
pagi ini Nunu bangun dengan kepala yang berdenyut sakit. Dia berusaha bangun tapi tidak bisa, rasa nya seluruh tubuh Nunu benar benar sakit. Tapi Nunu berusaha untuk bangun karena dia merasa haus. Dia belum menyadari jika dia tidak sendiri di ruangan ini, Ada Zee yang menjaga nya sepanjang malam.
Panas Nunu yang tidak turun membuat Zee kalang kabut. Bahkan Nunu sering meracau dalam tidur nya.
racaun Nunu semakin membuat Zee merasa bersalah.
Saat Nunu berusaha duduk, dia tidak tahan dengan kepala nya yang berdenyut sakit.
"aaakhhj" pekik Nunu sambil memegang kepala nya. Mendengar pekikan Nunu, Zee terkejut dan terbangun dari tidur nya. Tanpa Sadar dia berlari ke arah Nunu dengan raut yang khawatir
"Kamu kenapa? Apa yang sakit? Ayo beritahu aku"
"Kepala aku sangat sakit" Jawab Nunu pelan
"kamu kenapa bangun dari tempat tidur sih? kamu tu masih sakit, lihat badan kamu masih panas. Jika ingin sesuatu panggil aku, kamu cukup teriak saja" Ujar Zee mengomel panjang lebar dengan nada yang khawatir
Nunu Cengo melihat sifat Zee barusan, dia tidak menyangka Zee se khawatir itu pada nya. Meskipun Zee mengomel, tapi dia tau Zee khawatir kepada nya. Itu bisa dia lihat dari nada Zee berbicara. Tanpa sadar Nunu tersenyum tipis mendapat perhatian dari Zee.
"Aku hanya ingin mengambil air, aku haus" Jawab Nunu lagi
"kamu kan bisa bangunin aku, jangan bergerak sendiri. Tubuh kamu masih lemah Nu" Tanpa Zee sadari dia sudah tidak memakai bahasa Formal lagi dengan ketika berbicara dengan Nunu.
"hhhmm khab Khun" Jawab Nunu
"Sebentar aku ambilkan"
"ini minum lah secara perlahan"
setelah Nunu selesai minum, Zee meletakan kembali gelas bekas Nunu di Atas meja.
"Aku masakin kamu sesuatu dulu, supaya kamu bisa makan dan minum obat"
"Tapi khun, itu tidak perlu. Saya takut merepotkan" Ujar Nunu dengan nada takut
"Aku tidak ingin di bantah Nu, dan apa apaan tadi itu? Kamu memakai bahasa formal ketika berbicara dengan aku? berhenti memanggil aku khun dan hilangkan bahasa formal mu itu" Ujar Zee tegas
"Dia kenapa sih? Aneh banget? apa jangan jangan dia kerasukan? Atau mungkin terbentur sesuatu?" Bati Nunu
"khab Hia" Jawab Nunu pasrah
"nah, itu lebih bagus. dari pada memanggil suami kamu dengan sebutan Khun, kamu ngk mau kan di cap sebagai istri durhaka?" Ujar Zee lagi
Pernyataan Zee sungguh membuat Nunu bingung dan tambah pusing. Dia masih ingat apa yang dikatakan Zee kemaren, jika mereka hanya lah suami istri di atas kertas. Dan dia tidak boleh berharap dengan pernikhan ini. Lalu apa yang dia katakan barusan?. Sungguh membuat Nunu bingung.
"nah benar kan? Dia kenapa sih? Apa benar dia Hia Zee? Atau jangan jangan dia kerasukan?"
"Hia kamu tidak apa apa kan? kamu benaran Hia Zee kan?" Tanya Nunu dengan takut
"hhhmm, emang aku kenapa?" Tanya Zee balik dengan cuek
"hhhmm ngk ada hia" Jawab Nunu
Zee mengulum senyum melihat tingkah Nunu yang polos, dia tau apa yang ada dalam fikiran Nunu. Dia pasti heran dengan sikap Zee sekarang, secara kemaren Zee dengan terang terangan mengibarkan bendera perang dengan nya. Dan sekarang Sikap Zee seperti ini, tentu itu membuat Nunu bingung. Tapi Zee tidak peduli, dia sudah berjanji akan menerima kehadiran Nunu dalam hidup nya. Dan ya dia akan memulai nya hari ini.
"Ya sudah kamu tunggu lah di sini, hia akan membuatkan kamu sarapan dulu" Jawab Zee tanpa sadar memanggil diri nya hia. Tapi dia tersadar dengan ucapan nya, tiba tiba terlintas sebuah bayangan di kepala nya.
"Hia, ayo tangkap aku"
"hei nong, jangan berlari terlalu jauh, tungguin aku"
"Ayo hia, kejar aku"
"aakkkhhh" Pekik Zee pelan sambil memegang kepala nya yang sakit. Nunu terkejut melihat Zee yang kesakitan.
"Hia, hia tidak apa apa?" Tanya Nunu khawatir
"hhhmm aku tidak apa apa, Tunggu ya" Jawab Zee dan berjalan keluar dari kamar Nunu
sedangkan Zee berjalan dengan linglung menuju dapur.
"***Siapa kedua anak kecil itu? Kenapa, kenapa dia muncul di kepala aku? apa itu aku? Tapi siapa yang satu nya? Kenapa mereka terlihat dekat. Aku tidak bisa mengingat nya, dan aku tidak bisa melihat wajah nya dengan jelas" Batin Zee
Skip***:
Zee selesai dengan masakan nya, dengan hati hati Zee membawa masakan tersebut ke kamar Nunu. Saat memasuki kamar Nunu, Zee bisa melihat Nunu yang tertidur pulas. Dengan perlahan Zee meletakan Makanan di atas nakas di samping tempat tidur.
"Nunu ayo bangun, kamu harus sarapan dan minum obat. Panas kamu masih belum turun juga, Nunu" Panggil Zee
Dengan perlahan Nunu bangun dari tidur nya,
"Hia, maaf Nunu tertidur"
"Its ok, ayo makan" Ujar Zee sambil membantu Nunu untuk duduk dan bersandar di tempat tidur.
"Ayo aku suapi, buka mulut kamu"
"ngk usah hia, Nunu masih kuat makan sendiri" Bukan nya Nunu ngk mau di suapi Zee, Cuma dia malu dan masih merasa canggung atas perlakuan Zee.
"Jangan bandel, nurut saja" Ujar Zee tegas
"khab Hia"
Zee mulai menyuapi Nunu dengan telaten, sesekali menyeka sudut bibir Nunu.
"Nah selesai, sekarang kamu minum obat dulu, ini" Memberikan beberapa obat kepada Nunu.
Setelah memastikan Nunu meminum obat nya, Zee membantu Nunu untuk berbaring lagi.
"Sekarang kamu istirahat, jangan banyak bergerak.Jika perlu apa apa kamu bisa terlfon aku, atau ngk teriak saja. Aku berada di kamar sebelah mengerjakan beberapa berkas kantor"
"hhhmm khop khun na Hia" Jawab Nunu dengan senyum tulus
"hhhhmm" Jawab Zee. Setelah itu keluar dari sana menuju kamar nya untuk mandi terlebih dahulu. Setelah itu, Zee baru kembali keruang kerja nya untuk menyelesaikan berkas berkas yang kemaren.
"Zee bagaimana setelah menikah? Asyik ngk?" Tanya Max di telfon
"ngk usah kepo" Jawab Zee ketus
"ya elah, itu aja marah. Tapi gimana malam pertama nya?"
"maxxxx" Teriak Zee kesal
"hahaha ah na na, aku tidak akan ganggu kamu lagi. Aku cuma kasih tau jika besok kamu dapat undangan ke pesta yang di adakan oleh NC grup" Ujar Max memberi tahu
"NC grup?" Ulang Zee
"hhhmm, kamu tau kan pemilik perusahaan itu bernama Fluke" Ujar Max lagi
"Fluke seperti tidak asing" Gumam Zee pelan
"halo Zee, kamu masih di sana? "
"hhhhmm"
"bagaimana kamu terima ngk?"
" ok, aku datang" Jawab Zee
"ok khab, aku tutup dulu"
setelah Zee mematikan Telfon ya, Dia mencari informasi tentang NC grup. Disana terlihat beberapa Photo Pemilik perusahaan. Zee sangat penasaran, karena rasa nya dia pernah mendengar nama Fluke dari bibir Nunu dan Mama nya. Zee harus membuktikan firasat nya dengan cara menanyakan kebenaran nya kepada ke kedua orang tua nya.
next...