
"Aku tidak akan membiarkan kau menjadi milik abdi"ucap wanita itu sambil melayang tangan nya ingin menamparku tapi dengan sigap aku menahan tangan nya dan langsung mempelintir tangan nya ke belakang, dengan muda karna memang aku memiliki kemampuan bela diri. Aku langsung mendorong dia ke arah meja dan menekan tengkuk nya sehingga pipih kanan nya menempel ke meja, dan tangan nya masih ku tahan dengan tangan kiri ku di belakang pungung nya.
Sebenarnya abdi dan kedua mertua ku saat aku di permalukan seperti itu sudah berdiri dan geram melihat tingkah laku wanita itu, ingin sekali mereka mencabik-cabik wajah wanita itu , saat dia ingin menamparku abdi segerah menahan nya tapi terlambat saat tangan ku menangkap tangan wanita itu dan langsung mempelintir ke belakangnya, jadi abdi melongoh dengan keterkejutan nya dan tangan tergantung di udarah, dia menatap takjuk ke arah ku begitu pun mertua ku, dia bangga mempunyai menantu seperti ku.
Aku meluapkan emosi ku dengan cara menguatkan kuncian ku di pengelangan tangan wanita itu, bahkan aku semakin menekan wajah nya ke meja hingga dia meringgis menahan sakit,
"Lepaskan, sakit b****k "ucap wanita itu dengan sekuat tenaga memberontak meminta lepas
"Tidak semudah itu sayang, siapa pun yang berani mengusik kehidupan ku dan suami ku, maka dia mengalih kubur dia sendiri di hadapan saya, jadi anda nona tidak usah takut, nikmati saja dulu"ucap ku lembut tapi penuh ancaman. Aku berbicara tepat di samping telinga nya. Abdi, mertuaku dan orang-orang yang ada di sana yang mendengarkan ucapan ku itu bergedik geri, walaupun lembut tapi sangat membunuh.
Mereka yang ada di sana tidak ada yang berani membantu wanita itu, mereka semua hanya jadi penonton saja, bahkan mereka menatap jijik kepada wanita itu.
Abdi dan mertua ku yang tidak tega melihat itu langsung menenangkan ku, karena mereka tahu ini tidak baik untuk janin ku.
"Sayang jangan kotorin tangan mu dengan wanita m***n ini, biar kan herri yang mengurus nya sayang "ucap abdi lembut sambil membelai pungung ku, dia tidak mau akan berdampak pada ku dan juga janin ku
"Iya sayang, jangan kau ladanin wanita seperti ini nak, serakan saja sama herri dia tahu apa yang akan ia lakukan kepada wanita ini, dua akan menerima hukuman nya"ucap mami yang tidak kalah geram nya
"Iya sayang papi tidak ingin kau dan cucu papi kesakitan sayang "ucap papi tak kalah lembut nya
"Tidak mam, papi, siapa pun yang berani mengangu ku, apa lagi ingin mengangu suami ku, maka urusan nya dengan ku "ucap ku tegas menatap mami
"Tolong lepaskan, ini sangat sakit, kau tidak berperasaan sekali j****g"ucap dia yang masih mengeluarkan kata-kata yang tidak sopan nya.
"Ckck dasar kau, sudah seperti ini berani sekali kau mengatakan saya j****g, padahal kau sendiri yang pantas di katakan seperti itu, datang tiba-tiba mengangu suami orang, dan dengan wajah tampa berdosa mu menghina saya seperti ini. Kau sudah tidak sabar yah melihat bagaimana masuk kedalam kubur mu dengan tenang "ucap ku mengejek dia, aku sudah sangat geram dengan wanita ini tidak ada sopan satun nya, seperti kuntilanak datang langsung tertawa saat mengangu orang.
Tampa menjawab lagi aku langsung saja menghempaskan dia ke lantai dan meninjak pungung nya, seperti orang tidak punya perasaan, ntah lah percaya la ini bukan sifat asli ku, aku tidak sekejam ini, aku juga tidak pernah jahat seperti ini, tapi jika ada pelakor harus di kasih pelajaran.
Ckrettt ckrett
Tampa menunggu jawaban dari wanita itu, aku langsung mematah kan tangan kanan dan kaki nya,
"Auwkkkk sakittttt"teriak dia menahan sakit
Semua orang yang ada di sana langsung meringgis melihat itu, seakan-akan mereka merasa kan nya, begitu juga dengan abdi dan mertua ku, dia bahkan sampai menelan salivah mereka dengan susah payah, mereka belum pernah melihat sisi ku yang seperti ini, dan ini kali pertama nya bagi kedua orang tua abdi melihat ku seperti ini
"*Jika seperti ini garang nya istri ku, mana berani aku macam-macam, kau memang yang terbaik untuk ku, aku janji tidak ada lagi orang yang berani mengusik kehidupan kita sayang, orang lain pun akan berpikir dua kali akan mendekati ku atau pun kamu sayang, makin cinta deh"guman abdi dalam hati, sambil menatap kagum ke arah ku
"Jika seperti ini garang nya menantu ku, saat mengusir pelakor, mana ada yang berani mengusik kehidupan mereka lagi, semoga kedepan nya kalian berdua tetap menjaga satu sama lain, kami menyanyangi kalian, sangat berungtung anak ku mendapatkan mu alia"ucap mami dan papi di dalam hati masing-masing dan berdo'a untuk kebaikan kami*.