My brave little girl

My brave little girl
Part 84



Jam berganti jam, hari berganti hari, minggu berganti minggu dan bulan pun berganti bulan, sekarang kandungan ku sudah memasuki bulan ke 9, tinggal menunggu hari kelahiran anak pertama kami.


Sejak kejadian itu abdi lebih prosesif, bahkan sejak pulang dari rumah sakit, aku tidak di bolehin ini itu,sehingga membuat bosan saja, apalagi mertua ku juga ikut prosesif nya.


Kadang aku juga meminta yang aneh-aneh, mungkin bahwaan si dedek bayi nya. Sampai abdi pun di buat pusing tapi dia tetap melakukan apa yang aku inginkan, seperti sebelum nya aku pernah meminta untuk makan mangga muda yang di kasih sambal dan di makan dengan nasi, dan itu harus di buat oleh abdi sendiri, dan mangga nya juga langsung di petik dari pohon nya bahkan yang aneh nya yang memetik mangga nya harus mertua ku.


Betapa aneh nya ngidam ku? Ntah la aku juga ngk tahu heheh....


Tapi apa pun yang ku inginkan abdi dan kedua orang tua nya begitu siaga dalam mengabulkan permintaan ku yang di bilang sangat aneh, kerena memang mereka sangat menunggu kehadiran cucu pertama mereka .


Bahkan aku sering bangun malam-malam karena lapar dan selalu meminta abdi untuk masak makanan untuk ku. Terkadang kedua mertua ku juga aku repotin, aku meminta masak makanan yang terkadang sangat aneh menurut orang lain tapi menurut ku sangat enak.


Sekarang saja baru beberapa jam kami tidur dan sekarang jam 12 malam aku terbangu, aku merasakan lapar di perut ku. Ku lihat abdi yang begitu pulas dalam tidur nya sambil memeluk erat ku, seperti takut kehilangan ku saja, melihat dia tidur begitu nyenyak membuat ku tidak tega membangunkan nya, sehingga aku memutuskan untuk keluar sendiri menuju dapur untuk masak makanan. Walaupun aku tidak di bolehin untuk memasak selama hamil tapi kalau seperti ini kadang aku ngeyel juga hehe.


Segerah aku pindahan tangan abdi dengan pelan-pelan agar tidak membangun kan dia dari tidur nya. Setelah itu aku langsung turun dari ranjang dengan sangan hati-hati, lanjut jalan sampai kedapur dengan sangat hati-hati takut terjatuh dengan kondisi yang sudah hamil besar ini.


Saat sampai di dapur baru minum air putih, karena aku sangat haus, tapi tiba-tiba aku merasakan keram di perutku hingga aku meringgis menahan kesakitan, dengan bersusah payah aku mencari tempat untuk duduk, aku juga membatalkan niat ku untuk memasak makanan.


Tapi semakin aku tahan sakit nya semakin menjadi, sampai aku tidak kuat lagi untuk menahan nya. Ku ambil telpon rumah yang berada di dekat tempat ku duduk sekarang, dengan sekuat tenaga aku memecet nomor telpon di kamar mertua ku,lama aku menunggu akhirnya nya ada yang mengankat juga


"Mami, bantu aku di dapur "ucap ku tampa basa basi langsung to the point saat mami mengankat telpon nya


"Sayang kamu kenapa? Oke tunggu di sana? Jangan kemana-mana!, mami akan segerah kesana tunggu yah sayang "terdengar suara panik dan juga kecemasan dari mertua ku. Aku hanya menganguk kan kepala dan jelas belum tentu orang bisa melihat nya.


Tidak sampai 5 menit sudah terjadi keributan di rumah, dengan suara mami dan papi yang keluar dari kamar dengan wajah panik serta cemas, mereka berlari menuju ke arah dapur di mana aku berada, saat melihat ku mereka sangat shok


"Assssstagfirullahhhh nakkkkkkk............ "


"**Maaf yah author sudah lama ngk up. Karena author sangat2 sibuk sekali. Terima kasih yah untuk teman2 author yang masih setia membaca karya author. Sekali lagi author mintak maaf yah🙏🙏🙏🙏🙏"


Thank's semua 😘😘😘


Jangan pernah bosan yah😁. Tetap


Jaga kesehatan dan tetap patuhi protokol kesehatan yah, bagi yg beraktifitas di luar rumah dan semoga pademik ini cepat berlalu aamiin 🙏🙏**