
Tampa banyak bicara lagi aku langsung pergi dari sana setelah mematahkan tulang kaki kanan dan tangan nya. Aku berjalan dengan kesal ke arah mobil terpakir tapi sebelum sampai di sana aku merasakan pusing yang sangat berat di kepala ku, aku pun oleng menahan kepala ku dan juga menyeimbang kan tubuh ku.
Abdi yang melihat ku berjalan keluar langsung mengejar ku, di tambah lagi saat melihat ku oleng seperti itu tambah panik dia juga tidak memperdulikan yang ada di sana di terus mengekor ku dari belakang sampai
Bukkkk
Aku pun terjatuh dengan sigap abdi menakap tubuh ku sebelum sampai ke tanah, karna memang abdi sudah berada tepat di belakang ku.
"Sayang, kamu kenapa "ucap abdi dengan wajah khawatir nya.di tambah lagi aku langsung menutup mata karna pingsan
"Sayang... Sayang bagun sayang"ucap abdi tambah panik, dia juga menepuk pelan pipih ku, tapi hasil nya nihil, gimana mau sadar orang aku pingsin. tampa banyak bicara lagi abdi langsung mengendong ku menuju ke mobil dan menaruh ku di kursi penumpang kemudian dia langsung masuk ke dalam kursi kemudi dan melanjuh kan mobil nya dengan kecepatan di atas rata-rata agar cepat sampai di rumah sakit, di dalam perjalanan pun dia terus mengengam erat tangan ku sekali berucap menyuruh ku bangun.
Sementara di tempat orang tua abdi, orang tua abdi yang merasa geram melihat menantu nya di hina seperti itu, dan juga mereka melihat abdi mengendong ku dengan panik menjadi tambah murka
"Kau sudah mempermalukan menatu kami, jadi terima lah hadiah dari kami "ucap papi dengan senyum sinis nya dan tidak lupa wajah datar dan dingin nya, serta menatap tajam kearah wanita itu tambah ingin membantu nya.
Wanita itu hanya diam meringgis menahan sakit akibat ulah ku tadi, tampa menjawab semua ucapan dari orang tua abdi, dia hanya menundukan kepala menahan malu nya, dia juga mengupat ku di dalam hati nya dengan makian dan cacian dengan dendam.
Papi yang melihat wanita itu tertunduk pun mengajak mami pergi menemui ku untuk mengecek keadaan ku , tapi sebelum nya papi sudah menyuruh beberapa orang anak buah nya yang berada tidak jauh dari mereka untuk membereskan wanita itu.
Abdi yang sudah sampai di lobi rumah sakit langsung turun dan membuka kan pintu mobil bagian ku dan mengendong ku, serta berteriak seperti orang di hutan saja.
"Tolong... Tolong cepat... Tolong istri saya, kalau tidak saya hancur kan rumah sakit ini, (memang aneh abdi nih, jelas-jelas rumah sakit milik nya sendri mau di hancur kan pula, author bingun deh hehe) "teriak abdi sambil mengendong ku
Parah suster yang melihat abdi pemilik rumah sakit itu membawa seseorang sambil teriak-teriak ngk jelas, langsung berlari mengahampiri nya dengan mendorong brangkar, setelah sampai di dekat abdi
"Sini tuan bisa menatuh nona "ucap suster dengan hati-hati, tampa menunggu lagi abdi langsung menaruh ku di sana dan langsung mendorong ku