My Husband Is Mafia

My Husband Is Mafia
Harus Sekarang



Maaf banget ya para readers semua hari ini author hadir kembali, pasti udah pada nungguin semuanya 🙏 Soalnya author baru sembuh kemarin jadi baru sempat update sekarang🙏😊 Mohon Maaf


...🌷 SELAMAT MEMBACA 🌷...


...----------------...


...----------------...


Tiga hari kemudian, selama itu juga Zayn, Michael dan Reynand dirawat di RS. Setiap badan mereka pada memar dan luka-luka lumayan parah. Dan mungkin hari ini mereka telah diperbolehkan pulang.


Kedua perusahaan Smith juga sedang dalam pemulihan kembali yang mana dibantu oleh Axel sendiri. Hanya tinggal dua orang lagi yang sekarang sedang kocar-kacir melarikan diri untuk menyelamatkan diri.


“Larilah sepuas kalian kalo perlu berbahagia sementara waktu sebelum kebahagiaan itu saya hancurkan Hahaha...” Axel sengaja tidak menangkap kedua sejoli tersebut karena ia ingin menghancurkan disaat senang-senang nya, terdengar jahat jika tidak bukan Axel namanya.


15.00 Sore Di Mansion Axel


Mereka semua sekarang sedang berkumpul bersama di ruangan keluarga termasuk Harris, Riana dan kedua anak kembar, ketiga lelaki itu juga telah pulih sudah bisa tertawa bersama apalagi sekarang semuanya sudah lengkap rasanya semakin menyenangkan.


“kalian kapan kasih kita mantu masa kalah sama yang kecil!” Reynand bertanya sambil merangkul pundak Wiliam dan Michael dan tersenyum meledek mereka.


“Mulai lagi kan, kemarin-kemarin Angel!” Wiliam rada kesal mendengar pertanyaan itu lagi.


“Gak usah sebut-sebut nama gue!” protes Angel  di sofa sebelah yang lagi mengupaskan buah apel untuk adik ipar atau tepatnya permintaan dari calon ponakannya.


“Nyie nyie...” Wiliam memutar bola matanya melas. Mereka semua hanya geleng-geleng kepala melihat nya berbeda jauh dengan Axel dan Michael lebih pandai bersikap dewasa tak seperti yang ini percuma paling tua tapi kelakuan seperti anak kecil.


“Iya dad, pokoknya Daddy sama yang lain tenang saja Michael pasti nyusul Axel” jawab Michael santai tanpa ada nada kesal tidak seperti Wiliam.


“Gimana bang? selama kamu ngajar pasti banyak dong, apa belum ada satupun yang menarik hati kamu!” bukan Reynand tapi Zayn sang ayah ikut nimbrung.


“Pasti ada dong” nah kan bunda Amanda ikutan juga, begitupun Alina. Harris dan Riana hanya terkekeh melihat wajah canggung Michael.


Axel hanya menatap mereka acuh sambil sesekali menggigit potato kentangnya.


“Ribut amat!” batin Axel.


Soal Daniel dia lagi sibuk bermain favoritnya bersama Dava dan Diva di kamarnya yang terletak dilantai atas. Jangan salah, Diva walaupun perempuan tapi kelakuan rada-rada tomboy jadi maklumlah kadang-kadang dia suka main bersama Dava dan teman-teman nya apalagi sama Daniel lengket banget.


 ~~~


“Xel, kok kamu diam aja dari tadi?” Axel terpaksa menghentikan kunyahan nya dan menoleh si pemanggil yaitu Alina. Yap mulai sekarang mereka sepakat memanggil Axel karena keinginan Axel sendiri, mereka juga telah sepakat untuk tinggal bersama di mansion Axel.


Axel mengernyit, “kenapa?” tanyanya balik bingung.


“iiihh...putra mommy yang satu lama-lama gemas mom, anak siapa sih!”  Alina yang tak tahan malah mencubit kedua pipinya membuat Axel sedikit malu diperlukan seperti anak kecil.


“Sudah mom jangan di cubit lagi” protes Axel dengan wajah masamnya.


“Hahah... mendingan udah deh mom mukanya masam banget takut nanti singa ngamuk! Bisa hancur mansion ini” Axel hanya menatap jengkel sang pelaku orang nya siapa lagi kalo bukan Wiliam.


“berisik. mau gue jahit mulut Lo!” Wiliam langsung kicep mendengar ancaman sang adik.


“adik laknat!” umpat pelan.


“Hahaha...”  Langsung dapat tertawaan dari mereka yang ada disana kecuali Axel. Wiliam hanya mendengus.


“Suka banget ngancam abang sendiri. Adek durjana!” sungutnya membatin.


🌿🌿🌿


“Mas...”


“Hm”


“Mas...”


“Hm”


“Iihh... dari tadi aku panggil HM terus jawabnya, emang mau nyanyi Nisa Sabyan!” Bianca langsung mengeplak lengan Axel yang lagi memegang  iPhone.


“Hufff...” Axel menghela nafas nya lalu meletakkan iPhone nya di atas nakas dan berbalik menghadap sang istri.


“Kenapa, Hm? Kamu mau apa?” terlihat sekali wajah cemberut sang istri, ia tersenyum lembut dan mengecup pipi tembam itu.


“Ayo ngomong kenapa, tadi minta aku jawab sekarang kamu mau apa Hm? Atau minta aku cium. Sini aku cium!”


Plak


“Bukan”


“Terus apa? Malah dapat tamparan lagi”


“Mau yang enak-enak” jawab Bianca dengan tangan terus mengusap perutnya dan mata memandang ke langit-langit kamar entah apa yang ia bayangkan.


“Hahh...” Axel ikut bingung dan kembali bertanya “yang enak apa? Yang enak-enak kan banyak macamnya sayang, mau yang enak mana? Seperti apa?”


“Maksud untuk dimakan” jawab Bianca sambil memikirkannya.


“Aku mau sate ayam tapi kamu yang buat”


“Terus aku mau seblak pedas tapi juga harus kamu yang buat”


Axel melotot, “kamu serius. kan bisa di beli sayang atau minta pelayan yang buat” wajah Axel langsung berubah tak enak dipandang masak iya ia disuruh buat begituan apa gunanya pelayan.


“tapi debay nya pengen papa nya yang buat” Bianca berucap sambil cemberut tak lupa mengusap perutnya.


“selalu dia yang jadi alasan!” umpat Axel dalam hati.


“Ya sudah besok aja ya, sekarang harus tidur”


“enggak, buatnya sekarang gak bisa ditunda-tunda. Harus sekarang” pekik Bianca untung kamarnya kedap suara jadi yang lain tak terganggu.


“Hahhh...” dengan berat hati Axel bangun dari tidurnya dan beranjak ke dapur.


“Semenjak hamil kelakuan nya makin ngelunjak bikin kesal”


Bianca tersenyum sumringah dan mengikuti langkah suaminya. “Kira-kira mas Axel yang masak enak gak ya hehehe...pasti dong”


“Dosa gak ya nyusahin suami hihihi” Saat sampai di dapur ia duduk di meja makan sambil menatap suaminya memasak.


“Kamu ngapain disini sayang!” Bianca langsung menoleh mendengar nya. “Eh, mom” ternyata mommy Alina lagi mengambil air putih.


“Nungguin mas Axel selesai masak mom” ucap Bianca tersenyum tanpa dosa. Saat melihat ternyata putranya lagi memasak Alina hanya geleng-geleng kepala.


“Persis kek mom hamil Axel dulu, mom sering banget minta Daddy kamu masak malam-malam”


Bianca terkekeh pelan, “ternyata bukan cuman Bianca ya mom juga pernah” Alina ikut terkekeh.


“Ya mau gimana lagi namanya ngidam. Ya udah mom ke atas dulu, jangan lama-lama kasian suami kamu”


“Ya mom”


Beberapa menit kemudian, akhirnya yang ditunggu-tunggu selesai juga, “umm...bau nya aja udah enak” gumam Bianca.


Saat Axel menghidangkan kedua nya mata Bianca tak pernah lepas dari dua makanan itu.




Tanpa ba-bi-bu lagi Bianca langsung mencicipi sate dan seblak nya.


“Umm...enak” ucap Bianca sumringah setelah mencobanya.


“Ternyata kamu hebat masak mas tau gini aku gak perlu beli di luar lagi tinggal minta kamu buat aja langsung jadi”


Axel hanya memutar bola matanya melas mendengar perkataan istrinya, ngomong aja mudah.


“Udah sekarang kamu habiskan semua nya ini udah larut malam sayang jangan lama-lama” protes Axel lalu memejamkan matanya sambil bersandar di kursi.


Slrup... slrup...


“Umm...enak lho mas kamu gak mau coba?” Bianca terus mengipaskan tangannya antara nikmat dan pedas secara bersamaan.


“Hm” Axel menggeleng dengan mata masih terpejam.


Bianca menghabiskan waktu hampir setengah hanya untuk menghabiskan seblak nya.


Setelah semuanya selesai, ia kembali ke kamar bersama Axel. Lama-lama bisa ngamuk mas suami nya.


 


 


BERSAMBUNG...


LIKE >> KOMEN >> VOTE >> FAVORIT