
...🌷SELAMAT MEMBACA🌷...
...----------------...
...----------------...
Malam harinya, di mansion. Dikamar mandi.
Bianca sedang berkaca melihat dirinya dengan mata melotot. Sebelumnya ia diberi Axel sebuah paper bag dan diminta memakainya. Awalnya ia sangka sebuah gaun namun, ternyata tidak isinya sebuah pakaian sangat tipis dan seperti tidak layak dipakai yang tak lain adalah lingerie berwarna hitam yang membuat Bianca memerah.
“I-ini...” Bianca sangat malu sekali melihat pantulan dirinya didepan kaca.
“Apakah aku benar-benar harus memakai ini? Ini sangat memalukan!”
“Tapi kalo aku tidak memakainya pasti mas Axel kecewa dan marah, mau bagaimanapun aku udah janji bakalan tunaikan kewajiban ku malam ini. Tapi kenapa harus memakai beginian..” Bianca terus bolak-balik sambil berpikir apakah ia harus keluar atau tidak.
Â
Tok, tok...
Bianca langsung dikagetkan mendengar ketukan pintu.
“Cepat keluar, kenapa lama sekali! Apa yang kau lakukan, jangan bilang kau ketiduran di dalam” kata Axel dari balik pintu.
Bianca semakin gelagapan dengan cepat ia mengambil handuk untuk membungkus tubuhnya yang memakai lingerie dan membuka pintu.
Saat terbuka terlihat Axel sedang berdiri bersedekap dada menatapnya dengan intens.
Melihat tatapan Axel, Bianca semakin gugup dan langsung ngacir keatas tempat tidur membungkus tubuhnya dengan selimut.
Axel berbalik masih melihat kearah Bianca, alisnya terangkat saat melihat tingkah istrinya.
“Apa kau telah memakainya?” tanya Axel sambil berjalan menghampiri istrinya yang telah masuk dalam selimut tebal tersebut.
Melihat kediaman Bianca, Axel menyeringai dan menarik selimut tersebut namun, ditahan dengan cepat oleh Bianca.
“lepas!” tekan Axel sedikit kesal.
Bianca menggeleng dengan muka sedikit pucat.
“Jangan mas!” gugup Bianca dengan wajah memelas dan masih sedikit pucat.
“Ada apa lagi, jangan bilang kau takut dan belum siap melakukannya!” Axel terlihat kurang semangat saat menanyakan nya karena sudah yakin melihat reaksi Bianca.
Bianca sedikit merasa bersalah melihat tatapan Axel. Sebenarnya ia sudah siap tapi malu hanya itu saja.
Cukup lama saling diam, lalu Bianca menatap Axel yang masih memegang selimut tersebut.
“Mas...” cicit Bianca hampir tak terdengar.
Axel hanya diam tapi tangannya dengan sigap menarik selimut yang membungkus tubuh Bianca.
Bianca yang pasrah saja dan tidak ingin mengelak lagi. Handuk yang masih dipakainya sudah melorot.
“Seksi” ucap Axel dengan senyuman mesumnya.
Tak menunggu lama-lama, ia langsung menindih Bianca. Malam ini ia akan melakukan malam pertama yang tertunda cukup lama. Dan malam ini juga ia akan melepaskan keperjakaannya begitupun dengan Bianca yang akan melepaskan keperawanannya.
Srek...
Tanpa babibu Axel langsung merobek dan melemparkan lingerie yang dipakai Bianca.
“Mas...itu mahal lho kenapa dirobek sih” Bianca sedikit kesal sambil menahan ******* yang akan keluar dari mulutnya.
Axel hanya bodo amat dan tak lupa juga melepaskan semua pakaiannya.
Bianca sangat malu sekali dengan tatapan mata Axel pada tubuh telanjangnya.
“Jangan diliat begitu mas, malu tau!” kata Bianca sambil menutupi bagian sensitifnya dengan tangannya. Namun, Axel dengan cepat menahan tangan itu.
“Ini sangat indah sayaang..!” ucap Axel dengan senyuman nya. Bianca semakin memerah mendengar kata sayang dari Axel. Ditambah lagi ia tanpa sengaja melihat senjata perkasa Axel.
Setelah itu, hanya suara-suara ******* dan lenguhan nikmat dalam kamar tersebut. Untung saja kamarnya kedap suara dan tidak akan terdengar oleh para pelayan.
“Akh...” Bianca meringis saat merasakan sesuatu besar memasuki bagian bawahnya sampai air matanya mengalir menahan sakitnya.
“Sa-kit mas...” rintih Bianca sambil mencengkram kuat punggung Axel.
“Ini hanya sebentar sayang...nanti tidak akan sakit lagi” ucap Axel mencoba menenangkannya dan ******* bibir nya.
Mereka terus melakukan beberapa ronde sampai subuh.
“Terimakasih sayang!” ucap Axel sambil mencium jidat istrinya yang dibalas senyuman oleh Bianca. Kemudian, kedua tidur sambil berpelukan.
🌿🌿🌿
Pagi harinya, di lantai bawah Marsel terlihat telah mondar-mandir sambil menggerutu kesal karena tak kunjung melihat Axel turun, ditelepon juga tidak diangkat-angkat. Dipanggil kesana langsung tidak akan didengar sebab dia tau kamar bosnya itu kedap suara.
“apakah nyonya juga belum keluar!” tanya Marsel kepada pelayan.
“Belum tuan, dari tadi mereka belum keluar dari kamar” jawab salah satu pelayan disana.
“Apa jangan-jangan si bos selesai nganu dengan nyonya, makanya dia gak keluar karena ketiduran” tebak Marsel tampak berpikir dan kemudian tersenyum miring.
...
Dikamar, Axel baru terbangun dari tidurnya tanpa menyadari handphonenya bergetar beberapa kali lima menit sebelumnya.
Lalu ia menoleh kearah samping, ia tersenyum sambil mengusap lembut pipi istrinya.
“Eugh...” terdengar lenguhan pelan dari mulut Bianca dengan mata ikut terbuka.
Merasakan usapan lembut di pipinya Bianca kembali memejamkan matanya.
Axel terkekeh geli dan mengecup pipi Bianca.
“Lanjutkan tidurmu” bisik Axel karena tau bagaimana lelah istrinya itu melayaninya sampai subuh. Kemudian, ia bergegas ke kamar mandi.
Sekitar lima belas menit dikamar mandi, Axel keluar dengan rambut masih basah memakai handuk sebatas pinggang.
Saat melihat istrinya telah bangun Axel langsung menghampirinya.
“Mau aku bantu” ucap Axel saat melihat reaksi Bianca sambil memegang bagian bawahnya.
Bianca hanya diam dengan wajah tiba-tiba memerah entah karena apa.
“Hahaha...tidak usah malu, aku udah liat semuanya malahan udah mencicipi semuanya” gelak Axel sambil tersenyum mesum tanpa mempedulikan wajah malu Bianca.
“Emang makanan kamu cicipi” sungut Bianca sedikit kesal.
Axel hanya terkekeh dan langsung mengangkat Bianca yang masih telanjang bulat kedalam kamar mandi.
Disana Axel langsung memasukkan Bianca ke dalam bathtub yang telah ia siapkan.
“Apa mau aku mandikan?” tanya Axel dengan niat terselubungnya.
“Tidak” jawab Bianca dengan cepat.
“Sana kamu keluar” ucap Bianca mengusir Axel.
“Baiklah” sambil terkekeh pelan Axel keluar dari kamar mandi dan melangkahkan kearah lemari mengambil pakaiannya.
Tanpa menunggu Bianca, ia langsung pergi ke lantai bawah sebab ia melihat panggilan tak terjawab beberapa kali dari asistennya.
Diruangan keluarga, Marsel terlihat sedang asyik memainkan handphonenya tanpa menyadari kedatangan Axel.
“Ehem...” Axel berdeham mencoba menyadarkan Marsel. Dan benar Marsel langsung menoleh kearah nya.
“Eh, udah bangun bos. Saya kira bakalan kurung diri sampai siang nanti” kata Marsel ceplas-ceplos tanpa takut, itu pun karena dia kesal menunggu dari tadi.
“mana nyonya bos jangan bilang bos bikin nyonya tidak bisa berjalan” sambung Marsel lagi sambil celingak-celinguk mencari Bianca.
Axel tidak menghiraukannya dengan acuh ia melangkah keluar pergi kearah mobil.
“Nah, gini nih yang bikin gue kesal” gerutu Marsel karena dicuekin si bos, kemudian ia berbalik mengikuti.
“Mas...kamu gak sarapan dulu!” teriak Bianca yang entah sejak kapan berdiri dekat pintu.
Mendengar itu, Axel menghentikan langkahnya dan menjawab, “nanti dikantor, sekarang hampir terlambat karena ada meeting sebentar lagi” Â
Bianca hanya mengangguk pasrah saja, karena ia tau gara-gara semalam mereka terbangun sedikit kesiangan.
BERSAMBUNG...
LIKE >> KOMEN >> VOTE >> FAVORIT