My brave little girl

My brave little girl
Part 34.



Sesampai di tempat acara, kami berjalan alah raja dan ratu yg mau naik tatah, kami berjalan di atas karpet merah, seperti dugaan ku semua mata tertuju pada kami, banyak yg membatu dan mengangap takjuk melihat kami, sampai2 iler mereka pada keluar, ada juga yg takjuk tapi Pura2 biasa aja, karna mereka iri, abdi berjalan dengan berwibawah nya aku berjalan dengan anggun nya, walaupun jantung kami mau keluar rasanya, tapi kami tetap tersenyum sampai duduk di atas pelaminan.


Setelah kami duduk di depan pelaminan, tamu juga sudah banyak berdatangan, dari kalangan bisnis, maupun yg lain lagi,mereka memberi kan ucapan selamat untuk kami, yg semuanya tidak aku kenal, cuman senyum di wajah kami tidak luntur sama sekali, sampai magrib pun kami kembali ke kamar untuk melaksanakan sholat dan menganti gaun lagi


"Ayok kita ke kamar "ucap abdi


"Iya, kaki ku sakit, sepatu nya menyebalkan kak"gerutu ku tapi tetap berusaha tersenyum


Dengan segerah abdi berjongkok dan langsung melepaskan sepatu di kaki ku


"Kamu mau apa"tanya ku


"Aku cuman mau lepas ini"ucap abdi sambil membuka sepatu ku


Setelah itu abdi memanggil pelayan untuk membawa kan sepatu ku ke kamar sedangkan abdi langsung mengendong ku, tampa memperdulikan tatapan tamu undangan yg masih di sana


"Turun kan aku masih bisa berjalan"ucap ku meronta2 mintak di turun kan


"Diam la, kamu tidak memakai alas kaki sayang"ucap abdi lembut


"Iya "ucap ku menurut kan apa yg di mau abdi


Hingga sampai di kamar abdi mendudukan ku di ranjang, setelah itu dia langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, selesai abdi membersihkan diri aku pun menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, selesai itu kami sholat berjama'a.


Selesai sholat aku kembali di rias untuk melanjutkan resepsi kami dengan tema bebas, setelah selesai di rias kami kembali ke tempat acara dan duduk di pelaminan.


"Yang tamu nya banyak juga ya"ucap ku melihat banyak nya tamu undangan dari tadi tidak pernah sepi


"Iya, itu kerjaan mami yg mengundang semua orang, aku hanya mengundang rekan bisnis ku dan teman2 ku aja"ucap abdi menatap ku


"aku aja yg tidak ada mengundang teman2 ku"ucap ku pelan


"Kamu kalau mengundang mereka, gimana mereka mau datang, kan mereka jauh sayang "ucap abdi lembut sambil mengengam tangan ku


"Iya juga ya "ucap ku menganguk-angukan kepala ku


"Hahah, kamu itu memang cantik, pakai apa aja, jadi jangan takut melihat kamera sayang, mulai hari ini kamu akan terbisa dengan semua ini"ucap abdi sambil mencubit gemas hidung ku


"Awwwk, sakit tau "ucap ku cemberut


"Sauang kamu makin mengemaskan"goda abdi lagi


"Sudah2 tu tamu mau salam sama kita, sekarang kembali pasang senyum manis mu "ucap ku mengajak abdi berdiri lagi


Setelah itu banyak tamu bergiliran menyalami kami dan mengucapkan selamat, sampai mbak mira pun menyalami kami


"Selamat ya al,aku ngk sangka kamu akan menikah sama pak bos"ucap mbak mira


"Terima kasih sudah datang mbak, aku juga tidak menyangka mbak, makanya mbak cepat nyusul "ucap ku sambil menyalami mbak mira


"Hahah kamu do'a in ya "ucap mbak mira melepaskan pelukan nya


"Iya pasti itu mbak"ucap ku tersenyum


"Selamat ya pak bos"ucap mira tersenyum memberi salam selamat


"Iya terima kasih"ucap abdi tersenyum setelah itu mira langsung berlalu menikmati makanannya


Setelah itu teman2 abdi pada berdatangan mengucapkan selamat


"Selamat ya bro, kamu berhasil mendapatkan daur muda lagi"ucap teman abdi sambil melirik ku dengan tatapan kagum


"Terima kasih, "ucap abdi tersenyum paksa karna ngk suka aku di lihat orang lain


"Kamu memang hebat"ucap nya sambil menepuk bahu abdi, di balas senyuman oleh abdi dan berlalu mengucapkan selamat kepada ku dan pergi menikmati makanannya


Setelah semua tamu undangan mengucapkan selamat dan berfoto bersama kami, dan kami juga tidak lupa berfoto dengan keluarga, semua moment nya kami abadikan di foto dan vidio, acara pernikahan kami pun di siaran kan oleh tv2 swasta karna abdi orang yg berpengaruh di kota ini dan juga di dunia entertaiment, maka dari itu mereka tidak menyia2 kan moment itu, dan hari ini aku sangat bahagia karna tidak akan pernah melakukan resepsi pernikahan dengan mewah seperti ini, dan senyum di wajah kami tidak pernah hilang, sampai acara selesai.