
Tidak terasa seminggu telah berlalu, hari ini hari pernikahan Nunu dan Zee. Tidak dapat Nunu pungkiri bahwa dia sangat bahagia karena menikah dengan orang yang dia cintai selama ini, tapi dia juga sedih di waktu bersamaan karena Zee tidak mencintai nya sama sekali.
"Apakah keputusan aku kali ini sudah tepat?" Monolog Nunu dalam hati
"sayang kamu sudah siap?" Tanya Papa Zee
"khab Pa"
"Ayo, Zee sudah meninggu kamu di Altar"
"khab"
Nunu berjalan berdampingan dengan papa Zee. Nunu sangat cantik dibalut gaun yang senada dengan Tuxedo yang di pakai Zee. Nunu tampak seperti putri kerajaan, sangat cantik dan Anggun. jangan lupakan Make up tipis yang memoles wajah nya benar benar terlihat sempurna. semua orang sangat kagum dan takjub melihat kecantikan dari pengantin wanita nya.
Begitupun dengan Zee, dia juga terlihat sangat tampan dengan balutan Tuxedo nya. Zee seperti titisan dewa yunani yang sempurna tidak ada kecacatan sedikit pun. sangat cocok bersanding dengan Nunu.
"Zee papa serahkan Nunu kepada kamu, papa harap kamu menjaga nya dengan baik"
"khab pa"
Zee dan Nunu melakukan sumpah janji pernikahan, setelah itu menutup nya dengan sebuah kecupan untuk pasangan.
semua orang yang menyaksikan itu tersenyum haru, terlebih Ny.Pruk dan Nat, mereka sampai menitikan air mata melihat Nunu dan Zee akhir nya menikah.
Sekarang Zee dan Nunu telah sah menjadi pasangan suami istri. Semua tamu saling bergantian mengucapkan selamat dan Doa untuk Zee dan Nunu.
"selamat ya Nu, akhir nya ada juga yang akan menjaga kamu" Ujar Nat sambil memeluk Nunu
"terimakasih phi"
"hhhmmm, kamu harus bahagia. ok khab"
"khab phi"
***
Acara telah usai, Nunu dan Zee telah kembali ke apartemen mereka begitupun dengan kedua orang tua Zee.
"ingat, meskipun kita sudah menikah saya tidak ingin kamu mencampuri urusan pribadi saya. Dan jangan sekali kali kamu berharap kepada pernikahan ini, karena saya tidak akan pernah menggap kamu istri selain istri diatas kertas." Ujar Zee dengan nada yang dingin
"khab khun" Jawab Nunu dengan takut
"kita tidur seperti biasa saja, kamu di kamar kamu aku di kamar aku. kita hanya akan terlihat seperti pasangan sungguhan di depan mama dan papa. selain itu kita jalani hidup masing masing"
"hhhhmm" Angguk Nunu
"awas saja kalo kamu sampai mengadu sama mama dan papa"
setelah mengucapkan kalimat itu, Zee pergi meninggalkan Nunu sendirian menuju kamar nya.
sedangkan Nunu memandang punggung Zee dengan pandangan yang terluka. kemudian berjalan menuju kamar nya.
"hiks..hiks..kenapa sakit, sakit sekali?" ujar Nunu sambil memukul mukul dada nya
"kenapa, kenapa semua jadi begini"
Nunu berfikir Zee akan berusaha menerima kehadiran nya, tapi nyata nya tidak. Zee menolak dia mentah mentah di hari pertama pernikahan mereka. Tidak ada yang bisa Nunu harapkan. Semua terlihat semu.
pagi ini seperti biasa, Nunu menyiapkan keperluan suaminya. Ya dari majikan sekarang berganti menjadi suami. Setelah memasak Nunu membangunkan Zee, setelah itu menyiapkan baju ganti buat Zee. Setelah itu Nunu kembali ke kamar, karena dia merasa tubuh nya tidak baik baik saja.
"kemana dia?" Gumam Zee heran karena tidak melihat Nunu di meja makan
"lupakan, kenapa juga aku mencari nya"ujar Zee lagi. Zee memulai sarapan nya tanpa menunggu kehadiran Nunu, tapi sampai suapan terakhir Zee masih belum melihat kehadiran Nunu.
Setelah Zee sarapan dia berjalan menuju ruang kerja nya, karena dia masih belum bisa berangkat ke kantor. Jadi Zee memantau kerjaan nya dari rumah.
Tidak terasa hari sudah semakin sore, bahkan sudah mau gelap. Zee keluar dari ruang kerja nya menuju ke dapur. Tapi saat melihat meja makan, Zee heran karena makanan di sana masih seperti saat terkahir dia tinggalkan. tidak berkurang sedikit pun,
itu artinya Nunu belum makan, kemana sebenar nya dia. Karena di dorong oleh rasa penasaran Zee melangkah menuju kamar Nunu.
krieett(pintu dibuka)
"Nunu" Panggil Zee, karena tidak mendapat jawaban Zee melangkah memasuki kamar Nunu dan mendekat ke gundukan yang berada di tempat tidur.
"Nunu, heiii" Panggil Zee lagi, tapi tidak ada jawaban. Zee yang mulai khawatir mendekat dan memeriksa tubuh Nunu
"asssss panas sekali" Gumam Zee pelan. dengan cepat Zee menelfon dokter untuk datang kerumah nya. sebelum dokter datang, Zee mengompres kepala Nunu terlebih dahulu berharap panas nya berkurang.
"kamu sakit gini kenapa ngk bilang sama aku?" Gumam Zee pelan. Dia benar benar khawatir dengan keadaan Nunu, dia heran Nunu akhir akhir Ini sering sakit.
"Apa aku terlalu keras kepada nya? Apa kah ini saat nya aku mulai membuka diri untuk gadis ini?" Gumam Zee lagi. Saat asyik dengan pemikiran nya sendiri tiba tiba bell apartemen mereka berbunyi. Zee bergegas turun untuk membuka pintu, dia yakin itu pasti dokter yang dia hubungi tadi
"Sawaddi khab Khun"
"Sawaddi khab dok, marih ikut saya" Ujar Zee membawa dokter ke kamar Nunu. Setiba nya di sana, dokter langsung memeriksa Nunu.
"bagaimana dok?" Tanya Zee
"Seperti yang saya katakan sebelum nya Khun, Nona Nunu terlalu banyak fikiran dan stress sehingga menyebabkan ketahanan tubuh nya menurun. Jika dia terus menerus dalam keadaan seperti ini, saya takut kejiwaan nya benar benar terganggu. Dan usahankan susasan hati nya selalu dalam keadaan baik" Jelas dokter panjang lebar
"khab"
"kalo begitu saya permisi"
"mari saya antar dok"
"tidak usah khun, sebaik nya khun memberikan obat kepada Nona Nunu biar panas nya kembali stabil" Setelah itu Dokter benar benar pergi dari apartemen Zee.
Sesuai perintah dokter, Zee membawakan Nunu makanan dan menyuapi nya. Setelah itu memberikan Nunu obat agar panas nya segera hilang.
"Aku benar benar telah menjadi orang yang brengsek. Baru sehari pernikahan, aku sudah membuat wanita ini stress. Apa jadi nya jika mama tau dengan apa yang aku lakukan" Cicit Zee pelan
"Aku berjanji akan mulai menerima kamu, tapi tolong jangan sakit lagi. Entah kenapa setiap kamu sakit, aku juga ikutan sakit. sakit sekali di dada aku" Gumam Zee pelan
Zee tidak suka rasa ini, rasa yang membuat dia gelisah dan tidak tenang. Sebenar nya apa hubungan dia dengan gadis ini? kenapa Zee merasa gadis ini sangat fimiliar. Seolah olah Zee telah mengenal lama gadis ini. Zee merasa gadis ini berperan penting di hidup nya, tapi semakin Zee berusaha mengingat nya maka kepala Zee akan semakin sakit. Jika Zee bertanya kepada orang tua nya Zee pasti tidak akan mendapat jawaban, tapi jika Zee diam saja, Zee tidak akan tau kebenaran nya. Kesiapa Zee harus bertanya? satu satu nya harapan dia orang tua nya. Tapi itu tidak mungkin.
jika bertanya kepada gadis ini percuma saja, melihat diri nya saja Nunu sudah bergetar karena takut. Apa lagi mengobrol, bisa bisa Nunu tambah Stress dan Zee tidak mau itu terjadi.
next...