My Husband Is Mafia

My Husband Is Mafia
Dasar Omes!



...🌷SELAMAT MEMBACA🌷...


...----------------...


...----------------...


19.05 Malam


Ceklek


Axel membuka pintu kamar, namun mata bertepatan melihat Bianca berkaca. Yang membuat ia jengkel gaun yang dipakai istrinya.


“Ganti gaunnya!” Perintah Axel dingin ia tidak suka melihat pakaian terbuka itu walaupun tidak terlalu tapi tetap saja memperlihatkan bahu putih dan leher putih istrinya ditambah pada bagian dadanya sedikit rendah.


“Apa sih datang-datang main perintah aja!” Sinis Bianca tanpa mempedulikan  perkataan Axel.


Rahang Axel mengeras istrinya ini sudah pandai melawan ternyata, “kau tidak dengar saya bilang apa Hah! G-A-N-T-I, atau tidak usah pakai sekalian” Geram Axel sedikit emosi.


“Kamu apaan sih mas? Enggak usah lebay deh, aku itu lagi pengen pakai gaun ini soalnya cantik tau. Lagian kamu kan enggak peduli juga kan, Cih... sekarang sok-sokan suruh ganti! Udah deh mendingan enggak usah sok peduli eneg liatnya!” ucap Bianca tanpa rasa takut bahkan ia berkata dengan sinis membuat Axel tersulut emosi mendengarnya.


“Oh pengen jadi ******! Kalo begitu silakan! Tapi perlu lebih terbuka dari ini!” dingin Axel tersenyum sinis namun, tetap berusaha menahan amarahnya.


“K-kamu..!” Suaranya langsung tercekat mendengar penuturan suaminya, tiba-tiba saja air matanya lolos dari mata indahnya.


“Kami jahat m-mas hiks...hiks...” tangis Bianca pecah, hatinya sangat sakit sekali mendengar kata ****** dari Axel.


Melihat istrinya menangis membuat ia tidak tega, “Huuff...” ia menghela nafas panjangnya dan mendekap tubuh mungil istrinya yang masih menangis sesenggukan.


“I’m sorry baby, I don’t like you wearing it open like that. You’re mine! No one can see this because it’s all mine!” ucap Axel lembut sambil mengusap rambut hitam Bianca.


“Really! Terus kamu sayang enggak,cinta gak sama aku. Selama ini kamu enggak pernah bilang begitu, kamu pasti bohong! Kamu cuman anggap aku sebatas istri aja kan ngaku kamu Ayo ngaku!” Bianca mengeluarkan unek-unek nya yang selama ini selalu ingin ia pastikan sambil melepaskan pelukannya untuk menatap dengan jelas wajah tampan suaminya.


Axel terdiam namun sesaat kemudian ia tersenyum simpul ternyata karena itu toh. “Jadi pengen aku bilang secara langsung nih seperti dalam film-film itu. Astaga sayang! Kamu harus paham enggak semua lelaki itu mengungkapkan nya secara lisan tapi ada sebagian secara perlakuan contoh nya seperti aku. Ya aku akui dulu aku sempat dingin dan kasar sama kamu tapikan waktu itu dan sekarang, apa kamu masih belum mengerti juga perlakuan aku selama ini padamu!” ucap dan jelas Axel panjang lebar  dan sedikit gregetan sambil menahan tawanya akan keluar karena ulah istrinya.


Bianca sedikit malu ia tidak menyangka bibirnya mempertanyakan itu. “Jadi!” tanya Bianca lagi menahan kegugupan nya.


Axel terkekeh geli dan menangkup pipi tembam itu sambil menatap lekat mata bulat istrinya, Cup “jadinya pengen cium!” goda Axel setelah mengecup bibir ranum itu.


Bianca cemberut, “Ih kamu ngeselin, bukan itu maksudnya?” kesalnya.


“belum puas juga” heran Axel dan langsung dianggukkan Bianca. Axel menghela nafas, wanita memang cukup merepotkan, “Hm, I love u, my wife. Really love u, honey!” bisik Axel tepat di tengah Bianca. Dan mengecup daun telinga itu dengan lembut, lalu turun ke leher jenjang itu meninggal beberapa kissmark disana.


“ I love u too, my husband!” balas Bianca sangat senang sambil mengigit bibirnya menahan ******* yang akan lolos dari mulutnya.


Tangan Axel merengkuh erat pinggang Bianca dengan bibir terus bermain di leher Bianca lalu turun ke belahan dada Bianca.


Cup


“M-mas eugh...” tangannya juga sudah memasuki sela-sela rambut Axel. Bibir Axel terasa sangat hangat dan basah di sana membuatnya melayang. Bahkan ia melupakan akan kepergiannya ke acara Fina.


Axel semakin bergairah, tanpa babibu ia mengangkat Bianca ke tempat tidur. “Sayang mau ya!” ucap Axel memohon dengan tatapan sayu menginginkan lebih. Bianca mengangguk ia tidak munafik karena juga menginginkan nya.


Mendapatkan lampu hijau dari istrinya, Axel bersorak gembira dan langsung menerjang istrinya tanpa ampun.


(Hm, kalian tau lah apa yang terjadi, enggak perlu author per jelaskan😁)


🌿🌿🌿


“hosh...u-udah mas...” ucap Bianca pelan sambil mengatur nafasnya dengan penuh keringat begitu pun Axel, bahkan badannya terasa lemas sekali apalagi bagian bawahnya.


“Mas kamu mau bunuh aku! Lemas banget tau, kamu sih mainnya kasar lembut dikit bisakan” Bianca kesal rasanya ingin menendang suaminya ini ke luat paling dangkal.


“kasar itu lebih luar biasa enaknya” jawab Axel menyeringai mesum. “Cih, dasar Omes” cibir Bianca.


Axel menyengir kuda sambil mengerling nakal. “sekali lagi ya, oke deh aku bakalan main lembut kali ini janji deh!”


“Janji jangan ingkar, awas aja kalo bohong enggak bakalan dapat jatah selama sebulan!” ancam Bianca sambil melototkan mata menakut-nakuti Axel.


Axel memelas, “iya sayang” jawab Axel mengangguk males, ancaman itu tidak berlaku padanya.


Saat akan memulai, “ingat!” peringatan Bianca lagi membuat Axel kesal namun tetap mengangguk mantap.


“Gara-gara ini aku enggak jadi ketempat Fina, ya sudahlah!” batin Bianca merasa tak enak.


 


Tepat jam 03.15 tengah malam, pertempuran ia dan Axel akhirnya berhenti. Rasanya badannya sangat sangat lemas sekali.


“Tidur sayang!” ucap Axel yang telah memejamkan matanya yang sedang memeluknya.


“Hm..” dehamnya dengan mata mulai terpejam. Mungkin esok ia akan bangun kesiangan lagi.


...


“Euughh...” terdengar lenguhan dari Bianca lalu membuka mata perlahan. Kemudian menoleh ke samping namun tidak menemukan suaminya.


“Jam berapa?” gumamnya lalu melirik kearah jam dinding. Beberapa saat kemudian matanya melotot, “WHAAAT!” Pekiknya lantang. Gimana tidak disana telah menunjukkan jam 09.00 pagi, ya tuhan ternyata benar ia bangun kesiangan.


“Ini juga dia kemana sih? Kenapa enggak bangunkan aku sih? Dasar nyebalin!” dumel nya kesal. Saat akan turun ia baru sadar tidak ada memakai apapun selain selimut doang.


“Hmp” dengan jengkel ia membungkus badannya pakai selimut itu sampai kamar mandi. Biarin ajalah basah sekalian lagian juga mau di cuci nanti.


15 menit ia ritual mandinya akhirnya selesai, lalu memakai baju kaos oblong dan celana panjang longgar, selesai mengeringkan rambutnya ia turun ke lantai bawah.


“Dia kemana sih? Enggak mungkin ke kantor kan sekarang hari libur” bingung nya cengak-celinguk mencari keberadaan suami omesnya.


Lalu ia bertanya pada salah satu pelayan, “liat mas Axel gak bik?”


“Tuan keluar nyonya” jawab pelayan tersebut.


“Terus dia ada ninggalin pesan gitu?”


“Enggak nyonya”


“Owh, gitu” angguk Bianca.


“Kalo gitu saya permisi lanjut kerja nyonya” ucap pelayan tersebut sambil membungkukkan badannya.


“ya bik” jawab Bianca, lalu berjalan ke ruang makan karena perutnya keroncongan dari tadi minta diisi. Suaminya itu biar saja lah lagian sudah biasa suka ngilang entah kemana. Yang penting sekarang makan dan makan.


 


 


BERSAMBUNG...


LIKE >> KOMEN >>  VOTE >> FAVORIT