My Husband Is Mafia

My Husband Is Mafia
Tangisan Bianca



...🌷 SELAMAT MEMBACA 🌷...


...----------------...


...----------------...


Sekarang mereka telah berada di Markas tepatnya dalam ruangan bawah tanah.


“Bos ingat tidak boleh main darah!” ucap Marsel mengingat kan takut bos nya kelepasan lagi.


“siapa memberitahu mu?” Axel bertanya ketus.


Marsel menggaruk kepalanya, “dari kakek Leon bos, bos lupa ye tadi siang kakek telpon saya” ucap Marsel sedikit songong.


“Selain asisten dan tangan kanan saya juga termasuk penasehat untuk bos, jadi jangan marah” jelas Marsel terkesan mengejek yang mana membuat Axel mendegus.


“Jadi bagaimana bos, penyiksaan si tua kasih untuk saya saja jadi bos tidak perlu susah-susah mengayunkan tangan!” sambil menaik-turunkan alisnya pada Axel.


“Hm...” Axel hanya berdeham cuek dan duduk dengan tenang di kursi yang telah disediakan.


Marsel bersorak gembira dalam hatinya, sudah cukup lama ia menunggu hari ini.


“Pakai ini!” Axel menyodorkan sarung tangan dan pisau kesayangan nya pada Marsel.


“Dengan senang hati bos” Marsel menerimanya dengan hati penuh kemenangan, lalu ekor matanya menatap seringai arah Radit di kurung.


“Selamat menikmati penyiksaan ku pak tua!” Marsel menyeringai memperlihatkan kedua taring nya.


GRROAAARRR...


“JOY!” Yap yang mengaum itu Singa jantan peliharaan Axel karena sudah lama tak mendapatkan mangsanya.


“Marsel percepat kerjamu, Joy sudah kelaparan! Jika tidak kau yang jadi santapannya”


Marsel yang lagi asyik bermain semakin gencar menyiksa Radit bahkan ia tidak membiarkan Radit bersuara sedikitpun.


Kejam itulah untuk Marsel namun masih di bawah kekejaman Axel.


“Kalian beli beberapa daging mentah” Axel memerintahkan bawahannya.


“Baik bos”


Axel juga beranjak pergi ke kandang Joy. Disana terlihat seekor singa jantan berputar-putar sambil mengaum.


“Hm...apa perlu gue cari pasangan nya” Axel bergumam sambil terus menatap hewan peliharaan nya tersebut.


“Sepertinya memelihara kucing kecil lebih bagus”


 


“Bos!” Lamunan Axel langsung buyar dan berbalik ke tempat sebelumnya.


“Apa sudah selesai?” Lalu menatap arah penyiksaan tadi setelah melihat ia hanya mengangguk puas.


“Kerja bagus, lempar ke Joy”


“Satu lagi jika Daddy bertanya katakan yang sebenarnya”


Marsel mengangguk patuh dan menyeret mayat Radit ke arah kandang Joy.


Axel sendiri keluar dari ruangan tersebut sambil mengeluarkan ponsel mahalnya.


“Eric carikan anak kucing loreng untukku, Harus sampai besok!” kemudian mematikan secara sepihak.


🌿🌿🌿


Di sisi lain tepatnya Di L.A (LOS ANGELES)


Eric menyumpah serapan karena telpon nya dimatikan secara sepihak oleh Axel.


“Bos kagak ada akhlak, gue mau ngomong malah langsung dimatikan”


“Malah nyuruh gue cari kucing loreng, sebenarnya kucing seperti apa sih?”  saking kesalnya ia tanpa sadar melempar ponsel tersebut.


“sayaang! Kenapa iPhone mahal aku kamu lempar!” pekik seorang wanita yang tak lain adalah kekasihnya yang baru saja kembali membawakan segelas air putih.


Eric tersadar langsung menutup mulutnya kaget, “mati gue!”


“Aduh sayang, Sorry banget aku kelepasan jadi salah lempar deh” dengan takut-takut ia mengambil ponsel tersebut, karena terlalu kuat lemparnya membuat layarnya retak.


Eric meringis melihat hasil kelakuan nya sendiri lalu menatap sang kekasih.


“Ehehe... jangan marah nanti aku beliin yang baru. Kamu harus paham sayang ini semua karena bos aku, coba aja dia tidak mematikan panggilan nya secara sepihak enggak bakal ada kejadian begini” protes nya tidak mau disalahkan jelas-jelas sudah terlihat dia sendiri yang salah malah menyalahkan Axel.


“Oh gitu, jadi kamu nyalahin bos kamu itu. Kalo dia tau habis kamu!”


“Jangan dong sayang, bisa-bisa aku kehilangan pekerjaan. Hm...Oiya kamu mau gak bantu aku, tenang aja nanti aku belikan ponsel baru yang lebih bagus”


Kekasihnya hanya mengangguk, “mau dibantu apaan?” tanyanya.


“Kamu kan paling hebat tuh memilih barang bagus” Eric menatap sang kekasih penuh harap.


“kucing loreng, Hm... mungkin maksud bos kamu anak harimau ya. Kalo itu sih aku gak bisa bantu kamu cari aja sendiri, awas nanti aku adukan sama bos kamu itu kalo kamu gak becus menjalankan tugasnya!”  Lalu langsung pergi dari hadapan Eric.


“Sayang kok gitu sih, Huhuhu...gini amat nasib gue, giliran mau nyantai ada aja yang menghalangi. Wahai bosku engkau sungguh tega, kenapa kagak nyuruh Marsel malah nyuruh gue jauh-jauh”


“MASIH NGELUH KAMU, HATI-HATI MATA-MATA BOS KAMU ADA DIMANA-MANA!” teriak Kekasihnya dari luar ruangan tersebut.


Mendengar itu Eric langsung meringis takut, “gue sampai lupa tentang itu, bukannya gue juga termasuk!” Lalu cepat-cepat berangkat mencarikan permintaan bosnya.


...


Balik dari Markas, Axel langsung pulang ke mansion. Saat memasuki kamar langsung dapat tatapan dari istri nya.


“Mas kamu habis dari mana?” suaminya pulang bukannya disambut malah ditanya penuh curiga.


Axel hanya acuh sambil melepaskan jas hitamnya.


“Mas aku bertanya loh?” ketus Bianca kesal karena merasa dicuekin.


“Apa sih, aku lelah dan kamu malah nanya curiga begitu” sambil berjalan mengambil pakaian gantinya.


Bianca cemberut sambil duduk di tepi tempat tidur dengan terus mengusap perutnya yang sudah terlihat sedikit membuncit.


“Mas Axel marah ya!”


Ia hanya terus melihat in  Axel selesai berganti baju sampai menaiki tempat tidur.


“Mas!”  Bianca bergeser menghampiri Axel yang sudah tiduran membelakanginya.


“Mas kamu marah, jangan marah dong, aku gak bakal gitu lagi” Bianca terus merengek sambil menggoyang-goyangkan badan Axel.


“mas hiks...kamu jahat, kamu gak sayang aku sama debay lagi”


Mendengar suara tangisan itu Axel terpaksa berbalik.


“Gak usah cengeng, aku lelah, aku mengantuk!” tanpa sengaja ia mengeraskan suara nya membuat Bianca semakin sedih. Namun ia tak peduli karena badannya sangat lelah ditambah matanya sangat berat ingin rehat.


 


Bianca masih gencar menangis dalam diam, “mas Axel jahat hiks...!”  sambil tidur ikut membelakangi Axel menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.


Beberapa jam kemudian, ia masih belum tidur dengan tenang dan kembali duduk menengok ke arah Axel yang sudah tidur pulas.


“Mas Axel benaran gak peduli aku lagi, jahat!”


“Hiks- hiks...mas Axel jahat, hiks mas Axel gak sayang aku lagi”


Axel yang lagi tidur menjadi terganggu dengan berat hati ia membuka matanya.


“Hoaam... kenapa masih belum tidur?” Axel bergumam saat melihat istrinya masih belum tidur.


“kamu nangis!” Tanyanya heran masih belum sadar karena kesalahan dirinya sendiri.


Bianca hanya diam sambil menghapus ingusan nya.


“Sayang kamu kenapa? Sini bobok, ini udah tengah malam sayang”  Dengan lembut Axel memeluk istrinya.


“Udah bobok ya”


“Tapi janji gak marah lagi, gak cuekin aku lagi”


“Iya janji”


Bianca tersenyum senang, “kalo gitu usapin perut aku”


“Hm...” Axel menurut dan mengusap perut buncit Bianca dengan lembut.


“Usapin terus sampai aku bobok”


“Hm”


 


BERSAMBUNG...


Joy (singa Jantan peliharaan Axel)



LIKE >> KOMEN >> VOTE >> FAVORIT


 


Â