My Husband Is Mafia

My Husband Is Mafia
Bangga



...🌷SELAMAT MEMBACA🌷...


...----------------...


...----------------...


“Mas gimana keadaan bang Wili?” tanya Bianca cukup penasaran karena sejak Wiliam dilarikan ke LA ia belum mengetahui kabar tentang nya.


Sekarang mereka lagi bersantai di taman kota, itu sih atas permintaan Bianca karena bosan.


“Koma!” Jawab Axel dengan tatapan fokus menatap beberapa anak-anak bermain di area depannya. Axel terang-terangan tanpa menutupi wajahnya. Bahkan banyak orang-orang lewat membicarakan mereka tepatnya Bianca, mereka bertanya-tanya ada hubungan apa dia dengan Axel yang dikenal kejam, dingin dan tentunya idola mereka ada juga merasa iri dan menghujat Bianca. Tapi Bianca tak menghiraukan dan Axel tentu saja acuh jika tidak terlalu berlebihan.


“Hah koma! Terus kamu enggak jenguk gitu, ya Allah mas gak boleh gitu dong, bang Wili tetap saudara kandung kamu mas. Aku liat hubungan kamu ama dia sudah mulai baik masa enggak kesana sih, Hm...gimana besok kita kesana mas? Aku juga pengen liat...”


“Mereka juga pasti disana kan, enggak sabaran bakalan ketemu mertua ama ipar” Bianca terus nyerocos tanpa henti dengan ekspresi berubah-ubah.


Axel sampai tutup telinga dibuat nya untung suaranya pelan tidak terlalu keras.


“Jangan bahas disini, kita balik!” Lalu menarik Bianca menuju mobilnya terparkir.


“Ih mas kok balik sih, aku kan masih pengen disini. Disini pemandangan bagus loh apalagi liat anak-anak kecil main, kan jadi pengen” protesnya namun ia pelan pada kalimat terakhir. Tapi tetap terdengar oleh Axel.


Axel memicingkan mata nya, “pengen apa?” selidiknya dengan rasa penuh penasaran.


Bianca kaget, “eh, kamu dengar! Emang aku pengen apa?” tanyanya pura-pura amnesia.


Axel hanya menampilkan wajah datar nya tanpa peduli, “sudah, masuk!” perintahnya dingin tidak boleh dibantah. Dengan dongkol Bianca menurut.


“Mas aku pengen batagor tapi dari Bandung dan harus pedas pakai bakso!” ucap Bianca tiba-tiba Axel yang akan menjalankan mobilnya langsung terhenti dan menatapnya dengan bingung.


“Jangan aneh-aneh, mana ada batagor pakai bakso, jan ngaco deh!”


“Lah apanya yang aneh, tinggal masukin bakso jadi deh”


Axel mendelik, “Hm, serah tapi emang kamu nya yang aneh dari kemarin”


Bianca menatap Axel tajam tanda tak suka dibilang aneh, “Cih, bilang aja kamu enggak mau kan beliin makanya bilang aku aneh segala!” sinisnya. Axel diam fokus menyetir mobilnya.


“dasar pelit, percuma uang banyak tapi minta beli batagor doang susah” ketus Bianca sambil  membuang muka menoleh ke kaca mobil.


Axel mendesah panjang dalam hatinya, istrinya benar-benar membuatnya harus ekstra sabar.


“BELIKAN BATAGOR DI BANDUNG PAKAI BAKSO HARUS PEDAS!” perintah Axel lewat telepon tepatnya memerintahkan salah satu bawahannya dengan suara sengaja dikeraskan biar terdengar jelas oleh istri cerewetnya.


Mendengar itu Bianca menoleh kearah Axel dengan bibir melengkung membentuk senyuman.


“Nah, gitu dong, makin sayang deh!”


Axel hanya tersenyum tipis sebagai balasannya, “untung sayang!” batinnya.


Berbeda di seberang sana bawahannya itu kebingungan mendengar permintaan bos nya, "si bos aneh" tapi tetap membelikan jika tidak bisa diamuk.


🌿🌿🌿


Sekarang Bianca tampak fokus memakan batagor baksonya dengan nikmat. Yap, barusan diantar oleh bawahan Axel sesuai permintaan tanpa kurang sedikit pun.


“Umm... benar-benar enak!” serunya terus menyuapkan dengan sendok ke mulutnya.


Para pelayan melihat nyonyanya hanya meringis, “nyonya semakin anehkan, selalu minta aneh-aneh. Aku jadi curiga deh” bisik pelayan satu pada yang lain.


“Curiga kenapa?” bisik satunya lagi bertanya.


“hehe...enggak tau” jawabnya nyengir bodoh langsung dapat jitakan dari temannya.


“dasar oon. Dah sana lanjut kerja nanti diamuk tuan” ucap nya yang lain. Mereka mengangguk dan mengerjakan pekerjaan nya sempat tertunda bisa diamuk majikan nanti.


...


Selesai menghabiskan batagornya, Bianca ngacir keatas menemui suaminya handsome nya.


Ia mencari dikamar namun tidak ada, lalu di ruangan kerja tetap tidak ada. “kok gak ada sih kek hantu aja suka ngilang” Degus nya sudah bosan bolak-balik mencari dari tadi dipanggil pun tak ada jawaban.


“Maaas, mas Axel kamu ngumpet dimana sih? Udah ya jangan buat aku lelah cari kamu!” teriaknya memanggil suami laknatnya, padahal sudah 30% kencang tapi tetap tidak ada balasan dari si empu.


Karena terlalu capek mencari ia berhenti dan berbalik masuk kedalam kamar untuk rebahan, entahlah ia merasa kantuk sekali tanpa bisa ditahan-tahan lagi.


***


“Hoam...aku benar-benar ketiduran” dengan berat ia membuka matanya perlahan lalu kening langsung berkerut.


“Hahh...” kaget nya.


“Sudah bangun” ucap Axel berjalan menghampiri istrinya.


“Mas kok aku bisa berada dalam pesawat sih?” tanya Bianca sangat heran saat melihat beberapa pramugari.


“Aku yang bawa” jawab Axel singkat lalu merangkul pundak istrinya.


“Terus kita mau kemana mas, kok kamu enggak bilang-bilang sih malah bawa aku lagi tidur” sungut Bianca tak terima.


“Ke LA”


“Eh, ih...kok kamu enggak bilang dari awal sih kan aku bisa siap-siap. Terus masa aku pakai baju tidur begini malu tau!” omel Bianca sambil mengentak-entakkan kakinya.


Axel mengajak istrinya ke kamar, “semua baju, gaun, celana pokoknya lengkap semuanya udah aku siapkan, jadi kamu enggak perlu rusuh begitu” jelas Axel selembut mungkin.


Bianca tetap kesal, “terus waktu di mansion kamu kemana aku cariin gak ada”


“Di ruangan bawah tanah!”


Bianca mengernyit, “lah kok bisa, terus ngapain kamu disana. Kok aku enggak tau sih!”


“RAHASIA” tekan Axel dan langsung dapat cibiran dari Bianca.


“udah lanjut tidur nanti dah sampai aku bangunkan”


“Kok tidur lagi sih, enggak mau ah”


“Terus mau ngapain? Mau buat debay kalo gitu mah Ayuk”


Plak


Bianca mengeplak pipi Axel.


“gak usah mulai lagi, aku mau ganti baju” galak Bianca.


Axel tersenyum sambil mengusap bekas tamparan tangan nakal istrinya.


🌿🌿🌿


Tak berselang lama, akhirnya sampai di LA dengan selamat sentosa tanpa ada hambatan.


Senyuman indah mengambang dari bibir ranum Bianca, “benaran deh, ini baru pertama kali aku kesini" tutur Bianca antusias sambil memeluk erat sebelah lengan Axel. Axel pun ikut tersenyum melihat istrinya bahagia ia turut bahagia.


“Yuk” Lalu mengajak Bianca memasuki mobil Lamborghini Aventador warna hitam gold yang telah disiapkan bawahannya. Dengan diiringi dua mobil sport hitam di isi beberapa bawahan Axel.


Setelah Axel bersama Bianca masuk, mobil itu melesat diikuti dua mobil lainnya.


“Mas kita langsung ke tempat bang Wili dirawat?” Bianca bertanya dengan mata terus menatap kearah luar.


“Tidak, kita ke mansion” jawab Axel dengan tangan sibuk mengotak-atik tablet nya.


“What! Jadi kamu juga punya mansion disini” Bianca cukup kaget dan dianggukan oleh Axel tanpa menoleh.


Bianca penasaran dan mencoba mengintip, “mas emang kamu punya perusahaan berapa?” tanyanya karena selama ini ia hanya tau Xander Grup saja.


“Hm...banyak” mata Bianca melotot, “berapa mas?” tanyanya lagi kepo akut.


“Empat”


Bianca mengacungkan jempolnya, “hebat kamu mas, masih muda udah megang empat perusahaan sekaligus, emang the best deh, ih kalo aku mah gak bakalan sanggup” heboh Bianca sangat bangga sekali terhadap suaminya.


Axel terkekeh pelan mendengar pujian istrinya, “Biar uangnya banyak buat belanja kamu dan anak-anak kita nanti”


Bianca jadi malu, “masa sih” cibirnya malu-malu.


“He'em...kalo kamu minta apa aja tinggal bilang jangan di pendam” ucap Axel karena tau sangat banyak keinginan istrinya tapi takut bilangnya.


“Benaran nih!” Axel mengangguk mantap.


“Nanti aja deh aku pikirin, sekarang aku enggak mau minta apa-apa” katanya setelah berpikir.


 


BERSAMBUNG...


LIKE >> KOMEN >> VOTE >> FAVORIT