
Setelah selesai makan kami langsung menuju kamar hotel untuk istirahat, sampai di sana aku langsung bersih2, dan diikuti abdi, selesai itu melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim, selesai semua nya kami berdua langsung berbaring
"Sayang "ucap abdi sambil memeluk ku
"Iya"ucap ku
"Aku mau itu"ucap abdi lembut sambil menatap ku penuh arti
"Mau apa "tanya ku polos
"Itu sayang "ucap abdi dan tampa persetujuan ku, abdi langsung melakukan aksi nya, malam itu terjadi la malam panjang bagi kami berdua, seperti abdi melakukan nya berulang2.
Keesokan pagi nya aku bangun dari tidur ku, ku lihat abdi masih setia dengan mimpi indah nya, aku langsung masuk kedalam kamar mandi untuk bersih2, selesai itu aku langsung membangun kan abdi untuk sholat shubuh, selesai abdi bersih2, kami berdua langsung sholat, selesai itu aku memutuskan untuk duduk di blakon kamar hotel melihat indah nya pagi, sambil menikmati dingin nya angin pagi, saat asyik menikmati nya, ada tangan kekar yg memeluk ku dari belakang dan melingkarkan di perut ku, siapa lagi kalau bukan abdi, yg ada di dalam kamar cuman aku dan dia, ngk mungkin pula hantu yg memeluk ku
"Kamu sangat menikmati sekali sayang "ucap abdi lembut sambil membenamkan wajah nya di bahu ku
"Iya, ini sangat indah, apa lagi ini udara nya sangat segar, bagus untuk kesehatan "ucap ku yg masih tetap menatap lurus kedepan tampa memperdulikan abdi yg memeluk ku
"Iya, ini sangat bagus sayang, udara nya masih bersih belum ada polusi dari berbagai kendaraan, berbeda saat siang hari, udara nya sangat panah dan polusi di mana2, membuat kita sesak nafas "ucap abdi juga ikut menatap dan menghirup udarah pagi tampa melepaskan pelukan nya
Lama kami menikmati udara pagi di blakon kamar hotel, sampai akhirnya kami memutuskan untuk sarapan dan juga berangkat ke bandara karna memang abdi sudah merencanakan keberangkatan kami jam 8 pagi
"Sayang ayok kita sarapan dulu habis itu kita langsung kebandara "ucap abdi mencium pipih kanan ku
"Baiklah, kita mau sarapan di mana"tanya ku sambil melepaskan pelukan abdi
"Kita sarapan di restoran hotel saja sayang, "ucap abdi melepaskan pelukan nya dan kembali mencium pipih ku lagi, aku hanya tersenyum melihat tingkah laku abdi yg suka mencium ku seenak perut nya saja, itu sudah terbiasa bagi ku
"Oh, kita berangkat jam berapa "ucap ku sambil berjalan masuk kedalam kamar
"Jam 8 pagi ini sayang "ucap abdi lembut sambil menatap ku yg memakai hijab ku, karna memang saat berdua di dalam kamar bersama abdi aku tidak di boleh kan pake hijab sama abdi
Aku hanya menganguk mengerti dengan masih dengan kegiatan memakai hijab dan juga membenarkan penampilan ku, selesai itu kami langsung menuju restoran untuk sarapan.
**MOHON DUKUNGAN DAN SARAN NYA, BUAT AUTHOR YA KAKAK SEMUA, BIAR AUTHOR SEMANGAT BUAT MENULIS DAN MELANJUTKAN CERITA NYA, 😍🙏😊
DAN TERIMA KASIH SUDAH MAMPIR DI KARYA AUTHOR SEMOGA KAKAK SEMUANYA SUKA DENGAN KARYA AUTHOR, 😊🙏😍**