My brave little girl

My brave little girl
Part 51.



 


Malam hari nya selesai makan malam kami semua berkumpul di ruang keluarga sambil menonton tv dan juga berbincang-bincang menambah kehangatan dalam keluarga, walaupun di sana ayah sudah tidak ada tapi setidak nya dia masih melihat kami rukun di surga.


 


"Gimana kalau kita jalan-jalan ke taman kota, sekarang kan malam minggu jadi banyak yang jualan dan juga permainan "ucap ku karena pengen membeli jajanan yang ada di sana


"Ayok lah, sekalian kita cari hiburan, besok adik-adik kan libur jadi kita bisa jalan-jalan sepuasnya malam ini"ucap abdi setuju


"Serius kak"ucap iqsan dengan mata berbinar-binar


"Iya, ayok kita pergi semua, ayok bu"ucap ku sambil berdiri dan di balas angukan kepalah oleh ibu ku dan itu juga mendapat kan tangapan yang sangat bahagia dari kedua adik ku, karna memang mereka jarang pergi jalan-jalan keluar gitu


"Yeeee, kakak terbaik deh"ucap mereka dengan kegirangan dan memeluk ku dengan senang hati aku membalas nya


"Jadi kak alia aja yang di peluk, kakak ngk ya"ucap abdi pura-pura marah dengan wajah cemberut


"Heheh, kakak juga"kata mereka dan langsung memeluk abdi dengan senang hati abdi pun membalas pelukan mereka, aku sangat bahagia karna abdi begitu menyayangi keluarga ku,


"Gitu donk"ucap abdi tersenyum


"Ayok kita siap-siap dulu, baru pergi "ucap ku dan di angukan kepalah oleh mereka semua termasuk ibu ku


10 menit kami selesai dengan persiapan kami,dan kembali berkumpul di ruang keluarga


"Sudah kakak "ucap adik-adik ku dengan semangat


"Sudah nak"ucap ibu yg baru keluar dari dalam kamar sambil tersenyum melihat kami


"Sudah sayang "bisik abdi


"Kamu itu genit"ucap ku mencubit gemas hidung abdi


"Awkkk sakit sayang "ucap abdi memengang hidung nya dan ku balas dengan senyum manis ku


"Ayok kita berangkat "ucap ku menatap mereka satu per satu


"Let's go kakak ku sayang "ucap adik-adik ku mengandeng tangan abdi keluar


"Ayok bu"ucap ku sambil mengandeng tangan ibu ku berjalan keluar mengikuti adik-adik ku dan abdi yang sudah duluan menuju mobil


 


Sesampai di mobil kami semua masuk kedalam mobil mewah abdi yang terpakir indah di depan rumah ku, abdi duduk di belakang kemudi,aku duduk di samping abdi dan ibu serta adik-adik ku duduk di bangku belakang.


Setelah semua sudah siap, abdi mejalankan mobil nya dengan kecepatan sedang membelah sunyi nya malam di kampung ku menuju jalan kota yang sangat ramai dengan sepeda motor dan mobil, dengan muda mudi yang pergi malam minggu, ada juga bersama keluarga mereka menghabiskan akhir pekan mereka, jalan yang dulu tidak begitu ramai sekarang sangat ramai, dengan padat nya pengendara motor dan mobil, di tambah sekarang sudah semakin cangih, jadi kalau tidak mempunyai sepeda motor dan mobil itu sudah ketinggalan. Ku perhatikan adik-adik ku dengan antusias nya bercerita dengan abdi, mereka dengan bangga nya menceritakan tentang kota kami, tidak pernah lelah mereka, abdi pun dengan antusias nya mendengarkan cerita adik-adik ku, abdi juga tetap fokus dengan mengendarai mobil nya tampa tergangu dengan cerita-cerita adik-adik ku, ibu ku sekali-sekali menengur kedua adik ku biar tidak mengangu abdi mengenmudi, tapi abdi malah membela mereka berdua, aku hanya bisa terkekeh geli melihat itu semua.