, siksa mereka sampai kita datang ke sana. ingat jangan sampai mati"
"Baik khun"
"lepaskan kami, lepaskan" teriak Tin
"DIAM" bentak anak buah Zee
****
"Bagaimana keadaan anak saya dok?" tanya Tn Panich kepada dokter yang menangani Zee
"Syukurlah tidak ada yang serius, Khun Zee hanya mengalami luka tingan. Semua itu tidak akan berpengaruh bagi organ dalam nya, tapi kemungkinan khun Zee akan mengingat memori yang pernah dia lupakan"
"maksud dokter dia akan ingat semua kejdian masa lalu nya?" tanya Tn.Panich memastikan
"benar khun"
"syukurlah, terimaksih"
"sama sama khun, kalau begitu saya undur diri"
"ya silahkan" Setelah kepergian dokter tadi, anak buah Zee berjalan menuju kearah nya
"ada apa?"
"Khun Nata dan Ny.pancih sudah sadar khun"
"hhmm, kamu berjaga di depan ruangan Zee"
"baik"
Tn. Pancih berjalan memasuki ruangan anak dan istri nya
"dear" panggil Tn.pancih setelah dia berada di dalam ruangan tersebut
"itu ngk benar kan, Nunu masih hidup kan. jawab Miles, jawab" tangis Ny.pancih
"Sssstr dear" Tn.Pancih/ Miles memeluk tubuh istri nya Davika, memberikan ketenangan kepada istri nya
"hiks,,hiks,,mama papa Nata minta maaf"
mendengar tangisan Nata, Davika dan Miles melihat kearah nya.
"Kenapa minta maaf nak?" tany Davika
"Nata tidak becus menjaga Phi Nunu dan keponakan Nata"
"maksud kamu apa sayang?" tanya Davika lagi
"sebenar nya sebelum terjadi penculikan kita dari rumah sakit ma, memeriksa keadaan phi Nunu. ternyata dia hamil. Usia nya memasuki tiga minggu, tapi saat di jalan mau pulang terjadi penculikan kepada phi Nunu"
"Ya tuhan Nu" Davika kembali menangis memikirkan nasib menantu dan calon cucu nya. Rasa nya dia benar benar tidak sanggup, tapi dia harus tegar demi Zee. Di sini Zee lah yang lebih terluka.
"apa Zee sudah tau sayang?" tanya Miles kepada Nata
"belum pa, Nata minta maaf" tangis Nata
"jangan minta maaf nak, ini bukan salah kamu. ini sudah takdir"
"mending sekarang kita keruangan Zee, setelah itu kita pulang untuk mengurus jasad Nunew" ujar Miles
"hhmm" Davika dan Nata mengangguk tanda setuju. Setelah itu mereka keluar menuju ruangan Zee.
setiba nya mereka di sana dengan suara Zee yang menggigau menyebut nama Nunew.
"Nhu kamu di mana Nhu, nhu hikss,,hiks,," Tangis Zee dalam tidur nya
melihat keadaan Zee, semua orang tidak kuat melihat nya.
"Nhu,,Nhu,,NHUUUUU" Zee berteriaak kemudian terbangun dari tidur nya
"ma Nunu mana ma? Nunu mana?" tanya Zee kalut
"Zee kamu harus iklas" ujar Davika di sela tangis nya
"tidak ma, istri Zee belum mati ma. Nunu masih hidup, Zee harus mencari Nunu sekarang. dia pasti ketakutan ma" ujar Zee lagi
"Zee sadar nak, kita harus iklas. dan urus jasad Nunew segera" ujar Miles
"tidak pa, tidak. Aku harus nemuin Nunew, Nunew belum meninggal. Aku harua bisa nemuin Nunew dan minta maaf sama dia. Zes sudah salah mom, Zee sudah salah sama Nunu. Zee sudah melupakan nya selama ini, bahkan Zee juga melupakan janji Zee waktu kecil sama dia. Tidak hanya itu, Zee juga terkesan membenci dia. Zee harus bisa temukan Nunew lagi. dan meminta maaf kepada nya" Racau Zee dalam tangis nya
"Zee? apa kamu sudah ingat?" tanya Davika terkejut
"ya"
"Zee kamu harus tenang, jangan seperti ini" ujar Miles
"Nunew belum mati pa"
"Zee sekarang papa dan mama akan mengurus jasad yang ada di mansion kita. Papa ngk tau itu jasad siapa, mau Nunew atau tidak ita harus mengurus nya dulu. Setelah itu baru kita lanjutkan langkah selanjut nya." ujar Miles
Zee hanya diam mendengarkan perkataan paoa nya.
next,,,
like, Vote, coment, and share💙🧡