
"Pertama tama aku akan menjelaskan dulu, siapa itu Love. aku tidak ingin jadi masalah kemudian hari. Nu sebelum nya aku pernah jatuh cinta kepada seorang gadis. yang aku lihat pada awal nya dia cantik dan juga polos. Dia adik tingkat aku, pembawaan nya yang ceria membuat aku jatuh cinta kepada nya. tapi siapa sangaka itu hanya topeng belaka, asli nya dia sangat licik dan kejam. Bahkan dia juga mempermaluakn aku serta memanfaatkan aku untuk kepentingan pribadi nya. Dari situ aku berfikir jika semua orang itu sama, tidak ada yang baik. kamu tau siapa wanita itu?"
Nunu menggeleng pelan.
"Wanita itu Love Nu, sepupu kamu"
deg.jantung Nunu serasa berhenti berdetak, ternyata dugaan nya benar. Wanita yang dicintai Hia Zee di masa lalu tidak lain adalah sepupu nya sendiri. Rasa nya hati Nunu sangat sakit, dia yang telah lama menunggu Zee sedari kecil tapi dia tidak bisa mendapatkan kasih sayang dari Zee. Tanpa sadar air mata Nunu menetes, hati nya benar benar terluka.
"kamu kenapa nangis?" Tanya Zee dengan nada yang sangat khawatir
"Bukan apa apa hia"
"Terus kenapa mata ini mengeluarkan air mata hmm" Dengan lembut Zee mengusap pelan mata Nunu
"Aku ngk tau hia, tiba tiba hati Nunu sakit mendengarkan cerita hia" Jawab Nunu polos
"Apa dia merasa tersakiti dengan cerita aku?. kenapa kamu begitu baik?" Batin Zee.
"Sssttt" Zee membawa Nunew kedalam pelukan nya
"Itu hanya masa lalu, sekarang aku punya kamu. Dan dengarkan aku baik baik, yang kedua yang harus kamu tau. Aku tidak ada hubungan lagi dengan Love, bahkan hanya untuk menyebut nama nya saja aku tidak sudi sayang. Dan apa yang kamu lihat di ruangan aku tadi itu tidak seperti yang kamu fikirkan.
Aku tidak tau itu Love, aku kira tadi itu kamu. maka nya aku diam saja saat dia memeluk Hia, jadi aku mohon jangan memikirkan yang tidak tidak"
"hiks..hiks..hia Nunu minta maaf. Nunu minta maaf karena sudah bersifat ke kana kanakan. Dan Nunu juga minta maaf tidak mendengarkan Hia dulu" Tangis Nunu pecah seperti anak kecil
"hhhmm iya sayang" Zee tersenyum kecil melihat tingkah Nunu yang menggemaskan.
"Dan satu lagi yang harus kamu tau. Di sini sudah ada nama kamu. Aku sudah mulai mencintai kamu sayang, jadi percaya sama aku. Dan buat aku semakin mencintai kamu" Bisik Zee lembut sambil mengarahkan tangan Nunu ke dada nya
"Terimaksih hia" Nunu sangat bahagia ternyata Zee sudah mulai mencintai nya.
"tidak sayang, aku yang harus berterimakasih sama kamu. kamu sudah sabar menghadapi aku selama ini"
"hhhhmm" Angguk Nunu dengan lucu
perlahan Zee mendekat kearah Nunu, menatap nya dengan dalam. Zee memiringkan kepala nya sedikit, dan menyatukan bibir nya dengan bibir Nunu. Menyalurkan rasa yang dia miliki untuk Nunu lewat ciuman mereka. Tesktur bibir Nunu yang lembut dan halus benar benar membuat Zee ketahigan. Rasa nya dia tidak ingin melepaskan bibir Nunu, dia ingin lama lama di sana. Nunu sendiri hanya menyeimbangi perlakuan Zee terhadap nya. Karena Nunu sendiri tidak pernah berciuman se intim ini.
Perlakuan Zee tidak sampai di situ, untuk pertama kali dia melakuka kewajiba nya sebagai suami. Zee melaukan nya dengan lembut. Dia tidak ingin sampai menyakiti Nunu, karena dia tau ini pengalaman pertama istri nya. Zee terus melakukan sampai dia dan Nunu mendapatkan puncak nya bersama sama.
"Terimaksih Sayang" Ujar Zee tulus. Dia merasa terharu karena dia yang pertama untuk Nunew. Dia bangga Nunu bisa menjaga diri sampai bertemu dengan nya.
"Sama sama Hia"
"kamu lelah?"
"hhhhmm"
"Ya sudah tidur lah"
"puk puk punggung Nunu hia, biar Nunu bisa tidur dengan nyaman"
"khab baby. Dasar bayi gede" Ledek Zee
"Hiaaaa" Ujar Nunu manja
"aa na na na, hia tidak akan menggoda kamu lagi. Tapi apa itu kamu baik baik saja? Apa perlu kita obati dulu"
"ngk usah hia hanya sedikit ngilu. Itu wajar ini kan pertama kali buat Nunu"
"Hia jangan tinggalin Nunu"
"ngk akan Baby" mendengar jawaban Zee, Nunu perlahan mulai memejamkan mata nya. Sungguh badan nya pegal pegal semua akibat kegiatan mereka tadi.
Skip.
jam menunjukan pukul delapan malam, Zee baru saja selesai membersihkan diri. Tapi istri cantik nya itu masih tertidur dengan lelap. Dengan perlahan Zee mendekat kearah Nunu, berniat ingin membangunkan Nunu. Ini sudah waktu nya makan malam, dan Nunu harus mengisi perut nya jika tidak Nunu bisa sakit. Dan Zee tidak mau itu.
"Baby? ayo bangun sayang" Bisik Zee lembut di telinga Nunew. Tapi nampak nya itu tidak mempan buat Nunu. Dia masih betah di alam mimpi nya.
"sayang, cup cup cup" Zee mengecup seluruh wajah Nunu tidak lupa juga bibir Nunu. Dirasa ada yang basah menyentuh wajah nya, Nunu berusaha bangun. Dia perlahan membuka kedua mata nya. ternyata itu ulah suami nya.
"hia? jam berapa sekarang?"
"sudah jam delapan baby, ayo bangun kita harus makan dulu"
"khab" Nunew berusaha bangun dari tidur nya, tapi saat dia hendak melangkah turun dari tempat tidur nya Nunu terpekik kecil sehingga membuat Zee khawatir
"akkk" pekik Nunew menahan sakit
"kamu kenapa Baby?" Tanya Zee khawatir
"itu aku masih sakit hia" Jawab Nunu sambil cengengesan
"seharus nya kamu bilang Baby, jadi hia bisa bantu kamu ke kamar mandi"
"aku takut merepotkan hia"
"tecks apa yang aku katakan sayang. Aku tidak merasa di repotkan kok"
"hehe khop kun na hia"
"hhhmm" Zee mengangkat Tubuh Nunu dan membawa nya ke kamar mandi. setiba nya di sana Zee menurunkan Nunu di Bathtub. Setelah itu membantu Nunu mengisi nya dengan air.
"apa kamu bisa mandi sendiri? Atau hia mandikan?" Tanya Zee dengan nada serius
"hia Nunu bisa mandi sendiri"
"ya sudah hia ke luar dulu. Jika kamu sudah selesai, kamu teriak saja ok khab?"
"khab hia" Zee keluar dari kamar mandi, sedangkan Nunu mulai membersihkan diri.
setelah selesai Zee membawa Nunu kembali ke tempat tidur.
"Tunggu di sini, hia akan ambilkan kamu piyama tidur"
"khab hia" lama Zee memilih milih piyama untuk Nunu akhir nya dia temukan juga yang cocok.
"ini sayang, kamu ganti lah"
"ya sudah, hia keluar dulu"
"kenapa? malu? padahal tadi sudah hia lihat lo semua nya" Goda Zee
"hiaaaa" manja Nunu
"ah na na hia keluar" Setelah Zee keluar baru lah Nunu memakai baju nya.