My brave little girl

My brave little girl
Part 30.



Hari ini kami tidak masuk kerja sampai 7 hari kedepan nya, pagi nya selesai sholat seperti biasa aku memasak sarapan untuk kami semua, 45 menit aku berkutit dengan kegiatan dapur ku, calon mertua ku juga sudah duduk di dapur dengan senyuman yg tidak lepas dari wajah nya.


"Nak kenapa kamu melakukan ini, kan ada pelayan, calon pengaten tidak boleh lelah, "ucap mami fitri lembut


"Tidak apa2 mam, aku sudah terbiasa "ucap ku sopan dengan senyuman


"Ya sudah kalau itu mau mu, sekarang ayok kita sarapan "ucap mami fitri


"Bentar mami aku mau mandi dulu yah"ucap ku lembut


"Iya, cepat habis tu bangunin abdi ya sayang "ucap mami fitri, ku balas angukan dan langsung berjalan menuju kamar untuk membersihkan diri


15 menit aku sudah rapi dan langsung menuju kamar abdi yg di lantai atas, ku ketuk berapa kali tidak ada jawaban nya,


Tok tok tok


"Pak sudah bangun "teriak ku di depan kamar abdi 4 kali aku memanggil tidak ada jawaban, ku beranikan diri untuk membuka pintu kamar nya, kamar nya masih gelap dengan lampu tidur yg menyalah, kamar yg rapi, luas, dan megah mengalah kan hotel berbintang, ku hidup kan Lampu dan berjalan mendekati abdi yg masih tidur nyenyak nya


"Astagfirullah, sudah jam berapa ini pak, ayok bangun, selain badak bercula satu, bapak juga teman nya kerbau "teriak ku sambil menarik selimut abdi dan itu berhasil membuat abdi bangun


"Aduh, aku baru tidur sayang, ayok la, sekarang kita libur, boleh lah bermalas-malasan, "ucap abdi dengan wajah memelas, memang selesai sholat abdi kembali untuk tidur


"No no no, sekarang cepat bangun, atau aku ceburin ke dalam kamar mandi "ancam ku sambil menarik tangan abdi


"Kamu kejam "ucap abdi dengan terpasak langsung masuk kedalam kamar mandi


Setelah abdi masuk ke dalam kamar mandi, aku langsung merapikan tempat tidur nya, dan kembali ke bawah menuju ruang makan


"Maaf mam, pi,lama menunggu, abdi nya belum bangun"ucap ku sambil duduk di kursi


"Iy sayang tidak apa2 "ucap mami fitri lembut dan di angukan oleh papi nya


Tidak berapa lama abdi turun dari kamar nya dengan pakaian santai nya


"Pagi semua "ucap abdi yg duduk di samping ku


"Pagi "ucap kami semua


Setelah itu kami langsung sarapan seperti biasa nya, selesai sarapan kami langsung menuju ruangan keluarga, karna memang sekarang semua nya libur dan kami hanya duduk santai di rumah sampai besok hari H nya


"Nak, ibu mu jam berapa sampai di sini nanti? "Tanya mami fitri


"Nanti sore mam, "ucap abdi


"Kamu sudah suruh supir menjemput mereka kan"ucap mami fitri


"Sudah mam, dan mereka akan nginap di hotel tempat kita resepsi besok "ucap abdi santai dan aku hanya diam mendengarkan ucapan mereka


Setelah itu kami bercerita dengan canda tawa seperti keluarga bahagia, orang tua abdi tidak mempersalahkan indentitas ku, karna bagi mereka yg penting itu palihan anak dia dan juga mereka bahagia.


Karna masih pagi, aku dan abdi memutuskan untuk duduk di taman belakang sekedar untuk melepaskan penat.


"Sayang"ucap abdi


"Mmmm"ucap ku dengan masih pandangan lurus kedepan


"Kamu pengen punya anak berapa "ucap abdi serius


"11"jawab ku asal


"Ah, kamu yakin"ucap abdi kaget


"Hehe, kan bisa satu tim sepak bola, "ucap ku cegegesan


"Kamu ni yah"ucap abdi mencubit gemas hidung ku


"Duh, kalau copot hidung ku kek mana?"ucap ku Pura2 kesal


"Ganti aja pake hidung cacing "ucap abdi santai


"Memang cacing ada hidung yah"ucap ku polos


"Cacing itu loh penciuman nya paling peka, jadi kalau kamu pake itu bagus"ucap abdi sambil menatap ku


"Hahaha, kamu aja kalau gitu"ucap ku sambil tertawa mengejek


Kami berbincang2 sampai jam makan siang, kami membicarakan yg ngk penting, dengan canda tawa yg kami lontarkan berdua, aku juga tidak yakin abdi orang nya yg datar tampa ekpresi bisa jadi humoris ketika bersama keluarga dan orang2 yg di cintai nya, jadi tidak ragu aku buka hati buat dia, walaupun aku belum tau arti cinta sesungguh nya, tapi aku akan belajar untuk menjadi istri dan ibu yg baik.


Mohon dukungannya dan saran buat author ya kakak semua, 🙏🙏🙏