My Husband Is Mafia

My Husband Is Mafia
25



"khun kita di serang"


"kurang ajar, siapa yang berani menyerang kita?" Tanya Joss ketua Black Fores


"Dari Markas Deadth Blood Khun"


"Apa? bagaimana bisa?"


"mereka tau rencana kita khun, dan tanpa kita sadari mereka menyerang duluan"


"Tidak ada pilihan lain, kita harus melawan mereka" Joss ingin keluar melawan orang orang Deadth Blood, tapi sebelum dia keluar Zee dan anak buah nya terlebih dahulu masuk kedalam


"Hallo Joss" Ujar Zee dingin berjalan masuk lengkap dengan penutup wajah nya. Ya seperti biasa, ketika Zee bertugas di dunia permafian dia tidak pernah mengekspos wajah nya. Sehingga sampai sekarang pun mereka tidak tau seperti apa dewa kematian sejuta umat yang sangat di takuti oleh dunia.


"Apa yang kamu lakukan di sini? dan bagaimana kamu bisa masuk?" Tanya Joss berusaha untuk tenang


"masuk ke sini? gampang. Aku dengar dengar kamu mencari aku, untuk itu dengan senang hati aku pergi ke sini nyamperin kamu. takut nya nanti kamu tidak bisa tidur dengan tenang jika tidak melihat aku sebelum kamu tidur untuk selama nya"


"tidak usah bertele tele, maju ke sini. tapi ingat satu lawan satu, jika main keroyokan sama saja dengan pengecut"


"hahaha Joss, Joss kamu kira aku bodoh. aku tidak akan di juluki dewa kematian jika aku tidak pintar mengenali musuh"


"jangan cari masalah dengan aku, jika tidak ingin berakhir jadi abu. Sekarang terima akibat nya" Ujar Zee dingin. Dengan cepat dia menarik pistol nya dan menembak kan nya kearah Joss tempat di jantung beberpa kali. kecepan Zee memang tidak di ragukan lagi, bahkan Joss tidak bisa melakukan perlawanan karena terkejut dengan kecepatan reflesk Zee.


Joss tumbang seketika ketika dia menerima tembakan brutal Zee.


"Hahaha" Tawa Zee dengan nada yang seram


tidak hanya Joss, Zee juga menembak abis seluruh bawahan Joss yang ada di sana.


"Ambil semua organ tubuh yang masih utuh dan jual kepasar gelap"


"khan Khun" Setelah menyelesaikan misi nya Zee kembali dengan santai.


"kita kembali ke markas Max, aku ingin membersihkan diri dulu di sana, aku tidak ingin ketika aku pulang Nunu melihat aku yang berlumuri darah."


"ok"


Skip


Zee baru saja selesai membersihkan diri, dia ingin cepat cepat pulang. Ketika dia hendak pulang, tiba tiba Max berkata


"Zee kamu masih ingat dengan Tin?"


"Tentu, aku tidak akan melupakan musuh bebuyutan aku. Jangan lupakan dia juga yang telah bekerja sama dengan Love untuk menghancurkan aku"Ujar Zee dingin


"Kamu harus hati hati dengan dia Zee, Aku baru saja menerima laporan dari orang suruhan aku jika Tin sudah kembali ke Bangkok. Dan kabar buruk nya dia merupakan ketua mafia dari Loz Zetas Zee. Mafia yang cukup kuat, Aku takut jika dia bisa membahayakan orang orang tersayang kamu Zee"


"Kamu tenang saja Max, aku tidak mudah di kalahkan begitu saja.


"Aku tau Zee, aku tidak ingin kamu lengah. kamu tau kan betapa licik nya Tin"


"hhhmm. Aku akan memerintahkan anak buah aku buat menjaga Mama dan Papa juga Nunew."


"itu lebih baik"


"Aku harus pulang, Nunew pasti sudah menunggu dirumah"


"ok"


Zee perlahan meninggalkan markas Deadth Blood. Di perjalanan pulang, Zee memikirkan kembali apa yang di katakan oleh Max. Tin merupakan musuh Zee dari Senior hight Chool. Dia akan melakukan apa saja untuk mengambil apa yang sudah menjadi milik nya. Karena dia lah, Love Memanfaat kan dia. Karena hasutan Tin, Love sampai mempermalukan dia. Zee masih ingat jelas dengan kejadian itu, dia tidak akan lupa penghinaan yang dia dapatkan sehingga menyebabkan dia seperti ini.


Kali ini tidak akan Zee biarkan Tin menyentuh orang orang tersayang Zee.


"Aku pulang" Teriak Zee kecil sambil mencari keberadaan istri mungil nya itu. Nunu yang berada di dapur barjalan menuju Zee, Untuk menyambut suami nya yang baru pulang kerja.


"Hia, Cup(Nunu mengecup Bibir Zee pela) Sini aku bawaain Jas sama tas kamu"


"makasih Baby"


"hhhmm, Hia pasti capek ya?. Ya sudah hia mandi dulu, Habis itu kita akan makan malam. Nunu akan menyelesaikan masakan Nunu dulu"


"Khab baby, tapi berikan Hia satu ciuman lagi. Tapi yang lama"


"Sempurna, khop kun na Baby"


"sama sama Hia"


Zee berjalan menuju kamar mereka untuk mengganti baju, sedangkan Nunu kembali melanjutkan acara memasak nya.


Lima belas menit Zee berada di atas, Akhir nya dia turun ke bawah.


"Baby" Zee memeluk Nunu dari belakang


"Kenapa Hia"


"Malam ini boleh?"


"lagi?"


"hhhmmm, Na Na"


"khab hia"


"kamu memang yang terbaik Baby. Ayo kita makan" Ajak Zee dengan nada yang gembira


***


Pagi ini Nunu bangun dengan badan yang begitu sangat pegal. Zee menggempur nya semalam man suntuk, Bahkan Nunu sudah benar benar tidak ada tenaga Zee masih kuat mengerjai nya. Tenaga Zee bukan Main, apa lagi soal urusan ranjang.


Nunu melihat kearah Samping, tetapi suami nya tidak ada di kamar.


"hia" Panggil Nunu dengan suara yang sedikit parau. Karena teriakan yang dia lakukan semalam membuat suara nya sedikit hilang.


Clekk pintu kamar mereka terbuka, Nampak Zee masuk dengan membawa beberapa makanan.


"Morning Baby" Sapa Zee pelan


"morning Hia, Hia sudah bangun? Sudah rapi juga. kenapa ngk bangunin Nunu buat masak?"


"Ngk apa apa Baby, aku ngk tega bangunin kamu. Aku tau kamu pasti capek"


"hhhmm, itu apa hia?"


"hia sudah masakan kan kamu sesuatu. Jadi sekarang mau makan dulu atau mau mandi dulu?"


"hhhmm Nunu mandi dulu Hia,"


"ok khab. Sini hia bantu ke kamar mandi" Zee mengangkat tubuh Nunu dan membawa nya ke kamar mandi.


"jika sudah selesai, kamu panggil hia lagi. Nanti hia akan bantu kamu ke kamar lagi"


Skip.


"Hia" Panggil Nunu saat sedang makan yang di suapi oleh Zee.


"hhhmm kenapa?"


"Apa Nunu boleh melanjutkan kuliah Nunu?" Cicit nya pelan. Nunew takut Zee akan marah nanti nya


"hhhmmm Boleh sayang, tapi apa syarat nya"


"Apa? Kamu akan di kawal oleh beberapa Bodyguard baik itu di disekitar kampus maupun di dalam kelas"


"Tapi kenapa hia?" Tanya Nunu polos


"Bukan apa apa, hia tidak mau ada orang yang berniat tidak baik sama kamu. kamu kan tau sendiri jika Keluarga Fluke sudah tahu dengan keberadaan kamu"


"hhhhmm khab hia, Terserah hia saja. yang penting Nunu bisa kuliah lagi. Khop kun na hia, I love you" Ujar Nunu tulus dan memeluk Zee dengan erat.


"aku juga sayang kamu sayang" Jawab Zee


"***Tidak apa apa Hia, meskipun hia belum membalas Ucapan cinta Nunu, tapi setidak nya Hia sudah sayang dengan Nunu. Nunu akan membuat hia mencintai Nunu lagi" Batin Nunu dengan penuh semangat


next***...