
Setelah beberapa jam melalui perjalanan di udarah, sekarang pesawat sudah mendarat dengan sempurna, setelah itu kami langsung berjalan keluar dari jet pribadi itu, di luar sudah ada supir serta beberapa anak buah abdi yg menunggu kami,disana juga sudah ada mobil mewah milik abdi yg siap membawa kami ke rumah.
Setelah kami memasuki mobil, supir pun menjalan kan mobil menuju rumah, di dalam perjalanan aku hanya menyadarkan kepala ku di bahu abdi.
Beberapa menit dalam perjalanan kami pun sampai di rumah mewah tempat tinggal kami berdua, kami di sambut oleh beberapa pelayan dan juga pengaja rumah,(mungkin mereka sudah kembali dari libur, yg di segaja oleh abdi), kami langsung masuk kedalam rumah, rumah yg kami tinggal kan seperti kapal pecah sekarang sudah tertata rapi,
"Tidak seperti yg kita tinggal kan, sekarang sudah rapu, ini semua gara2 mu, yg bisa memberantakan aja, tampa bisa merapikan nya"ucap ku menatap ke seluruh ruangan dengan senyum mengejek ke arah abdi
"Jangan gitu donk sayang, itu bukan salah ku, tapi kita berdua yg memberantakan nya, aku sih kalau di suruh untuk memberantakan itu dengan senang hati, lagian sekarang sudah rapi, tidak ada lagi debu nya, barang2 pun sudah tertata rapi, ah sekarang tinggal kita berantakan lagi "ucap abdi santai tampa rasa bersalah
"Kamu ini yah, tidak ada kasihan nya melihat para pelayan yg membersihkan rumah sebesar ini, malah ingin memberantakan lagi, padahal ini sudah rapi, dasar badak bercula satu "gerutu ku sambil berjalan menuju kamar meninggal abdi yg bengong mendengarkan ocehan ku
Setelah selesai mandi aku langsung berbaring di kasur kingsize milik kami, hanya sebentar aku berbaring aku pun langsung menuju ke alam mimpi ku, abdi yg melihat itu langsung masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
Setelah selesai mandi dan memakai pakaian kasual nya, abdi pun berbaring di samping ku, memeluk ku dan mencium kening ku
"Kamu bagai candu buat ku sayang, bibir ini, harum tubuh mu, ah semua nya, apapun akan ku lakukan untuk mu, agar diri mu bahagia, aku tidak mau ada yg berani menyakiti mu atau pun merebut mu dari ku, hanya kamu istri ku satu2 nya, aku sangat bersyukur mendapatkan istri kecil yg imut seperti mu,aku juga tidak akan membiarkan siapa pun merusak rumah tangga kita, aku akan memberantas semua yg berani memprovokasi kan kita, aku mohon jangan pernah tinggal kan aku, i love you my wife"guman abdi dalam hati, sambil menatap penuh cinta kepada ku
Setelah itu abdi juga menyusul ku alam mimpi yg indah tampa menunggu lama