My Husband Is Mafia

My Husband Is Mafia
22



Nunu tiba di restoran phi Nat. Orang yang telah dia anggap seperti kakak sendiri.


"Aouw Nu, kamu kenapa?" Nat bertanya dengan nada yang khawatir. Nat bisa melihat jika Nunu sedang tidak baik baik saja.


"phi" Panggil Nunu dengan mata yang berkaca kaca


"na na, kita ke ruangan phi saja. di sana lebih tenang dan kamu bisa bercerita dengan nyaman"


Nat membawa Nunu menuju ruangan nya.


"Sekarang kamu cerita ada apa?"


"phi aku_aku hiks..aku melihat hia Zee berpelukan dengan wanita lain di ruangan nya phi. Dan yang lebih menyakitkan lagi, wanita itu sepupu aku phi" Nunu sesengukan karena menangis


"sssstttt Udah Nu, sekarang kamu tenang jangan menangis terus. Kamu harus tenang, jangan gegabah. Nanti kalo kamu menangis terus yang ada dada kamu nanti sesak."ujar Nunu menenangkan Nunew


"Kalo phi boleh kasih saran. Seperti nya kamu harus dengarin penjelasan suami kamu dulu. Kamu kan tau betapa licik nya sepupu kamu, kali saja dia hanya ingin menjebak Zee supaya kamu membenci suami kamu sendiri. Jadi ada baik nya kamu dengar jika dia berbicara, ok khab"


"khab, khop kun na phi. Tapi aku masih ingin menenangkan diri di sini. ngk apa apa ya phi?"


"Ya sudah, tapi jangan lama lama.Kasihan suami kamu, pasti sekarang dia pusing mencari keberadaan kamu"


"khab phi" Nunu kembali memikirkan perkataan Phi Nat tadi, mungkin benar dia hanya salah paham. Seharus nya dia tidak main pergi saja, dia harus berani menghadapi masalah. Bukan malah lari seperti ini


**


Zee pulang ke apartemen nya mencari Nunew. Tapi sesampai nya di sana, Zee tidak menemukan beradaan Nunu.


"Ahhhh sial" Teriak Zee marah sambil meninju udara. Zee kembali memasuki mobil nya dan pergi dari sana. Sekarang Zee benar benar khawatir. Dia tidak tau kemana Nunu pergi.


"halo? apa kalian sudah menemukan nya?" Tanya Zee dengan dingin


"Belum khun"


"Cari sampai ketemu" Teriak Zee pelan


"ahhh sial, semua ini gara gara wanita gila itu. Lihat saja, Jika Nunew sudah ketemu. Maka kau akan menerim konsekkuensi nya" Gumam Zee penuh kebencian


Zee terus mencari Nunu sepanjang jalan, tapi sampai saat ini Nunew tidak juga dia temukan. Zee sudah mencoba menghubungi Nunew, tapi dia tidak menjawab panggilan Zee. Zee menyesal tidak memasang GPS di hp Nunu. Ingat kan Zee nanti untuk mengaktif kan GPS di hp istri mungil nya itu.


trettt(Anggap saja bunyi telfon Zee)


"hallo" Sapa Zee


"Zee mama mau ke apartemen kalian, Nunu di rumah kan?" Tanya Ny.prunk


"Ngk ma, kita lagi di luar. Nanti saja mama ke apartemen, kita lagi kencan jadi mama jangan suruh Zee buat nganterin Nunu pulang" Jawab Zee dengan tenang


"hhhhmm ok, tapi nanti malam mama akan datang ke apartemen kamu"


"ngk malam ini juga ma, kan bisa besok"


"khab, mama akan datang besok. Ya sudah mama matikan, selamat bersenang senang Zee. Babay"


"Syukur lah mama percaya. Tapi bagaimana jika mama tau aku berbohong? terus bagaimana jika dia tau Nunu hilang. Habis aku di goreng mama hidup hidup"Ucap Zee gusar


"Aku akan menelfon nya kembali, siapa tau dia mau mejawab" Gumam Zee lagi


"Hallo" Sapa Nunu


"Akhir nya, Nunu kamu dimana? Kenapa telfon Aku ngk di jawab?" Jelas sekali Zee khawatir dengan keadaan Nunu


"maaf ini bukan Nunew, aku Nat phi nya Nunu. Nunu sekarang tertidur di tempat saya. kamu bisa jemput Nunu ke Cafe saya. nanti saya share lock" Ujar Nat


"ok khab,khop kun na" Jawab Zee, setelah itu melajukan mobil nya menuju alamat yang dikirimkan Nat.


"Nat?" Tanya Zee


"Benar, mari phi saya antar" Membawa Zee kedalam ruangan nya


"Nunu kelelahan habis menangis, Maaf sebelum nya phi. Nunu itu orang nya sangat sensitif dan polos, untuk itu phi harus lebih berhati hati dengan dia. Dan saya harap kalian menyelesaikan masalah kalian dengan baik" Ujar kepada Zee


"khab. khop kun na karena sudah menjaga Nunew." Jawab Zee singkat


"khab phi"


**


Zee baru saja sampai di apartemen nya. Dia menidurkan Nunu dengan pelan di tempat tidur.


"maaf Na, membuat mata ini bengkak" Bisik Zee sendu. Setelah itu dia beranjak dari sana untuk berganti pakaian. Dia sudah tidak ingin kembali ke kantor, biar lah Max yang menghandel semua pekerjaan dia. Dia harus menyelesaikan permasalahan dia dengan Nunu. Dia juga harus memberitahu Nunu jika jantung nya mulai berdetak untuk gadis ini.


Selesai berganti pakaian, Zee turun ke bawah untuk memasak sesuatu. lima belas menit Zee berkutat dengan peralatan dapur, akhir nya masakan dia jadi. Dia kembali berjalan menuju kamar mereka, membangunkan Nunu supaya ikut makan dengan dia


"Sayang bangun" Mengusap pelan kepala Nunu


"Nu, Baby ayo bangun Cup" Mengecup kedua bola mata Nunu yang tertutup


"eughh hia" Nunu mengucek mata nya pelan dan membuka mata nya.


"Jangan terlalu kuat mengucek nya, Nanti sakit. Ayo makan, hia sudah masakin kamu sesuatu" Ajak Zee dengan suara lembut nya


"Hiaa Nunu tidak lapar"


"Tapi hia lapar, hia belum makan apa pun sejak tadi. Apa kamu ngk mau nemanin hia makan?"


"baik lah, ayo hia" Ajak Nunew lalu berdiri dan berjalan menuju meja makan


"Nah, makan lah hia" Nunu mengambilkan Zee makanan dan memberikan kepada suami nya tersebut.


"khop kun na" Zee mulai makan dengan tenang, Nunu hanya memperhatikan cara Zee makan.


"kenapa dia kelihatan sangat seksi saat makan seperti ini?" Batin Nunu.


menyadari pemikiran nya, Nunu menggeleng pelan. Tiba tiba wajah nya memerah malu, dia tidak habis fikir dengan femikiran dia yang sekarang.


"kamu kenapa? pusing?" Tanya Zee khawatir


"ah bukan Hia, Nunu tidak apa apa"


"Terus kenapa kamu geleng geleng kepala gitu? Wajah kamu juga memerah?"


"aku tidak apa apa hia, ayo hia cepat habiskan makan nya"


"khab Baby"


Selesai makan, Zee dan Nunew kembali ke kamar setelah membereskan bekas makan Zee.


"Baby aku ingin menjelaskan kejadian tadi" Ujar Zee lembut dengan memeluk Nunu dari belakang. Menghirup aroma tubuh Nunu di ceruk leher nya. Karena terbawa suasan, Zee melupakan tujuan awal nya. Dia malah mencium leher Nunu dengan pelan, Mengigit nya sehingga menimbulkan bekas kemerahan. Sedangkan tangan Zee naik menjalar ke kedua buah bukit kembar Nunu. Meraba nya dengan pelan dan penuh hati hati.


"aahh hia" Nunu mendesah pelan akibat perlakuan Zee


"Kata nya mau menjelaskan, kenapa pergi nya lain" Ujar Nunu lagi di sela ******* nya.


seakan tersadar, Zee menunda aktifitas nya terlebih dahulu. Dia harus menjelaskan permasalahan mereka baru setelah itu dia akan menggempur Nunu habis habisan.


next...