My brave little girl

My brave little girl
Part 33.



 


Sore hari nya aku terbangun dengan suara ketukan pintu dari luar, dengan cepat aku bangkit dari kasur dan membuka kan pintu.


 


Tok tok tok


"Ya sebentar "ucap ku sambil berjalan menuju pintu dan membuka nya tampalah orang yg tadi pagi merias ku


"Maaf nona, kami datang untuk merias anda kembali"ucap nya sopan


"Kalian tunggu di kamar sebelah aja dulu ya, saya mau mandi sama sholat trus saya juga harus membangun kan suami saya dulu "ucap ku lembut


"Baiklah nona"ucap mereka sopan


Setelah itu aku langsung masuk dan menutup pintu kembali dan berjalan mendekatin abdi yg masih tidur dengan pulas nya, ku tatap wajah polos nya yg sedang tidur, begitu damai dan bahkan sangat sempurna


"Masyhaallah sungguh sempurna ciptaan mu"guman ku dalam hati kagum


"Yang.. Yang... Sayang"ucap ku lembut sambil mengoyang2 kan tubuh abdi


"Hmmmm"deheman abdi dengan mata masih terpejam


"Ayok bangun, MUA sudah datang merias ku, aku ngk rela mereka melihat mu tidur "ucap ku


"Iya, "ucap abdi langsung duduk di tepi ranjang


"Aku mandi duluan, habis tu kita sholat "ucap ku berlalu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri


"Mau mandi bareng ngk"goda abdi sambil teriak karna aku sudah di dalam kamar mandi


"Dasar mesum"ucap ku dari dalam kamar mandi dan terdengar suara tertawa abdi


15 menit sudah ku mandi dan sudah memakai pakaian santai sebelum pakai gaun untuk resepsi nanti, setelah melihat ku keluar abdi langsung masuk kedalam kamar mandi, selesai dia mandi kami langsung melaksanakan sholat,setelah itu langsung meminta orang MUA tadi langsung masuk kamar untuk melakukan perkerjaan nya. Sedangkan abdi sibuk dengan hp nya


"Mbak kita mulai ya, "ucap salah satu dari mereka meminta izin untuk merias ku


"Iya"ucap ku tersenyum


Setelah itu mereka langsung merias ku dengan talenta, dalam 30 menit selesai, dan langsung mereka membantu ku memakai gaun dan hijab nya, abdi juga sudah siap dengan stelan nya dan kembali sibuk main hp


"Sudah selesai "ucap mereka kompak


"Wah mbak benar2 cantik, ah saya jadi iri lihat mbak"ucap salah satu dari mereka kagum melihat penampilan ku, abdi yg sedang sibuk main hp pun menoleh ke arah ku


"Wah benar2 bidadari ntak bersayab yg dikirim kan tuhan untuk ku"guman abdi dalam hati sambil membatu melihat kecantikan ku, padahal tadi pun gitu ah memang aku cantik hehe


"Iya mbak kamu benar2 cantik "ucap mereka lagi


"Sudah ku bilang tadi kalau saya pria pasti akan melakukan berbagai cara untuk mendapatkan mbak"ucap salah satu dari mereka


"Terima kasih, kalian juga cantik semua "ucap ku tersenyum tulus


"Sama2 mbak, kalau begitu kami permisi dulu ya"ucap mereka berlalu meninggalkan kami di dalam kamar dan ku balas angukan


Setelah itu aku malah asyik melihat pantulan ku di cermib tampa memperdulikan abdi yg dari tadi memperhatikan ku,


"Benar2 perfect, jadi ratu sehari, "guman ku dalam hati sambil memperhatikan diri ku di cermin,


Tampa ku sadari sudah berjalan kearah ku dan langsung memeluk ku, aku langsung kaget


"Astagfirullah "ucap ku kaget sambil memengang dada ku


"Kamu cantik sekalih sayang, jadi pengen menyembunyikan kamu aja, aku ngk sudi melihat ku di lihat laki2 lain selain aku "ucap manja abdi sambil membenamkan wajah nya di bahu ku


"Ah kamu ada2 aja, sudah la, sekarang kamu siap2, habis tu kita keluar lagi, bentar lagi acara resepsi nya di mulai, masak aku sudah dandan cantik begini kamu sembunyikan sih yang"ucap ku mengomel, iya memang benar aku memakai gaun putih yg simple nan elagan serta hijab yg senada memakai mahkota dengan di balut berlian di atas kepala ku, dengan riasan yg tipis tidak terlalu mencolok menambah keanggunan dan kecantikan ku. Sedangkan abdi memakai pakaian yg senada dengan ku,kemeja putih, jas putih serta celana yg senada, sepatu hitam, jam tangan mewah nya, serta dasi kupu2 yg melengkapi penampilan nya, yg menambah ketampanan nya.


"Aku sudah siap sayang, tapi aku tidak relah kalau kita keluar, apalagi melihat kamu se cantik ini"ucap abdi lembut dan manja serta wajah sedih nya, itu membuat ku tertawa berbahak-bahak


"Hahaha, kita tidak keluar, biar kan saja mami sama papi yg bersanding duduk di pelaminan "ucap ku asal ntah la ngk ngerti jalan pikiran nya


"Ide yg bagus sayang, gimana kita bobok aja yok"ucap abdi dengan mata berbinar2


"Maunya kamu, "ucap ku gemas sambil mencubit gemas hidung mancung abdi


"Hehe, kamu tau aja"ucap abdi cegegesan


"Ya sudah ayok, jangan cerewet, kalau tidak kamu nantik tidur di luar aja"acam ku sambil melepaskan kan pelukan abdi dan itu berhasil membuat abdi kesal dan langsung mengandeng ku keluar


"Ayok la"ucap abdi kesal sambil memberikan tangan nya buat ku gandeng


"Makasih sayang"ucap ku tersenyum dengan wajah imut ku


Setelah itu kami langsung keluar kamar menuju tempat acara akan di laksanakan.