My Husband Is Mafia

My Husband Is Mafia
Bianca kesal



...🌷SELAMAT MEMBACA🌷...


... ----------------...


...----------------...


“Bagaimana? Apa mereka telah pergi?” Seorang pria paruh baya yang lagi duduk menghisap rokok nya bertanya pada bawahan nya.


“Benar tuan, mereka telah berangkat siang tadi” jawab salah satu bawahannya yang berbadan kekar.


Pria dipanggil tuan itu menyeringai sambil menghembuskan asap rokoknya, “terus awasi mereka dan tunggu perintah ku!” Ucap pria itu dingin.


“Baik tuan” kemudian pria itu pergi menjalankan tugasnya.


“Saya tidak akan pernah membiarkan kau bahagia, sekarang sudah waktunya menghancurkan kau, setelah salah satu putramu pergi sekarang akan ku buat kau kehilangan lagi REYNAND HAHAHA..”  seorang bawahannya merinding mendengar tawa jahat dan senyuman devil tuannya.


Pria itu adalah Raditya memiliki dendam lama dengan Reynand dan sekarang juga musuh Axel tentu.


“Ham, pergilah ke perusahaan Smith Group buat kerja sama 50 % dan pasti mereka memberikan lebih!” perintah Raditya pada Hamdan asisten pribadinya.


“Baik tuan” setelah membungkukkan badannya pada tuannya Hamdan keluar dari ruangan itu.


Cukup lama setelah Hamdan pergi masuk seorang pria muda, “Pa! Faisal mau cerita boleh gak?” Yap pria itu Faisal atau Faisal Sanjaya anak bungsu Raditya Sanjaya.


“Hm...cerita apa?” tanya Raditya lembut pada putra kesayangannya.


“Itu loh Faisal suka ama seorang gadis tapi gadis nolak Faisal padahal kan Faisal cinta banget ama dia...”


“Jadi!” Raditya menunggu maksud dari Faisal.


“Papa harus bantu aku! Aku harus secepatnya memiliki dia hanya milikku” rengeknya memohon pada papanya karena dia yakin papanya begitu menyayangi nya dan pasti menuruti semua keinginan nya.


Raditya menggeleng pelan, “jadi kamu ingin secepatnya, Hm...siapa namanya?”


Faisal bersorak senang dan menjawab, “Bianca Ara Dipta”


“Baik, papa akan yakinkan dia berada dikamarmu malam ini” ucap Raditya mantap. Faisal sangat senang sekali dan mencium pipi papa lalu berbalik keluar. Raditya hanya geleng-geleng kepala. Kemudian, memencet hpnya.


“cari informasi Bianca Ara Dipta dan bawa kesini malam ini juga!”


“Baik tuan” jawab dari sabrang sana.


🌿🌿🌿


Di negara berbeda, tempat Axel dia tampak tersenyum dingin, “ingin melacak keberadaan istriku, heh...coba saja kalo bisa!” cibir Axel. Yap, Axel menutupi semua info tentang Bianca maupun tempat tinggal Bianca. Jangan lupakan penjagaan tak pernah renggang karena tidak ingin kecolongan musuhnya.


“Marsel!” panggil Axel dingin.


“Yoi bos” jawab Marsel berjalan mendekati kursi Axel.


“Perintahkan mereka menangkap wanita ini” ucap Axel menunjukkan gambar seorang gadis muda di laptopnya.


“Baik bos” Kemudian, Marsel menelepon salah satu anggota mafia dan menyampaikan perintah Axel.


“Markas!” dingin Axel, Marsel telah selesai menelepon ikuti langkah bosnya. Mereka pergi ke markas yang ada di negara itu yaitu Prancis.


 


Balik lagi di Indonesia, malam harinya tepatnya di Club’ malam terlihat tiga orang gadis diseret dan disekap tiga pria pakaian hitam dan berbadan kekar. Tak ingin mendengar teriakkan mereka membius ketiganya dan dibawa ke markas.


Berbeda dengan Raditya mendengar informasi tak lengkap dari bawahannya, dia sangat marah sekali, selama ini tidak pernah terjadi seperti ini dan selalu berhasil. Apalagi Faisal dia tak menyangka semua info tentang Bianca ditutup rapat-rapat entah siapa pelakunya.


“Terus gimana dong pah? Gagal deh rencananya!” lemas Faisal dengan rahang mengeras.


“Papa tidak mengerti katamu dia bukan dari keluarga konglomerat tapi kenapa semua ditutupi! Seperti nya dia bukan dari keluarga sembarangan dan mulai sekarang kamu terus dekatin dia kalo perlu gunakan Dinda. Sudah sana tidur jangan dipikirkan lagi, papa masih banyak kerjaan”


Faisal mendegus tapi tetap menuruti perintah papanya.


“******, padahal gue udah berharap banget tapi malah kek gini jadinya, ck...mana nomor gue di blok lagi, si Dinda kampret juga gak mau diajak kerja sama!” umpat Faisal.


...


“ih...gak seru enggak ada mas Axel, enggak ada yang dipeluk lagi. Bagaimana mau tidurnya” dumel Bianca cemberut. Biasanya kan kalo tidur dipeluk, Yap semenjak tidur bersama Axel dia tidak akan pernah bisa tidur nyaman jika tidak di peluk.


“ih kesal-kesal” racau nya sambil berguling-guling ditempat tidur.


Dan terlihat wajah tampannya siapa lagi kalo bukan Axel.


“Mas kamu masih bekerja?” tanya Bianca saat melihat Axel masih memakai jas kantor, rambut acak-acakan, tatapan tajam menggoda, jakun bergerak naik-turun membuat Axel terlihat semakin sexy di mata Bianca.


“Hm, hampir selesai. Eh, kamu kenapa? Kangen ya?!” jawab dan goda Axel melihat tatapan istrinya tapi sedikit aneh karena mukanya datar kek papan.


Bianca cemberut, “enggak kok” elak Bianca, saat melihat Axel tertawa Bianca makin kesal.


“Gak usah ketawa, aku kan jadi gak bisa tidur” tukas Bianca.


“apa hubungan nya?” acuh Axel kembali datar.


Bianca hanya diam, dia tau lelaki itu tidak akan peka apalagi dengan wajah datar itu tapi jelas lah orang memang dari sana udah kek gitu.


“tidur, jangan begadang” selesai mengucapkan itu Vc nya langsung dimatikan sepihak.


“Aarrgg....” Bianca sangat kesal sekali rasanya ingin mencakar-cakar Axel.


“cuman segitu doang bahkan ngucapin good night aja kagak ada. Dasar suami nyebalin, awas saja nanti enggak bakal aku kasih jatah! Pas ada maunya lembut banget kek enggak ada  tulangnya, iiih...” wajah Bianca sampai memerah dibuat nya. Sebenarnya apasih isi otak suaminya enggak mungkin kan kerja ama nyiksa and bunuh musuhnya saja.


 


Ditempat Axel, dia tersenyum tipis melihat kekesalan istrinya, sebenarnya dia sengaja menampilkan muka datar dan acuh untuk mengerjai istrinya.


“Pasti dia sekarang umpatin gue” ucapnya pelan sambil menahan tawanya yang akan keluar.


Drtt drtt


Handphone nya berdering dan tertara nama salah satu bawahannya.


“Bagaimana?”


“Aman bos, mereka telah kami tahan”


“bagus, siksa ringan jangan sampai mati”


“Baik bos”


Tut Tut


Setelah panggilannya terputus, Axel bangkit dari tempat duduknya dan memasuki kamar mandi.


🌿🌿🌿


Di club ’malam, bagian pojok terlihat tiga cowok berbincang-bincang sambil meneguk bir yang telah dipesannya.


“Napa Lo bro lesu amat mau gue cariin cewek cantik” ejek cowok bernama Reno dengan senyuman jahilnya.


“Biasa lagi patah hati” sambung Agil, dan orang yang di omongin mendecih mendengar ejekan mereka.


“bacot Lo pada!” ketus Faisal garang.


“Ets...santai bro, ngegas amat” Reno makin meledek.


“mending Lo main sana banyak cewek cantik tuh” ucap Reno dengan mata melihat-lihat genit para cewek cantik nan seksi.


“main aja Lo sana, kalo gue mah ogah” bukan Faisal tapi Agil menjawab dengan muka jijiknya.


“sok an lo ******, ama Nora aja gercap” sinis Reno.


“iye lah, dia kan cewek gue, enggak kek Lo tancap kemana-mana!” cibir Agil tak mau kalah. Reno mendegus sinis.


“Eh, udah gercap aja tu anak” ucap Agil saat melihat Faisal mendekati cewek.


“anjiiir... behenol” umpat Reno dengan tatapan laparnya, kemudian bangkit dari duduknya.


Dan tinggal Agil sendiri ngerasa jomblo saja padahal punya pacar. “tau gini gue ajak Nora tadi” dumel Agil.


 


BERSAMBUNG...


LIKE >> KOMEN >> VOTE >> FAVORIT