
saat Zee kembali dapat dia lihat Nunu tertidur dengan ekspresi yang benar benar polos.
"menggemaskan sekali. kamu tidur seperti bayi saja" Gumam Zee pelan sambil menatap kearah Nunew tertidur dengan pandangan yang sulit di artikan.
"heeii,,bangun dulu. kamu harus minum obat baru boleh tidur" Ujar Zee pelan sambil mengelus pelan pipi Nunew
"pipi nya lembut sekali" Cicit Zee pelan
karena merasakan pergerakan di pipi nya, Nunu dengan perlahan membuka kedua mata nya.
"khun" panggil Nunew
"sekarang kamu minum obat dulu" sambil menyodorkan beberapa butir obat kearah Nunew.
"khab" jawab Nunew patuh.
setelah Nunew meminum obat nya dia berniat untuk kembali ke kamar dia.
"mau kemana?" Tanya Zee
"balik ke kamar khun"
"tidak usah, kamu tidur di sini saja dulu. Biar saya tidur di sofa"
"tapiiii"
"tidak ada tapi tapian Nu, saya tidak ingin di bantah"
"khab"
"bagus, sekarang kamu tidur"
Zee berjalan kearah Sofa dan berbaring di sana. Tidak lama kemudian Zee sudah terlelap di alam mimpi nya. Lain lagi dengan Nunew, dia tidak bisa memejamkan mata nya.
meskipun Zee telah berubah, tapi tanpa dia ketahui sifat baik hati ny akan selalu timbul.
mungkin Mom Fairy benar, hanya butuh waktu maka Zee akan kembali menjadi sosok yang hangat.
Nunew menoleh kearah Zee yang tertidur di Sofa, pasti badan Zee sakit sakit ketika bangun nanti nya.
dengan perlahan Nunu bangun dari tidur nya, mengambil bantal dan selimut lalu membawa nya kearah Zee.Dengan begini setidak nya Zee tidak akan kedinginan dalam tidur nya.
Skip
sekitar jam Dua dini hari Zee terbangun dari tidur nya, sudah menjadi kebiasaan dia bangun ketika jam segitu dan kembali tidur. Saat dia membuka mata dia terkejut ada sebuah selimut yang membalut nya, jangan lupakan sebuah bantal menopang kepala Zee.
Dia melihat kearah Nunu, dapat dia lihat Nunu tertidur tanpa selimut yang membungkus nya.
"ckst dasar bodoh, memberikan selimut tapi dia sendiri kedinginan" Ujar Zee pelan. Tapi tidak bisa dia pungkiri perlakuan Nunew kepada nya membuat sesuatu dalam diri nya terasa hangat.
Zee berjalan kearah Nunew dan kembali membungkus Nunu dengan selimut. Saat dia hendak beranjak dari sana, Nunu malah menarik tangan Zee sehingga keseimbangan tubuh Zee tidak stabil dan dia jatuh di atas Nunew. Untung dengan cepat Zee menahan tubuh nya dengan kedua tangan yang di tumpukan sehingga dia tidak sepenuh nya menindih Nunew.
Sedangkan Nunew malah asyik memeluk tangan Zee dengan erat. Zee berusaha melepaskan pelukan Nunew tapi tidak berhasil.
tidak ada pilihan lain, Zee ikut membaringkan tubuh nya di samping Nunu.
"deg..deg...jantung aku kenapa?" Gumam Zee pelan.
"apa aku punya riwayat penyakit jantung?"
Jantung Zee berpacu dengan sangat kencang, bahkan Zee sangat takut dengan detak jantung nya sendiri.
"eughh" lenguh Nunu pelan dan beringsut masuk kedalam pelukan Nunu. Nunu menduselkan kepala nya kedada bidang Zee seperti seekor kucing yang mencari kehangatan.
"eehhhh" Ujar Zee terkejut. Dia ingin melepaskan pelukan Nunu, tapi tidak bisa karena Nunu memeluk nya terlalu erat.
"baiklah kali ini kau ijinkan kamu memeluk aku" Cici Zee pasrah. Zee mencoba kembali untuk tidur, dan usaha nya berhasil. Zee ikut tertidur pulas mengikuti Nunu, jangan lupakan tangan Zee yang semakin memawa Nunu kedalam pelukan nya.
pagi ini Nunew terbangun lebih dulu, dia meraskan beban berat menimpa diri nya. Saat dia membuka mata dia langsung di suguhkan oleh dada bidang sesorang. Nunu sangat terkejut, dengan perlahan dia mendogak keatas, dan
deg..deg... Jantung Nunu seolah berhenti berdetak, melihat siapa pemilik dada bidang tersebut. Terlebih tangan Nunu melingkar indah di tubuh Zee begitupun sebalik nya.
Blushh wajah Nunu memerah karena sangat malu dengan apa yang terjadi. Dia berusaha melepaskan pelukan Zee dan beranjak dari sana dengan tanpa bersuara. Tapi usaha Nunu sia sia, Zee terbangun karena pergerakan Nunu dalam memindahkan tangan dia tadi.
"mau kemana?" Tanya Zee dengan nada suara yang serak
"aa aaa anu khun, saya mau balik ke kamar." Jawab Nunu dengan Gugup
"hhhhmm"
setelah mendengar jawaban Zee, Nunu bernafas lega dan melanjutkan langkah nya menuju kamar tidur nya.
Skip
"kamu tidak usah ke kantor hari ini"
"aaa? tapi kenapa khun?"
"kamu harus benar benar istirahat, bisa bisa kamu drop lagi seperti kemaren"
"tapiii"
"bisa tidak jangan membantah. kamu cukup jadi anak baik dan turuti perintah aku, mengerti?"
"khab""
"bagus. Aku berangkat dulu, ingat jangan keluar tanpa izin, jangan menerima tamu sembarangan dan jangan terlalu lelah" Ujar Zee panjang lebar
Nunu yang mendengar Zee sangat cerewet hari ini jadi heran. Dia mengerjap kan mata nya dengan polos, tidak mengerti dengan tingkah laku Zee hari ini. Apa dia salah makan? atau mungkin terbentur sesuatu?.
"kamu kenapa?" Tanya Zee heran melihat Nunu bengong di depan nya
"bukan apa apa khun"Jawab Nunu polos
"hhhhmm"
Nunu sangat bosan dengan suasan ini, tiba tiba dia teringat dengan phi Nat. Pasti sekarang phi Nat khawatir kepada nya. Secara hampir dua minggu ini Nunu menghilang tanpa kabar. Nunu harus segera menelfon Phi Nat nya.
Tut...Tut...Tut..(Anggap saja bunyi nada tersambung)
"Nunew chawarin, kemana saja kamu selama ini, kamu ngk tau betapa khawatir nya aku? kamu ngk tau aku sudah seperti orang gila mencari kamu kesana kesini, bahkan di Flat kamu pun kamu ngk ada. Kamu sudah gila menghilang seperti ditelan Bumi, kalo mau pergi bilang bilang" Teriak Nat dengan nada yang sangat khawatir
Nunu meringis pelan mendengar teriakan Phi Nat nya. Dia merasa bersalah karena telah membuat Phi Nat Khawatir
"Nunu kamu masih di sana kan? kenapa tidak dijawab"
"phi cerita nya panjang, lain kali aku kan mengunjungi Phi dan menceritakan semua nya. Sekarang aku tinggal dengan bersama anak dari sahabat Mommy dan Daddy. Dan sebentar lagi aku mau nikah phi" Jawab Nunu pelan
"Apa?Nikah? hilang begitu lama dan sekarang muncul tau tau nya sudah mau nikah?. Hebat sekali ya Nu" Ujar Phi Nat kesal. Dia merasa kesal dengan Nong nya Ini, tapi juga sangat bersyukur Nong nya baik baik saja.
"phi jangan marah Na, aku janji akan menceritakan semua nya" Rayu Nunu dengan nada yang manja
"aa na na, ok khab phi tidak akan marah. yang penting kamu baik baik saja, ingat kamu harus undang phi di hari bahagia kamu"
"ok phi, khop kun na khab phi" Ujar Nunu dengan senang
"khab, ya sudah phi tutup dulu. Pengunjung lagi rame nih"
"ok khab phi"
setelah memutuskan sambungan telfon nya, Nunu jadi lega setidak nya Phi Nat tidak marah kepada nya.
next...