
"Baik la katakan"ucap abdi pasrah dan mulai mengontrol emosi nya
"Jadi nyonya alia, tidak apa2 dia cuman kelelahan,kami juga sudah memberi suntikan, karna dia kekurangan cairan serta kurang nutrisi dan satu lagi jangan biarkan dia kecapekan, apalagi stres, itu akan berdampak buruk bagi janin yg ada di dalam kandungan nya, di tambah usia nya yg masih sangat muda, kandungan dia juga lemah, jadi butuh istirahat full"ucap dokter menjelaskan, pajang kali lebar, begitu juga abdi yg antusias mendengarkan nya
"Maksudnya dari janin apa dok"ucap abdi yg belum paham dengan apa yg di omongan dokter, ntah kenapa sekarang otak nya susah mencerna ucapan dokter padahal IQ nya di atas rata2 biasa nya apa pun di omongan orang pasti cepat tangkap tapi ini tah kenapa gitu,
"Istri anda sedang hamil, di pekiraan usia kandungan nya 4 minggu, usia yg sangat rentang, tapi untuk memastikan nya,setelah nyonya sadar, kita akan melakukan USG bersama dokter kandungan tuan untuk melihat bagaimana keadaan janin nya"ucap dokter itu dengan senyum nya,
"Jadi istri saya hamil, "ucap abdi memastikan lagi dan di balas angukan kepalah oleh dokter muda itu,
"Baik lah, sekarang lakukan yg terbaik untuk istri serta calon anak saya, "ucap abdi tegas dengan wajah yg sangat2 sanang mendengarkan kabar itu
"Baik tuan"ucap dokter itu dengan senyum nya
Tampa banyak bertanya abdi langsung masuk kedalam ruangan itu dan langsung mengahampiri ku yg sedang berbaring di atas ranjang yg belum sadar kan diri, di tangan ku sudah terpasang jarum infus, abdi langsung mengahampiri ku dengan senyum masih mengembang di wajah tampan nya, apalagi saat senyum seperti itu akan membuat siapa pun yg melihat nya terpesona(hehe), abdi langsung mencium kening ku
"Sayang daddy kalian harus sehat2 di dalam sini ya, jangan nakal, jaga mommy kalian ya, daddy janji akan menjaga kalian berdua, kalian kebahagian daddy nak sama mommy "ucap abdi lembut di perut ku, dan tidak lupa mencium nya berkali2*
Abdi masih setia menemanin ku, mengengam tangan ku, memperhatikan wajah ku, dan tidak lupa senyum nya, aku juga belum sadar, mungkin karna pengaruh obat dan juga kelelahan jadi aku tidur nya agak lama, tak berapa saat datang kedua orang tua abdi, mereka dengan cemas nya datang mengahampiri abdi tampa mengetuk pintu mereka masuk, karna mereka sangat menyayangi ku, mengangap ku seperti anak mereka sendiri
Ceklek
"bagaimana keadaan alia sekarang sayang "ucap mami yg kelihatan sangat cemas begitu pula dengan papi nya abdi, abdi yg mendengar kan suara pintu terbuka langsung melihat ke arah pintu, dan ketika mendengarkan pertanyaan dari mami nya dia hanya membalas dengan senyum nya
"Orng di tanya malah tersenyum, sekarang jelas kan apa yg terjadi pada alia"ucap mommy tegas dan juga kesal, orng dia cemas abdi malah tersenyum, siapa yg ngk kesal coba