My brave little girl

My brave little girl
Part 10.



Sesampai di tengah ruangan, aku heran rumah nya terlalu besar jadi sampai aku mengangap kayak orang bodoh, di kampung ku ngk ada rumah yg sebesar ini, dan ini pertama kali aku masuk rumah orng kaya hehe, karna aku tidak tau haru melangkah kemana, aku berdiri saja di situ


" kenapa berdiri di sini? " tanya pak abdi heran


" aku tidak tau harus ke ruang mana, ah lagian saya baru kesini, ini rumah atau istanah sih? " gerutu ku


"Kalau tidak tau kenapa jalan duluan tadi" sindir pak abdi


"Ah itu saya, pengen cepat2 duduk, Capek berdiri lama2" alasan ku padahal aku juga ngk tau kenapa aku sok tau tadi


" ayok ikut saya " ucap pak abdi melangkah mendahului ku, aku menganguk me iya kan nya


" mami, papi, aku pulang " teriak pak abdi


" kayak anak kecil aja " gerutu ku pelan


"Iya nak, mami di sini nak dan papi lagi keluar nak"jawab mami nya turun dari tangga dan langsung memeluk anak nya,


" mami, aku kesini dengan calon istri ku"ucap abdi sambil melepaskan pelukan nya sama mami nya


" really sayang" ucap nya tidak percaya


" yes mam, ni kenalkan mam " ucap nya sambil menarik tangan ku supaya berdiri di samping nya


" siapa nama mu? " ucap nya lembut sambil melihat setiap inci tubuh ku,


" nazirah nyonya " ucap ku lembut sambil mengulurkan tangan ku


"Mmm,ayok kita keruang tamu dulu, " ucap nya membalas uluran tangan ku, dan mengajak membawa ku dan pak abdi ke ruang tamu, sampai di sana aku di suruh duduk


" silakan duduk " ucap nya tersenyum


" makasih nyonya" ucap ku sambil balas senyuman


nya


"Mam, aku mau menikah dengan zirah "ucap nya


"Kamu serius nak? " tanyanya tidak percaya, karna memang pak abdi tidak pernah pacaran atau pun membawa teman perempuan kerumah.


" iya mam, dan aku mau secepatnya, minggu depan paling lambat" ucap nya tegas


"Apaaa....?? " teriak ku karna terkejut mendengarkan ucapan pak abdi


"Kenapa? " tanya pak abdi heran


"Saya masih kecil pak, dan itu terlalu cepat untuk saya pak, dan juga saya baru di sini pak" ucap ku jujur dengan menatap pak abdi


"Saya tidak mau tau, pokoknya kita menikah secepatnya nya, nanti surat2 dan keperluan biar asisten saya yg urus " ucap nya tampa ada bantahan


"Baik la mami mendukung mu, karna mami ingin cepat2 mempunyai cucu yg lucu2" ucap mami nya dengan mata berbinar2 dan juga memengang pipi nya membanyangkan punya cucu yg lucu


" terserah pak abdi aja la" ucap ku kesal dan tidak di jawab apa pun oleh pak abdi


" nak kamu cantik sekali, kamu perawatan di mana? " tanya mami nya pada ku dengan memegang kedua tangan ku


" buru2 mau perawatan nyonya, makan aja susah, dan ini asli dari lahir nyonya " ucap ku santai


" ah berungtung nya, saya mendapatkan menantu yg cantik seperti mu, abdi ngk salah memilih " ucap ny tulus


" makasih nyonya " ucap ku


" heh sekarang kamu panggil saya mami, " ucap nya tegas


" iya mami" jawab ku


Setelah berapa lama kami berbincang2, dan papi abdi juga dah berkumpul, dan aku juga sudah akrab dengan keluarga abdi, walaupun masih kesal sama pak abdi, tapi ma bodoh amat, kami lanjutkan makan malam, selesai makan malam, aku dan abdi pamit pulang kerumah pak abdi.