My Husband Is Mafia

My Husband Is Mafia
Apa yang terjadi!



...🌷SELAMAT MEMBACA🌷...


...----------------...


...----------------...


Gara-gara teriak istrinya itu Axel sangat kesal, ia pikir main ya main kuda-kudaan jarang-jarangkan istrinya minta duluan tapi ternyata malah mengajak nya main cacing hilang sudah harapan nya.


“Mas! Kamu mau kemana? Kita main dulu” pekik Bianca menahan Axel yang akan berbalik.


“Apa sih? Kamu kan bisa main sendiri tidak usah mengganggu ku!”


“Hati-hati jangan sampai jatuh!” lalu ia berbalik ke dalam meninggalkan Bianca menggerutu sendiri.


Sekarang Bianca lagi duduk santai di area kolam renang yang terletak bagian belakang mansion.



15 menit kemudian, bosan main game cacing, ia berlari ke dalam mengganti pakaian dengan bekini tujuan mencebur ke dalam kolam renang.


“Gak sabaran pengen berenang” ucapnya selesai berganti pakaian, namun saat akan memasuki kolam renang di tahan oleh Axel.


“Mau ngapain?” tanya Axel garang.


“mau berenang lah, kamu pikir mau ngapain aku pakai begini!” gerutunya sebal, udah tau pakai tanya.


“Tidak boleh!” ucap Axel tegas lalu tanpa aba-aba mengangkat Bianca ke kamar.


“Ihhh...mas aku mau berenang! Kamu mau bawa aku kemana? Mas Axel!” pekik Bianca memberontak heboh dalam gendongan Axel.


“kamu sedang hamil tidak boleh!”


“kan cuman berenang apa masalahnya sih? Ayo lah mas!”


Axel tidak menjawab, sampai di kamar ia langsung mendudukkan Bianca di sofa dan berjalan ke lemari pakaian.


“Cepat ganti!” sambil menyodorkan satu set pakaian padanya.


“kok ganti sih, aku mau renang” protes Bianca mengerucut sebal.


Axel menatap datar, “mau jalan keluar atau di tinggal disini!”


“Hah...” otaknya tiba-tiba blong, “kamu benaran mau ngajak aku keluar?” tanyanya balik masih tak percaya.


“Yes or No!” tekan Axel tanpa mau menjawab pertanyaan itu.


Dengan cepat Bianca mengangguk, “Yes dong mas” lalu cepat-cepat mengganti baju dan celananya tak lupa bergaya sedikit biar terlihat makin cantik.


“Jangan terlalu berlebihan!” Axel mengingat kan cukup natural, lalu berjalan duluan keluar kamar.


“Hem...” balasnya masih sibuk memakai bedak dan lip nya. “Selesai” lalu mengambil tas kecilnya dan bergegas beranjak keluar.


Saat sampai di halaman depan Axel menatap nya dengan teliti dari atas sampai bawah lalu menganggukkan kepalanya. Bianca yang tau maksud itu hanya memutar bola matanya males.


“gak usah kek gitu juga kali” Degus Bianca. Axel hanya membalas dengan wajah datarnya.


“Masuk”  


“Iya mas suami” Lalu ia ikut masuk. Saat melihat siapa yang duduk di kursi pengemudi ia mengernyit.


“Sejak kapan kak Marsel di sini?” tanyanya heran, karena semenjak ia tiba disini tak pernah liat tuh orang.


“Semalam nyonya” Marsel menjawab sambil tersenyum sok manis membuat Axel mendecih. Bianca ber oh ria saja.


“Jalan” perintah Axel dingin sambil bersedekap dada. Marsel cengengesan tak jelas saat melihat tatapan Axel lewat kaca. Lalu langsung jalan.


🌿🌿🌿


Indo, perusahaan Smith Group.


Reynand benar-benar kacau sekarang, perusahaan nya diujung tanduk. Bahkan ia telah mengajukan kerja sama dengan Xander Grup serta perusahaan lain tapi tidak yang mau menerima nya. Kecuali Perusahaan dipimpin Zayn dan putranya Michael.


Bahkan ia dengan terpaksa harus memecat setengah dari para pekerja. Sampai sekarang ia tidak menemukan siapa melakukan hal ini.


“Apa yang harus aku lakukan sekarang? Setelah sekian lama aku memimpin perusahaan ini tidak pernah terjadi seperti dan sekarang... Hahhh...” Reynand memijit pelipisnya terasa sangat panas dan lelah sekali memikirkan nya.


Dor..Dor..dor..


Tiba-tiba ia mendengar suara keributan diluar bahkan juga terdengar suara tembakan membuat ia kaget.


“Pak di luar ada beberapa orang berpakaian hitam mereka membuat para pekerja ketakutan” ucap Sekretaris Lim tergagap ketakutan.


Reynand melotot dengan cepat ia berjalan menghampiri segerombolan orang itu.


“REYNAND KELUAR KAU BAJINGAN! JIKA TIDAK INGIN TEMPAT INI HANCUR!”


Terdengar suara ancaman dari salah satu orang itu. Membuat ruangan tersebut menjadi sunyi.


Tap


Tap


Lalu terlihat Reynand berjalan mendekati bersama sekretaris Lim dibelakang-Nya.


Karyawan disana masih ada beberapa orang yang masih bekerja lembur jadi tidak terlalu banyak orang.


“Siapa kau? Apa maksudmu menyerang kantor ini?” Reynand menatap mereka dengan tajam penuh selidik, apalagi mereka pakai penutup wajah.


“HAHAHA...” pria tadi tertawa mengejek dan menatap sinis.


“kau tidak perlu tau! Yang perlu kau tau perusahaan mu ini tidak aman jika masih dipimpin oleh pria bodoh seperti mu REYNAND!”


Rahang Reynand mengeras mendengar perkataan pria asing tersebut. “Apa maksudmu hah! Sebenarnya apa mau?!”


“Tidak perlu tau. Sekarang serahkan perusahaan ini padaku jika tidak ingin mereka mati!” ancam pria tersebut sambil memperhatikan sebuah Video.


Mata Reynand terbelalak, “Kau! Apa yang kau lakukan!” mata Reynand memerah melihat siapa dalam video tersebut, mereka adalah Michael dan Zayn entah bagaimana orang ini menyekap mereka dan setaunya Zayn memiliki beberapa bawahan handal.


“Jadi bagaimana? Apa kau ingin mereka mati atau menyerahkan perusahaan ini!”


“Ah...bukan mereka saja bahkan istri dan anak-anakmu juga...” pria itu tertawa jahat saat melihat reaksi Reynand.


Lalu matanya melihat gelagat mencurigakan dari pria belakang Reynand.


“Jangan pernah mencoba melaporkan pada polisi jika tidak ingin Keluarga mu kena imbasnya!”


Sekretaris Lim langsung menegang dan membatalkan niatnya.


“K-kau siapa kau sebenarnya? Jangan bilang kau juga dalang dibalik ini” Reynand sangat geram kepalanya benar-benar ingin pecah rasanya ia sangat emosi sekali.


“Hahaha... sangat benar. Jika kau tidak ingin menuruti ucapan ku terima saja kematian mereka”


Reynand benar-benar dalam keadaan dilema sekarang, bagaimana mungkin ia memberi perusahaan miliknya pada orang asing tapi disisi lain keselamatan adik dan ponakannya juga harus.


🌿🌿🌿


LA.  Setelah menghabiskan waktu beberapa jam mengelilingi kota tersebut Axel mengajak istrinya ke Hospital tempat Wiliam dirawat.


Sebenarnya ia masih belum ingin kesana karena ada mommy Alina, bunda Amanda serta Angel dan Daniel tapi karena tak ingin membuat istrinya marah dan kesal ia menurunkan egonya.


Saat sampai di depan pintu ruangan tersebut, Bianca menatap suaminya sejenak. “Mas jika mereka bertanya kita harus apa? Apa jujur saja ya?” Bianca menggaruk kepalanya tak gatal bingung.


“apa kamu sudah siap bertemu mereka?” Bianca terus menatap wajah suaminya yang ditutupi oleh masker hitam.


Axel tak menjawab tapi malah membuka pintu tersebut tanpa mempedulikan tatapan tanya istrinya.


Ceklek


Saat terbuka matanya hanya melihat dua orang disana yaitu hanya Daniel bersama Alina dan tentunya Wiliam masih terbaring koma.


“Assalamualaikum!” bukan Axel tapi Bianca berucap dengan senyuman indahnya tak lupa tangannya menjinjing keranjang buah.


Daniel dan Alina menoleh dan menjawab salam tersebut dengan raut kebingungan.


“Maaf nak, jika boleh tau kamu siapa? Tidak mungkin pacar ataupun salah satu rekan kerja putra saya atau mungkin teman Wili tapi sejak kapan dia punya teman wanita !” pertanyaan beruntun keluar dari bibir Alina membuat Bianca menggaruk kepalanya kikuk. Beda dengan Axel ia menatap jengkel, “Cih, istriku disangka pacar dia, Mimpi!” batinnya.


Bianca tersenyum kecut, “bukan Tante”


“Lalu?” Alina menunggu jawaban begitupun dengan Daniel namun Daniel tanpa sengaja menatap mata pria di belakang wanita tersebut.


“Kenapa mata dan tatapan itu mirip pria waktu itu!”


 


BERSAMBUNG...


LIKE >> KOMEN >> VOTE >> FAVORIT