
Dengan segerah mami mengikuti dokter masuk kedalam ruangan itu tampa mendengarkan persetujuan dari papi dan juga abdi.
Papi dan abdi yang berada di luar ruangan hanya diam mematung ketika melihat mami masuk kedalam ruangan itu mengikuti dokter, mereka diam seribuh bahasa, mereka hanya pasrah jika memang itu yang bisa membantu ku kenapa tidak menurut mereka. Mereka tidak tahu harus bertindak seperti apa? Yang mereka inginkan semua orang yang mereka sayangi baik-baik saja.
Setelah 1 jam menunggu akhirnya dokter selesai mengambil darah dari mami. Mami yang merasa pusing pun di suruh istirahat di ruang inap yang di sediakan khusus keluarga pemilik rumah sakit ini.
Dokter kembali memberikan pertolongan kepada ku, sedangkan abdi dan papi masih setia di depan ruang UGD, mereka seperti anak ayam kehilangan induk nya, anak dan bapak yang kehilangan ibu, mereka sudah acak-acakan, walaupun seperti itu ketampanan mereka berdua tidak luntur, walaupun papi yang sudah berumur tetap saja masih tampan, dengan rahang yang masih tegas, badan yang tegap, pokoknya masih perfect deh.
Sekitar 2 jam akhirnya dokter pun keluar dari ruangan UGD dengan wajah yang lega, karena berhasil menyelamatkan aku dan buah hati kami. Abdi dan papi yang melihat dokter keluar langsung menghampiri dan menanyankan keadaan ku
"Dok bagaimana keadaan ibu dan istri saya,/dok bagaimana keadaan istri dan putri saya"ucap abdi dan papi berbarengan, mereka sangat kompak, dokter yang mendengarkan nya tersenyum melihat wajah khawatir dari kedua pria tampan yang beda usia ini
"Allhamdulillah nyonya baik-baik saja, sekarang nyonya sedang istirahat karena merasa pusing saat selesai kami mengambil darah nya, tapi ketika nanti sudah bangun dari tidur nya dia harus banyak mengosumsi makan-makanan sehat serta vitamin untuk menguatkan tubuh kembali "ucap dokter menjelaskan keadaan mami, abdi yang masih penasaran keadaan ku akhirnya buka suara lagi
"Allhamdulillah, istri saya? "Ucap abdi merasa lega dengan keadaan mami yang baik-baik saja tapi masih penasaran dengan keadaan ku yang belum di jelas kan oleh dokter
"Allhamdulillah istri anda juga sudah melewati masa kritis nya, bayi nya juga selamat tapi masih dalam keadaan koma, mungkin sekitar 5 jam nona akan melewati masa koma nya dan akan sadar. Saya ingat kan untuk anda menjaga nona saat kandungan dia masih muda seperti ini, tertekan, bahkan marah-marah itu akan membahayakan kandungan nona, tadi jika anda terlambat sedikit saja anda kehilangan kedua-dua nya, tapi istri anda sangat kuat serta bayi nya pun begitu, mereka sama-sama berjuang hingga bisa selamat semua nya. Kami sangat salut dengan perjuangan nona, dia sangat kuat, bla bla bla bla............ Sebentar lagi nona akan kami pindah kan ke ruang rawat inap tuan "Ucap dokter menjelaskan keadaan ku dengan sangat rinci nya .
"Sama-sama tuan, kalau begitu saya permisi dulu yah tuan"ucap dokter lagi
"Iya"ucap papi, dan abdi hanya menganguk kan kepala saja tanda menyetujui nya. Setelah itu dokter pun berlalu pergi meninggal mereka berdua yang sudah lega mendengarkan keadaan ku.
Tidak berselang beberapa lama aku pun di pindah kan keruang rawat inap yang sadah khusus untuk ku. Abdi dan papi pun mengikuti dokter yang memindahkan ku ke dalam ruangan inap tersebut.
"Maaf untuk semua author agak terlat up nya, karna author sekarang lagi banyak kegiatan, karna sudah new normal jadi kembali ke aktifitas seperti biasa ni, maaf yah. Klau ada waktu author akan usahain buat up yah, 😊😊🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
*********Mohon dukungannya yah teman2 semua, like saran serta vote nya yah,
Author butuh saran biar tahu kesalahan author kakak semua.
Thank's yah yang sudah mampir, 🙏😘*********