
Nunu yang melihat Zee kelelahan jadi tidak tega. Dapat Nunu lihat Zee memasuki ruang istirahat nya dengn perlahan.
"Nunu beliin obat saja kali ya? "Gumam Nunu pelan
saat sedang asyik melamun tiba tiba dari luar masuk Max sahabat Zee sekaligus sekretaris Zee yang sebenernya.
"aouw Nong, kamu kerja di sini? "Tanya Max dengan heran
"khab Phi, sampai hutang saya selesai."jawab Nunew
"hhhmm. Tapi ngomong ngomong itu manusia kulkas mana? "Tanya Max kepada Nunu karena dia tidak melihat keberadaan Zee dimana pun
"ha? manusia kulkas? emang ada phi? disini? bentuk nya kayak apa phi? "Tanya Nunu dengan polos
mendengar pertanyaan Nunew, Max ingin tertawa melihat kepolosan makhluk didepan nya ini.
"maksud phi itu, Zee manusia kaku plus kulkas"Jawab Max lagi
"ouah,, hehehe(tertawa kecil) itu phi lagi istirahat. Kata nya sih lagi ngk enak badan phi terus dia istirahat" jawab Nunu dengan polos nya
"owhh bisa juga tu anak sakit" Gumam Max pelan
"phi ngomong sesuatu? "Tanya Nunu
"ohh tidak, tidak. Jika Zee sudah bangun bilangin phi mencari." ujar Max
"Ok khab phi"
Jam sudah menunjukan waktu makan siang, Nunu merapikan semua berkas tadi dan kembali meletakan nya di meja Zee. Tidak lupa membuat Note kecil untuk Zee, yang isi nya Nunew Izin untuk makan siang dan dia telah membelikan Zee makanan serta obat supaya bisa mengurangi sakit kepala nya. Setelah itu baru Nunew pergi untuk mengisi perut nya.
Zee baru saja bangun dari tidur nya, kepala Zee sudah tidak sesakit yang tadi. Zee beranjak dari tempat tidur dan berjalan keluar menuju ruangan nya. Ternyata Nunu sudah tidak kelihatan, saat Zee melihat jam dia baru sadar ini sudah jam makan siang. Pantas saja itu cewek sudah tidak ada. Saat Zee melangkah ke meja kerja nya, disana sudah ada nasi dan obat serta catatan kecil diatas kotak tersebut.
dengan pelan Zee membaca pesan tersebut.Dia tersenyum tipis membaca setiap kalimat yang tertulis di sana. Lumayan, Zee tidak usah repot repot keluar untuk membeli makanan lagi.
ada sedikit rasa hangat menyelimuti hati Zee, sudah lama dia tidak menerima perhatian kecil ini selain dari kedua orang tua nya.
Skip
Jam makan siang telah selesai, Nunu baru saja sampai diruangan nya. Dia terlihat lega ketika Zee sudah jauh dari kata baik sejak terakhir dia lihat tadi. Dengan perlahan Nunu kembali ke meja nya dan mulai mengerjakan beberapa laporan yang ditugaskan oleh Zee kepada nya.
Zee sendiri sedang memeriksa hasil kerja Nunew, dia terkejut karena Nunu begitu teliti. Bahkan kesalahan sekecil apa pun dia tau, dan Nunu kembali memperbaiki nya. Benar benar sangat berbakat. Sebenar nya siapa wanita ini? kenapa rasa nya dia tidak asing bagi Zee? terlebih dia sangat pintar dalam bidang bisnis. Saat sedang asyik melamun, tiba tiba Max masuk keruangan Zee.
"Ini(menyerahkan laporan hasil penyelidikan nya tentang Nunew), Cuma itu saja. Seperti nya riwayat dia sengaja di tutup tutupi" Ujar Max sambil menatap dalam kearah Zee
"Hhmmm jadi ini yang membuat dia bisa mengerjakan laporan perusahaan, ternyata dia memang jurusan bisnis." Gumam Zee pelan. Tapi masih bisa di dengar oleh Max
"Kamu ngeras aneh ngk sih Zee? "Tanya Max kepada Zee
"Benar, Ini emang agak aneh. Aku harus mencari tau sendiri melalui orang nya" Jawab Zee dengan penuh makna.
dari laporan yang Zee terima, di sana hanya tertulis nama Nunew Serta keterangan dia yatim piatu. Sudah, selebihnya tidak ada lagi. Jelas ini sangat aneh menurut Zee, dia harus mencari tau nya.
"Kamu sudah baikan Zee? "Tanya Max
"Hhhmmm" Jawab Zee singkat
"Syukur deh, ya sudah aku keluar dulu. Jadwal kamu sampai sore kosong, sedangkan beberapa berkas dan laporan sudah aku kerjakan tadi" Ujar Max sebelum keluar
***
Zee dan Nunew sampai di apartemen mereka, Zee langsung menuju ke kamar nya. Sedangkan Nunu langsung memasak beberapa menu makanan untuk makan malam mereka. setengah jam Nunu memasak, akhir nya selesai juga.
"Lebih baik aku mandi dulu, setelah itu aku baru memanggil khun Zee"-Nunew
selesai mandi, Nunu kembali keluar untuk memanggil Khun Zee buat makan. Saat hendak mengetuk pintu Zee, orang nya terlebih dahulu keluar.
"Ada apa? "Tanya Zee dingin
"Makanan sudah siap Khun" Jawab Nunu takut.
"Mau kemana? "Tanya Zee dengan nada dingin nya
"Itu, mau balik ke kamar" Jawab Nunu pelan
"Duduk dan makan, aku tidak sekejam itu tidak memberi anak orang makan" ujar Zee singkat
"Khab khun" Nunu melaksanakan perintah Zee, takut nya jika di bantah maka bisa bisa khun Zee jadi meledak ke arah nya nanti.
***
Pagi ini Nunu bangun pagi pagi sekali, Dia memasak sarapan untuk Tuan nya. Sedang asyik asyik memasak tiba tiba dari luar terdengar suara orang.
"Zee, Zee" Teriak nya.
"Sawaddi kha," sapa Nunu sopan
"Sawaddi kha, siapa ya? ini beneran rumah Zee kan? "Tanya Nyonya Pruk panich
"saya asisten pribadi Tuan Zee nyonya" Jawab Nunew
"saya orang tua dari Zee, jangan panggil saya nyonya, panggil Mama aja atau ngk mae juga boleh." Ujar Nyonya pruk panich
"khab ma " Jawab Nunu dengan senyum manis nya
"Tapi omong omong wajah kamu seperti tidak asing. Nama kamu siapa nak?"Tanya Mama Zee
"Nama saya Nunew chawarin ma" jawab Zee lagi
"Nunew chawarin, seperti tidak asing. Nama orang tua kamu siapa?"Tanya Mama Zee dengan nada penasaran
"Nama orang tua saya Namtan chawarin dan Drake chawarin Ma " Jawab Nunu
"Apa? Jadi kamu anak Namtan? Kamu putri Namtan yang hilang setelah tragedi kecelakaan tersebut?"Tanya Mama Zee
"Khab ma. Mama kenal dengan orang tua Nunu?" Tanya Nunew
"Sayang akhir nya mama menemukan kamu nak(memeluk Nunu dengan sayang). Kamu kemana saja, mama sudah lama mencari keberadaan kamu nak?" Tanya Mama Zee
"Cerita nya panjang ma, Hidup sampai sekarang saja Nunu sudah bersyukur" Ujar Nunew dengan mata yang sudah berkaca kaca
"Duduk dulu sayang, cerita sama mama secara perlahan"
"Kejadian itu bermula dari kedatangan saudara tiri papa ma, Dan.." Nunu menceritakan semua nya, mulai dari tragedi kecelakaan orang tua nya, penyiksaan yang dia alami sampai dengan pelecehan yang hampir dilakukan oleh saudara sepupu nya sendiri. Selama menceritakan nya Nunu tidak henti henti nya menangis, Luka lama yang dia simpan kini kembali terkuak ke permukaan. Mama Zee sudah menangis dari awal Nunu menceritakan kepahitan hidup nya, dia tidak menyangka putri sahabat nya harus mengalami kejadian seperti ini. Seandai nya dia tau lebih dulu, tentu cerita nya tidak akan seperti ini.
Tanpa mereka ketahui, Zee mendengar cerita Nunu dari awal sampai akhir. Zee mengepalkan tangan nya dengan erat. ntah kenapa dia tidak terima dan merasa sakit hati mendengar Nunu yang diperlakukan secara tidak adil.
sedangkan di depan, Nunu masih cerita kepada Mama Zee. Sampai tiba tiba Nunu menceritakan Saat penyekapan dia di ruang tertutup dengan lubang udara yang sedikit, Saat menceritakan itu, tiba tiba Nunu sesak nafas. Dia kembali teringat kejadian saat itu, seolah olah dia mengalami nya saat ini. Melihat Nunu yang seperti itu, Mama Zee teriak dengan kencang.
"Nunu, Nunu kamu kenapa sayang? Zee, Zee " Panggil Nyonya pruk panich dengan keras
mendengar teriakan mama nya Zee keluar dari persembunyian nya.
"Astaga Nunu? Nunu kenapa ma? "Tanya Zee panik
"Mama juga tidak tau, sekarang kita harus segera Membawa nya kerumah sakit Zee." Teriak Mama nya
"Khab ma" dengan sigap Zee mengangkat Tubuh Nunu yang terasa ringan digendongan nya. Melarikan nya kedalaman mobil yang diikuti mama Zee.
"Kerumah sakit sekarang pak" Ujar Zee panik
"khab khun"
Zee memangku Nunu dengan raut wajah yang khawatir. Zee tidak tau apa yang terjadi dengan diri nya, tapi melihat Nunu tidak sadarkan diri seperti ini membuat sesuatu dalam diri nya merasakan sakit. Zee tidak menyukai rasa sakit ini.
"Kamu harus bertahan" Gumam Zee pelan dengan nada yang khawatir
next...