My Husband Is Mafia

My Husband Is Mafia
26



"Love sekarang cerita sama daddy, siapa yang membuat kamu seperti ini?" Tanya Fluke


"Zee Dad" Jawab Love singkat


"apa yang kamu lakukan kepada nya? sehingga dia menyiksa kamu seperti ini Love. kamu kan tau Daddy tidak bisa melawan Zee, dia terlalu kuat"


"kamu tenang saja dad, akan ada seseorang yang akan membantu kita untuk menghancurkan Zee"


"siapa Love?"


"Nama nya Tin dad, dia musuh bebuyutan Zee dari Senior hight school. Dan bagus nya dia ketua mafia Dad. Mafia dia salah satu mafia yang di segani dan di takuti Dad, setelah mafia Deadth Blood. Aku akan meminta Tin untuk membantu aku untuk menghancurkan Zee dan Nunew"


"Bagus. Itu sangat bagus sekali Love, dengan begitu kita bisa menyingkirkan Nunew untuk selama lamanya. Dan akhir nya tidak akan ada lagi yang akan mengacam kita lengser dari perusahaan ini."


"Daddy benar, aku sendiri yang akan menyiksa Nunu nanti nya. Aku sangat membenci anak sialan itu"


"ya sudah, Daddy berangkat kerja dulu"


"hhhhmm"


"Tunggu saja Nunew, ajal mu akan segera menjemput" Ujar Love dengan penuh kebencian


**


Hari Ini Nunu sudah mulai kuliah, biaya administrasi dan lain nya sudah di selesaikan oleh orang orang Zee.


"pagi Baby" Sapa Zee


"pagi Hia. Mau sarapan sekarang?"


"Tentu, oh iya hari ini biar aku yang nganterin kamu kuliah."


"emang hia tidak ke kantor?"


"ke kantor sayang, tapi agak siangan dikit."


"Baiklah, sekarang hia makan dulu. setelah itu baru kita berangkat"


"Hhhmmm" Mereka mulai makan dengan tenang, setelah itu Nunu membereskan alat alat makan mereka dengan bersih.


"sudah siap?"


"hhhhmm sudah hia"


"sekarang ayo kita berangkat"


"khab" Zee dan Nunu berjalan keluar menuju mobil mereka, selama di perjalanan seperti biasa Nunu selalu berbicara mengenai apa pun. Dia tidak bisa berhenti mengobrol,


tanpa sengaja Nunu melihat ke spion mobil mereka.


"Hia apa kita diikuti?" Tanya Nunu heran


"maksud kamu?" Tanya Zee heran


"Iya, itu mobil yang di belakang sudah ada sejak kita keluar dari parkir apartemen. Nunu pikir tadi itu cuma kebetulan, tapi kok sekarang kemana kita pergi dia selalu ngikutin sih?" Tanya Nunu heran


"Kamu yakin Baby?" Tanya Zee memastikan


"iya hia, coba deh hia tes. Tambah kecepatan mobil kita, pasti itu mobil akan mengikuti nya"


"baiklah, kamu pegangan yang erat" Zee menambah kecepatan mobil nya, sesuai perkiraan Nunew mobil tersebut juga menambah kecepatan nya.


"kurang hajar, mereka memang mengikuti kita Nu"


"Bagaimana ini hia? apa mereka orang jahat?" Nunu sekarang merasa sangat khawatir.


"Baby kamu tenang jangan panik, kan ada aku. Sekarang kamu ambil Hp aku, telfon Max"


"khab hia" Nunu melakukan perintah Zee, dia mengambil hp suami nya lalu menelfon ke nomor Max


"khab Zee?"


"Max suruh anak buah Deadth Blood ke jalan menuju kampus Nunew sekarang. Mobil aku dan Nunew sedang diikuti. Senjata aku dirumah Max, aku lupa membawa nya" Teriak Zee


"Apa? baiklah. kalian harus berhati hati" Max mematikan telfon nya.


"mereka siapa sih hia? apa yang mereka inginkan dari kita?"


"ohhhh"


"Kho thod Nu, aku belum bisa cerita sekarang. jika aku adalah seorang mafia" Batin Zee


"Kurang ajar, kita di kepung"


"Bagaimana ini Hia?" Tanya Nunu panik


"kamu tunggu di sini, biar aku yang keluar. jangan buka pintu dalam keadaan apa pun, ok khab"


"khab hia" Zee keluar dari mobil nya dan berjalan menuju orang orang tersebut.


"Apa yang kalian ingin kan?" Tanya Zee dingin


"Hahaha kamu tidak perlu tau" Jawab mereka remeh. Mereka mulai menyerang Zee, tapi dengan kemampuan Zee sebagai ketua Mafia kekuatan mereka tidak ada apa apa nya bagi Zee. Dalam hitungan menit, semua orang di sana tumbang oleh Zee.


"cks cuma segitu kekuatan kalian, sampaikan kepada bos kalian. jika berani datang langsung jangan main peta umpet seperti orang pengecut" Ujar Zee dingin. Tidak berapa lama kemudian, anak buah Zee tiba di sana.


"kho thod Khun kami terlambat"


"Sekarang kalian angkat orang orang ini dan bawa ke markas, sisa kan satu supaya dia bisa melapor kepada ke ketua nya"


"khab khun"


"Dan kalian berdua, ikuti mobil saya dari belakang"


"khab khun"


Zee beserta anak buah mulai meninggalakn tempat tersebut menuju kampus Nunu. Sesampai nya di sana, semua mata tertuju kepada Nunu.


"Siapa tu yang bersama Nunu?" Bisik salah satu dari mereka


"itu Zee prunk Panich pengusaha tersukses di asia" Bisik salah satu dari mereka


"Apa Nunew menjual tubuh nya ya, sehingga dia bisa mendapatkan orang sehebat itu. aku yakin Nunew pakai cara kotor" Bisik bisik terdengar


mendengar kalimat yang tidak mengenakan di dengar oleh telinga, Tiba tiba Zee merasa sangat marah. langkah Zee terhenti dan dia berjalan ke sekumpulan mahasiswa/mahasiswi tersebut.


"apa yang kamu katakan barusan?" Tanya Zee dingin


"Hia sudah lah, biarkan saja mereka berbicara apa yang ingin mereka bicarakan, lagian Nunu baik baik saja" Ujar Nunu lembut


"Tidak bisa Baby, mereka telah berani menghina istri dari seorang Zee pruk panich"


"apa? istri?" semua orang orang di sana sangat terkejut mendengar kalimat dari Zee.


"Ingat baik baik, jika kalian masih ingin kuliah di sini atau di mana pun itu. Maka jangan berani berani nya mengusik ketenangan istri saya, mengerti?"


"khab khun" Jawab mereka terbata bata


Sedangkan Zee, setelah mengucapkan ucapan tersebut. Dia membawa Nunu menuju ruangan Rektor.


"khun Zee? silahkan duduk" Ujar Rektor dengan sopan


"khop kun na, saya tidak ingin bertele tele. saya ingin menyampaikan kepada anda bahwa istri saya akan kembali kuliah di sini. Dan saya ingin di setip sudut manapun di sekolah ini di pasang CCTV. Di mana pun itu tanpa terkecuali. Dan Selama jam kuliah istri saya akan di temani oleh Bodyguard nya di dalam kelas. Jadi tugas anda kasih tau seluruh Dosen perihal ini semua. agar nanti nya dia tidak terkejut saat memasuki kelas Nunew.


"khab Khun" Jawab Rektor


"Bagus, kalo begitu saya permisi"


"khab"


"hia apa itu tidak berlebihan?" Tanya Nunew


"Ya ngk lah Baby. Itu semua untuk keselamatan kamu. Hia tidak ingin kecolongan lagi seperti tadi"


"khab, khop kun na hia"


"sama sama Baby, Sekarang kamu ke kelas lah aku mau ke kantor sekarang"


"khab hia"


"pastikan istri saya dalam keadaan baik baik saja"


"khab khun"