
...🌷SELAMAT MEMBACA🌷...
...----------------...
...----------------...
Keesokan harinya
APARTEMEN LIANA
“Aaarrghhh... semuanya berantakan gara-gara asisten kurang kerjaan itu!” Liana mengamuk sendiri sambil melempar semua yang ada di hadapannya.
Melihat temannya mengamuk Anita gelagapan sendiri. “tenang nyet, kalo ngamuk begini Lo juga yang rugi nanti. Liat noh semua barang bermerk Lo berserakan semua!” Anita mencoba menenangkan Liana jika tidak bisa habis semua isi apartemen berantakan.
Sadar atas perbuatannya ia berusaha tenang dan mendudukkan bokongnya di sofa.
“Hah...Lo sih gak becus”
Anita terbengong, “enak aja, Lo pikir mudah. Lo sih enak main perintah lah gue yang jalani langsung. Sekarang Lo nyalahin gue enak banget Lo, kalo tau gini mending kagak usah bantuin Lo rugi gue!” protes Anita pedas antara kesal. Dan langsung pergi menutup pintu dengan kasar.
Brak...
“Mau kemana Lo!” namun Anita tak menghiraukan.
Liana mengentakkan kakinya kesal. “Aakkhh... semuanya bikin mood gue hancur” pekiknya frustrasi.
~~
Anita pergi ke kafe langganan nya, disana sudah menunggu seseorang.
“Menjengkelkan!” umpat-Nya setelah duduk di kursi dekat seseorang tersebut.
“Kan udah gue bilang dari awal, Lo sih ngeyel” ucap seseorang tersebut yang tak lain seorang pria.
Anita mendegus, “bukannya Lo juga mendukung kenapa sekarang nyalahin gue, Lo makin lama makin mirip Liana bodoh itu!”
Pria itu hanya terkekeh pelan, “bukan gitu maksud gue, Lo kan tau gue marah banget dengan tingkah dia sekarang, dulu dia yang buat hubungan nya sama Axel berantakan dan sekarang dia juga yang ingin memperbaiki kembali, Hahaha...dia pikir semudah itu! Apa Lo gak liat seperti apa seorang Axel itu? Liat kan, bagaimana orang nya!”
Anita terdiam sesaat lalu mendesah lemah, “dia dingin banget kek es balok apalagi tatapan nya itu merinding gue! Gue gak sanggup lagi berurusan sama dia!”
“Bimo, gue tau Lo punya perasaan terpendam sama Liana jadi gue mohon sama Lo tolong deh Lo ingatin dia buat kagak dekatin Axel lagi. Gue takut dia kena imbasnya” Â
Pria yang bernama Bimo sekaligus teman kecil Liana hanya tersenyum tipis.
“Dari awal gue udah coba beri masukan dan peringatan tapi ya begitulah dia tetap pada pendiriannya, ucapan gue cuman dianggap angin lalu. Jadi biarin ajalah nanti juga sadar sendiri”
Anita menatap rumit Bimo ada rasa kasihan dalam hatinya.
“Kek FTV kisah cinta Lo bertepuk sebelah tangan” ucap Anita yang langsung dapat tatapan tajam dari Bimo.
“Jangan ngaco Lo ngomong bikin gue mual aja!”
“Hahaha...sok malu-malu Lo” Anita semakin gencar menggoda Bimo.
“Lo bisa diam gak, lama-lama kesal gue. Udah cepat pesan minuman Lo”
“Tumben Lo baik”
Bimo memutar bola matanya melas temannya yang satu ini selalu membuat batas kesabaran nya terganggu.
“Eh, Bim. Kalo gue lihat-lihat ya Kekasih tuan Axel yang sekarang jauh lebih cantik dari Liana, gue jadi kasihan ama Liana kalah saingan” ucapnya berbisik pada Bimo.
“Bukan kekasih Nita tapi sudah jadi istrinya, Lo gak liat di medsos” ujar Bimo membenarkan.
Anita langsung melotot, “lo serius Bim, kok gue gak tau. Gue gue jadi makin kasihan pada Liana”Â
Bimo hanya tersenyum kecut, “buat apa Lo kasihan ama dia, biarin aja itu juga keinginan dia sendiri” ucap Bimo acuh. Anita hanya mengangguk.
🌿🌿🌿
18.30 WIB
Di sini Axel sekarang bersama Bianca dan Marsel.
Bianca hanya menatap semua nya takjub, “sebenarnya mas Axel punya rumah berapa banyak sih?” batinnya.
“Mas ini kediaman kamu yang ke berapa?”
Mendengar pertanyaan istrinya ia terdiam dan mencoba berpikir. “Gak tau karena saking banyaknya aku jadi lupa” jawab Axel acuh membuat Bianca ternganga.
“Kamu gila mas!”
“Hah...” Axel terbengong mendengar ucapan gila dari istrinya.
“Iya kamu gila, makanya jangan jadi orang terlalu kaya pikiran kamu jadi blong” ketus Bianca ngegas.
Di belakang Marsel susah payah menahan tawanya yang akan lepas, “Hahaha... pengen ngakak takut dosa!”
Axel hanya menampilkan wajah datarnya plus-plusnya, sakit tapi tidak berdarah mulut istrinya benar-benar tajam.
“Kamu mau kita tinggal disini atau tetap di mansion utama?” tanyanya tanpa menghiraukan ucapan kasar istrinya.
“Kamu yakin gak tertarik tinggal di sini, kalo mau ada temannya aku bisa sewa teman buat kamu” Axel kembali bertanya.
Bianca terheran dan menatap Axel penuh selidik, “kamu kok ngeyel banget minta aku tinggal di sini, pasti ada sesuatu kan. Kamu gak senang aku dekat sama keluarga kamu makanya nawarin aku tinggal di sini!”
Axel jadi salah tingkah sendiri mendengar tuduhan istrinya.
“enggak gitu sayang, aku cuman kasih kamu yang lebih baik itu aja gak lebih”
Bianca semakin menatap curiga, “gak percaya, udah deh mending sekarang kita balik pulang, aku gak mau tinggal disini, kalo kamu tetap ngeyel ya udah tinggal aja disini sendiri aku mah males” Lalu ia kembali keluar pergi memasuki mobil.
Marsel yang jadi penonton dan pendengar dari tadi hanya menahan tawanya apalagi saat melihat wajah masam bosnya.
“Aduh nyonya bos gak peka banget dah, si bos itu mau tinggal berdua cuman ingat! cuman berduaan biar lebih leluasa bermesraan, nyonya bos nyonya bos begitu aja kagak peka!” heboh Marsel bersorak dalam hatinya tepatnya bersorak pada Bianca.
“kacian lu bos, gue turut berdukacita, hehehe...!” ejek Marsel pelan sambil melirik-lirik pada Axel yang masih berdiri didepan pintu masuk.
“Anjiir gue ngomong apaan, ke dengar si bos mampus gue!”
“Marsel!” Dengan cepat ia mengubah rautnya seperti biasa takut ketahuan bisa dikurangi gajinya.
“Siap bos”
“Mansion”  kemudian, Axel memasuki mobil diikuti oleh Marsel dengan singgap untuk menyetir.
Setengah jam kemudian mereka sampai di mansion utama. Bianca juga langsung ngacir masuk ke dalam mencari mertua tercintanya.
Axel ikut masuk Marsel juga ikut-ikutan.
“Kek nya ada makanan enak nih” batin Marsel. Setelah masuk malah langsung pergi ke dapur.
Axel hanya menatap jengkel, “dasar maniak makanan!”
“Yuhuu...mana makanan nya Marsel ganteng datang!” sorak Marsel heboh saat sampai di dapur.
Kebetulan di dapur ada Alina, Amanda, Angel dan Bianca masih ada satu lagi yaitu Dinda entah kapan datangnya.
“aduh Marsel kamu ngapain ke dapur nak!” heran Alina menegur Marsel.
Marsel cengengesan, “mau minta makan Tante, si bos kagak kasih saya makan Tante padahal saya lapar” malah mengadu sebelas dua belas dengan Wiliam.
“Dasar Kambing! Balik ke markas!” ucap Axel lantang.
“MARSEL!” Suara Axel berubah dingin sedingin es balok membuat Marsel merinding.
“Siap pak bos”
“Saya pamit lagi Tante” sambil mencomot kue yang di pegang Dinda lalu ngacir keluar.
“KUE AKU!”
??
Semuanya langsung tutup telinga karena suara cempreng Dinda.
Â
Â
BERSAMBUNG...
Sesuai permintaan readers author bakalan kasih Visual tambahan>>
AXEL ALEXANDER
BIANCA ARA DIPTA
MARSEL ERIAN BERKY
DINDA RENDIANA
Semoga kalian suka, bagi yang kurang puas silakan komentar di bawah ya, Thanks(:
Â
LIKE >> KOMEN >> VOTE >> FAVORIT